Skip to main content

Keindahan Air Terjun Jumog Karanganyar #Wheretogo

Kami memulai perjalanan dari Surakarta, dengan awal tanpa rencana yang matang karena cuaca yang tidak baik. Kami akhirnya memutuskan menuju ke daerah karanganyar konon tempat ini banyak tersimpan objek wisatanya. Kami terlalu sering mendengar kata candi cetho. Namun, ternyata di kawasan sukuh cetho banyak sekali objek wisatanya salah satunya kami mengunjungi Air Terjun Jumog.


Untuk memasuki wilayah ini terbilang cukup murah, hanya dikenai biaya Rp. 5000 kalian bisa merasakan sejuknya dan segarnya Air Terjun Jumog tersebut.
Entah mengapa air terjun tersebut dinamai " Jumog ", kami belum sempat menanyakan hal itu karena saat kami mengunjungi lokasi sangat sepi dan hanya ada kami saja.

Jalanan menuju air terjun sudah cukup bagus, dan tidak perlu khawatir ketika kalian membawa anak-anak kecil atau sekedar bertamasya bersama keluarga. Karena, dikawasan air terjun jumog ini disediakan kolam renang juga. Akhirnya kami tiba, karena kami tiba sore hari dan disaat hujan maka air terjun tampak sepi.
Untuk menuju lokasi ini kami menggunakan bantuan  GPS, dan well done.




Tibalah kami di Air Terjun Jumog. Untuk lokasi kalian bisa menuju ke daerah karanganyar dan menuju kawasan sukuh cetho. 
Dan nikmati kesejukan air terjun, karena berlibur tak harus merogoh kocekterlaludalam.


Comments

  1. Kalo 116 mah cemen banget hua hua, btw ada ojek gendong ngak ??? Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada mas cum pesen aja di gogend trobosan baru gojek gendong hahah..

      Delete
  2. Replies
    1. Lumayan banget dan murmer tiket masuknya :D hueheu

      Delete
  3. Kece badai air tenjunnya, kalau saya kesana hal pertama yg saya akan lakukan adalah selfi,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahahah pokok jngan pas hari liburr, bakal gagal selfiee, karena banyak dan ramenya pengunjung

      Delete
    2. ahahah pokok jngan pas hari liburr, bakal gagal selfiee, karena banyak dan ramenya pengunjung

      Delete

Post a Comment

Terimakasih Pembaca Mesra Berkelana
Yuk jangan lupa kasi komentarnya. Siapa tahu kita ketemu dan jadi jalan bareng.

Popular posts from this blog

Jangan Sampai Tertinggal Bus Titian Mas #28JamMataramPart1

Hari itu kami berdua memutuskan untuk segera memesan tiket bus untuk tujuan ke Mataram. Kenapa kami memilih menggunakan bus ? padahal waktu itu harga tiket pesawat dengan tiket bus tidak jauh beda, mungkin selisih sekitar lima puluh ribuan. Jawabannya adalah ?

Karena perjalanan menggunakan bus menurut kami lebih menyenangkan, dan memiliki waktu panjang dan sekaligus banyak yang bisa kami dapat di perjalanan *Azek* Tentu sebagian orang bertanya-tanya “ Tiket Cuma beda 50, kok ya capek-capek kayak orang susah “ “ Ribet, kelamaan “ Dan perkataan lainnya.. Hahaha


Setelah memesan tiket, penantian begitu panjang yang ditunggu-tunggu akhirnya selesai. Kami siap dan berangkat menuju kota yang dikenal dengan seribu masjid apalagi kalau bukan Kota Mataram.



Siang itu kami menunggu bus di Terminal Bungurasih, bus akan berangkat tepat pukul 16:00 Wib. Sudah sekitar 2 jam kami menunggu bis. Pukul 15:30 Wib kami tetap menunggu diruang tunggu, sambil melihat-lihat dan mencari dari jauh awak bus kami. Kurang …

[REVIEW by Jun] Si Ganteng Pollock

Halo semua, apa kabar? Pada tulisan saya kali ini. Saya akan menulis review atau lebih tepatnya pengalaman pribadi saat menggunakan sepatu gunung Eiger Pollock. Basa-basi dulu ya, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa sepatu sangat berperan penting dalam kegiatan petualangan khususnya pendakian gunung. Mungkin banyak yang meremehkan fungsi sepatu pada saat mendaki, dan memilih untuk memakai sandal saja, padahal sepatu sangatlah penting untuk menunjang keselamatan dalam pendakian. Saking pentingnya sepatu, sekarang ini sudah banyak sepatu yang dikhususkan untuk pendakian gunung. Lebih lanjut lagi, saking pentingnya sepatu bagi pendaki gunung, maka ada beberapa tips untuk memilih sepatu untuk pendakian. Diantaranya sebagai berikut: 1.Tips yang pertama adalah, usahakan memilih sepatu yang tipe mid cut atau high cut, untuk pendakian tidak disarankan menggunakan sepatu low cut. Bingung? Yaudah saya jelaskan, yang pertama adalah high cut, jenis sepatu ini memiliki ciri-ciri menutupi bagian tumit sam…

Begini Cara Membuat Telur Asin Asap di Desa Sanankerto

Setelah mengunjungi Desa Wisata Poncokusumo, tibalah waktunya untuk berangkatmenuju Desa Wisata Sanankerto. Desa Wisata Sanakerto ini terletak di Kecamata Turen, Kabupaten Malang. 
Jadi, apabila kalian mampir ke Turen ( yang terkenal masjid jinnya itu)  jangan lupa sempatkan mampir ke Desa Wisata Sanankerto. *dekat kok*

Saya dan tim #EksplorDeswitaMalang diantar menuju lokasi pembuatan telur asin. Hari itu kami diizinkan melihat proses pembuatan telur asin dari awal. 


Oiya jangan lupa disini tidak hanya menjual telur asin biasa tapi ada telur asin asap juga loh dan jangan lupa ada bebek ungkepnya juga. 

Cara membuatnya begini :
Pertama-tama siapkan telur bebek ( ini mentah loh ya ) , pastikan telur bebeknya sudah dicuci bersih dan siap diproses pada tahap berikutnya.   Setelah itu siapkan batu bata yg telah dihancurkan, jangan lupa beri garam dalam batu bata tersebut, lalu bungkus telur bebek dengan olahan batu bata tersebut.Proses selanjutnya diamkan dan tunggu selama kurang …