Skip to main content

Terhenti Diselimuti Kabut Arjuno #KabutRinduArjuno ( Edisi 3 Terakhir)

Setelah bagian satu dan dua saatnya saya menceritakan bagian ke-3 dari pendakian arjuno desember 2015 yang lalu.
Kami melakukan perjalanan selama sekitar 5 hari, tapi kali ini saya merasakan pendakian yang enak karena tanpa muncak, dan hanya sekedar camping bahagia. Dengan membawa perbekalan yang cukup banyak layaknya camping ceria makan-makan, saya merasakan efeknya yaitu berat badan naik drastis. Saya berpikiran ketika turun dari pendakian berat saya bisa turun 2 kiloan nah ini mala tambah 4 kilo jadi intinya naik arjuno itu bikin gendut, coba aja.
Next perjalanan hari kedua saya sudah tiba di pondokan cuaca saat itu sedang hujan gerimis manja, dan keesokan harinya kami semua beristirahat sekedar meracik makanan, membuat pop corn, minum sirup dan lainnya layaknya hidup di kerendahan.
 
Pop Corn ala ketinggian
Masak mieee aakkkk

Si Ndok lagi jelasin resep ketinggian
Jangan pernah berpikiran kalo di gunung cuma bisa makan mie, roti atau oat meal, tapi kita bisa masak-masak semuanya sesuka hati.
Camp kali ini nikmat sekali kerjaannya sekedar bercerita satu sama lain, tidur-tiduran di hotel ala-ala ketinggian ( Read : Tenda ), makan-makan, dan lainnya ( GIMANA GAK GENDUT AAAK).
Santai tapi menikmati mungkin judul pendakian yang cocok bagi kami.
Keesokan harinya beberapa dari kami sangat mager untuk menuju welirang, karena alasan sudah pernah muncak ke welirang sehingga  pendakian kali ini hanya sekedar santai-santai. Jadi, yang jalan menuju welirang hanya Arya (si cewek berjilbab hitam).
Jadilah Arya yang muncak ke welirang, dengan semangat yang tinggi dia bergegas berangkat bersama teman-teman Majapala (SMAN 1 Gresik).


Menurut cerita arya, pendakiannya hanya setegah perjalanan saja, karena angin yang begitu kencang dan rombongan pendaki dari Majapala mengkhawatirkan situasi yang buruk, akhirnya memutuskan untuk turun saja.
Beberapa hari di tenda membuat saya dan teman-teman menjadi sangat akrab, kami berempat menceritakan pendakian kami ke Arjuno di tahun-tahun yang lalu kepada Arya.
Maklum Arya ini baru pertama kali naik ke Arjuno dan dia datang jauh dari Jogjakarta. Jadi cerita kami membuat motivasi tersendiri untuk Arya mendaki ke Arjuno.
Selang beberapa jam akhirnya dengan penasarannya Arya, Arya melanjutkan perjalanan lagi ke Arjuno. Ntah mengapa temanku yang satu ini meski cewek tapi ga ada capek-capeknya.

Dan sukses Akhirnya Arya sampe di Puncak Arjuno dengan bahagia, dia meceritakan pada kami bahwa pendakian di gunung Jawa timur sangatlah berbeda dengan pendakian-pendakian di Jawa Tengah. Dia sangat antusias sekali dengan pendakian Arjunonya.




Corat-Coret Hobi Jaman Sekarang :3

Lembah kidang yang dirindukan

Menurut saya sendiri lembah kidang selalu menjadi tempat yang asik untuk berdiam diri sejenak, sambil melamun-melamun ria. Dengan suasana yang asri pikiran penatpun hilang seketika.
Setelah menuntaskan muncak Arjuno Welirang dalam sehari, akhirnya malam haripun kami berpesta-ria memasak berbagai menu dan makan-makan. Sungguh malam natal yang luar biasa.

Husst... mereka lagi sibuk sendiri meracik masakan.( Dari kiri : Arya, Manggala dan Ndok )


Akhirnya pendakianpun berakhir dengan gembira....

Pendakian ini bersama : @bhumiardarma (Cek Instagram)

Note : bhumiadarma ini adalah salah satu partner travel yang didirikan oleh beberapa manusia-manusia yang berusaha mengabdi kepada bumi, mereka ini memiliki motto yaitu " Mengabdi untuk bumi, Mual kalau hanya diam, memunguti sampahpun kami lakukan".
Mereka bisa membantu menemani perjalanan kalian.
Info selanjutnya Hub Email: bhumiadarma@gmail.com atau CP :085649736277 / 082131684826.






Comments

  1. keren banget pemandangannya mba,,
    sy blom pernah muncak nih :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya keren banget, coba deh kapan2 muncak hahahhaa

      Delete
  2. Naik arjuno kalau lewat tretes ampun2 deh dengkul. Paling suka pas di lembah kidang, seger liatnya kalau pas hijau.

