Skip to main content

Terhenti diselimuti kabut Arjuno #KabutrinduArjuno ( Edisi 1 )

Setelah begitu lama tidak posting cerita perjalanan kami, karena sibuk dengan aktifitas. Yas kali ini kami akan menceritakan pendakian kami di Arjuno.
Sudah menjadi cerita yang bahagia tentunya ketika mendaki dibulan-bulan Desember. kami melakukan perjalanan  di sore hari.

Kami melakukan perjalanan bersama 3 (tiga) teman kami yaitu Mang, Ndok, dan 1 (satu ) lagi teman kami yang dengan tekad bahagia datang jauh-jauh dari Yogyakarta sebut aja kak Arya.
Kami berlima jalan dengan penuh bahagia, dan tetap bahagia walau ada geremis-geremis manja.


Dan setelah kita berjalan akhirnya kami semua tiba di portal " Selamat Datang Pendakian Arjuno-Welirang "

Kiri: Ndok. Arya, Lidia, Jun dan Manggala. Tiba di Portal
Setelah memasuki portal kamipun tetap melanjutkan perjalanan, dan terkadang sesekali berhenti untuk mengistirahkan diri sejenak, berbincang dan tertawa bersama-sama. Setelah perjalanan dilalui begitu  menyenangkan dan akhirnya kamipun tiba di Pos 1 sebut saja " Kop-kopan"
Dan yeah akhirnya capek-capekpun terobati setelah melihat pemandangan malam itu, walau kabut dan hujan turun.



Pemandangannya cukup menyejukkan hati, lampu-lampu kota berkelap-kelip, dengan nuansa malam yang begitu ah sudahlah.
akhirnya tepat pukul 22:00 Wib kami mendirikan tenda untuk beristirahat.


Yeah pagipun hadir kembali udara begitu segar, dan perkotaanpun kalah. cocoklah buat yang pegel-pegel ama macetnya buat sejenak menghirup udara diketinggian.

Pijet-pijetan

Setelah selesai beres-beres ria, kamipun melanjutkan perjalanan untuk ke " Pondokan".  Di sela-sela perjalanan meski sambil terengah-engah menarik nafas, kamipun tetap bahagia sesekali berhenti mengistirahkan badan atau minum dan bercerita satu sama sekali. Eh ada yang suka sebats-sebats juga sih.







Comments

Post a Comment

Terimakasih Pembaca Mesra Berkelana
Yuk jangan lupa kasi komentarnya. Siapa tahu kita ketemu dan jadi jalan bareng.

Popular posts from this blog

Jangan Sampai Tertinggal Bus Titian Mas #28JamMataramPart1

Hari itu kami berdua memutuskan untuk segera memesan tiket bus untuk tujuan ke Mataram. Kenapa kami memilih menggunakan bus ? padahal waktu itu harga tiket pesawat dengan tiket bus tidak jauh beda, mungkin selisih sekitar lima puluh ribuan. Jawabannya adalah ?

Karena perjalanan menggunakan bus menurut kami lebih menyenangkan, dan memiliki waktu panjang dan sekaligus banyak yang bisa kami dapat di perjalanan *Azek* Tentu sebagian orang bertanya-tanya “ Tiket Cuma beda 50, kok ya capek-capek kayak orang susah “ “ Ribet, kelamaan “ Dan perkataan lainnya.. Hahaha


Setelah memesan tiket, penantian begitu panjang yang ditunggu-tunggu akhirnya selesai. Kami siap dan berangkat menuju kota yang dikenal dengan seribu masjid apalagi kalau bukan Kota Mataram.



Siang itu kami menunggu bus di Terminal Bungurasih, bus akan berangkat tepat pukul 16:00 Wib. Sudah sekitar 2 jam kami menunggu bis. Pukul 15:30 Wib kami tetap menunggu diruang tunggu, sambil melihat-lihat dan mencari dari jauh awak bus kami. Kurang …

[REVIEW by Jun] Si Ganteng Pollock

Halo semua, apa kabar? Pada tulisan saya kali ini. Saya akan menulis review atau lebih tepatnya pengalaman pribadi saat menggunakan sepatu gunung Eiger Pollock. Basa-basi dulu ya, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa sepatu sangat berperan penting dalam kegiatan petualangan khususnya pendakian gunung. Mungkin banyak yang meremehkan fungsi sepatu pada saat mendaki, dan memilih untuk memakai sandal saja, padahal sepatu sangatlah penting untuk menunjang keselamatan dalam pendakian. Saking pentingnya sepatu, sekarang ini sudah banyak sepatu yang dikhususkan untuk pendakian gunung. Lebih lanjut lagi, saking pentingnya sepatu bagi pendaki gunung, maka ada beberapa tips untuk memilih sepatu untuk pendakian. Diantaranya sebagai berikut: 1.Tips yang pertama adalah, usahakan memilih sepatu yang tipe mid cut atau high cut, untuk pendakian tidak disarankan menggunakan sepatu low cut. Bingung? Yaudah saya jelaskan, yang pertama adalah high cut, jenis sepatu ini memiliki ciri-ciri menutupi bagian tumit sam…

Begini Cara Membuat Telur Asin Asap di Desa Sanankerto

Setelah mengunjungi Desa Wisata Poncokusumo, tibalah waktunya untuk berangkatmenuju Desa Wisata Sanankerto. Desa Wisata Sanakerto ini terletak di Kecamata Turen, Kabupaten Malang. 
Jadi, apabila kalian mampir ke Turen ( yang terkenal masjid jinnya itu)  jangan lupa sempatkan mampir ke Desa Wisata Sanankerto. *dekat kok*

Saya dan tim #EksplorDeswitaMalang diantar menuju lokasi pembuatan telur asin. Hari itu kami diizinkan melihat proses pembuatan telur asin dari awal. 


Oiya jangan lupa disini tidak hanya menjual telur asin biasa tapi ada telur asin asap juga loh dan jangan lupa ada bebek ungkepnya juga. 

Cara membuatnya begini :
Pertama-tama siapkan telur bebek ( ini mentah loh ya ) , pastikan telur bebeknya sudah dicuci bersih dan siap diproses pada tahap berikutnya.   Setelah itu siapkan batu bata yg telah dihancurkan, jangan lupa beri garam dalam batu bata tersebut, lalu bungkus telur bebek dengan olahan batu bata tersebut.Proses selanjutnya diamkan dan tunggu selama kurang …