    Wah arya, akhirnya sampai puncak. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha jalur tretes emang menyiksa, apalagi ada tanjangan satu yang bikin nyiksa banget. tapi bagian yang paling bikin kangen ya Lembah Kidang.

      ayo kesana lagi maaaas hahahaha

      Arya emang yang paling semangat

      Delete
  3. Lembah kidang nya cakep, mau lah foto2 manja disana
    Btw nanjak arjuno 5 hari ???? ngak sanggup lah awak ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. foto2 manja aja di Lembah Kidang, paling cuma 2 hari nyampe. santaaai masih ada porter #lelahberjalan

      Delete
    2. Kalau bang cumi ikud, nanti kita sewa porter yang banyak...wes kuat2 bang. hahah

      Delete
    3. Hahaha sekalian porter khusus ojek gendong yesssss

      Delete
  4. mentalku kalau suruh mendaki agak kurang hehehhehe, pengen sih, dan baru mendaki Gunung Merbabu doang :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas boleh kapan-kapan join bareng ndaki :D

      Delete
  5. Ya..ampuun..ya, ampuun
    arjuno indah banget ternyata. Pingin suatu saat berkesempatan melangkahkan kaki ke sana

    ReplyDelete
  6. hahaha dulu saya naik jalur tretes mbak, dengkul rasanya mau mbledossss

    ReplyDelete
    Replies
    1. wakakak lebih panjang ya kalo via tretes ?

      Delete
  7. saya blm pernah mendaki, kepingin juga sekali - kali mendaki ....

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayo mass nyobainn, coba yg rendah-rendah dulu aja.

      Delete
  8. lembah kidang indah sekali ya, sayangnya hanya bisa melihat lewat foto..

    ReplyDelete
  9. kalo untuk pemula mau ikuti mendaki apa yang harus di lakukan terlebih dulu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahh kayaknya banyak nihhh persiapkan mental, fisik dll * Okee nanti kita bikinin tips & triknya *

      Delete

Post a Comment

Terimakasih Pembaca Mesra Berkelana
Yuk jangan lupa kasi komentarnya. Siapa tahu kita ketemu dan jadi jalan bareng.

Popular posts from this blog

Jangan Sampai Tertinggal Bus Titian Mas #28JamMataramPart1

Hari itu kami berdua memutuskan untuk segera memesan tiket bus untuk tujuan ke Mataram. Kenapa kami memilih menggunakan bus ? padahal waktu itu harga tiket pesawat dengan tiket bus tidak jauh beda, mungkin selisih sekitar lima puluh ribuan. Jawabannya adalah ?

Karena perjalanan menggunakan bus menurut kami lebih menyenangkan, dan memiliki waktu panjang dan sekaligus banyak yang bisa kami dapat di perjalanan *Azek* Tentu sebagian orang bertanya-tanya “ Tiket Cuma beda 50, kok ya capek-capek kayak orang susah “ “ Ribet, kelamaan “ Dan perkataan lainnya.. Hahaha


Setelah memesan tiket, penantian begitu panjang yang ditunggu-tunggu akhirnya selesai. Kami siap dan berangkat menuju kota yang dikenal dengan seribu masjid apalagi kalau bukan Kota Mataram.



Siang itu kami menunggu bus di Terminal Bungurasih, bus akan berangkat tepat pukul 16:00 Wib. Sudah sekitar 2 jam kami menunggu bis. Pukul 15:30 Wib kami tetap menunggu diruang tunggu, sambil melihat-lihat dan mencari dari jauh awak bus kami. Kurang …

[REVIEW by Jun] Si Ganteng Pollock

Halo semua, apa kabar? Pada tulisan saya kali ini. Saya akan menulis review atau lebih tepatnya pengalaman pribadi saat menggunakan sepatu gunung Eiger Pollock. Basa-basi dulu ya, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa sepatu sangat berperan penting dalam kegiatan petualangan khususnya pendakian gunung. Mungkin banyak yang meremehkan fungsi sepatu pada saat mendaki, dan memilih untuk memakai sandal saja, padahal sepatu sangatlah penting untuk menunjang keselamatan dalam pendakian. Saking pentingnya sepatu, sekarang ini sudah banyak sepatu yang dikhususkan untuk pendakian gunung. Lebih lanjut lagi, saking pentingnya sepatu bagi pendaki gunung, maka ada beberapa tips untuk memilih sepatu untuk pendakian. Diantaranya sebagai berikut: 1.Tips yang pertama adalah, usahakan memilih sepatu yang tipe mid cut atau high cut, untuk pendakian tidak disarankan menggunakan sepatu low cut. Bingung? Yaudah saya jelaskan, yang pertama adalah high cut, jenis sepatu ini memiliki ciri-ciri menutupi bagian tumit sam…

Begini Cara Membuat Telur Asin Asap di Desa Sanankerto

Setelah mengunjungi Desa Wisata Poncokusumo, tibalah waktunya untuk berangkatmenuju Desa Wisata Sanankerto. Desa Wisata Sanakerto ini terletak di Kecamata Turen, Kabupaten Malang. 
Jadi, apabila kalian mampir ke Turen ( yang terkenal masjid jinnya itu)  jangan lupa sempatkan mampir ke Desa Wisata Sanankerto. *dekat kok*

Saya dan tim #EksplorDeswitaMalang diantar menuju lokasi pembuatan telur asin. Hari itu kami diizinkan melihat proses pembuatan telur asin dari awal. 


Oiya jangan lupa disini tidak hanya menjual telur asin biasa tapi ada telur asin asap juga loh dan jangan lupa ada bebek ungkepnya juga. 

Cara membuatnya begini :
Pertama-tama siapkan telur bebek ( ini mentah loh ya ) , pastikan telur bebeknya sudah dicuci bersih dan siap diproses pada tahap berikutnya.   Setelah itu siapkan batu bata yg telah dihancurkan, jangan lupa beri garam dalam batu bata tersebut, lalu bungkus telur bebek dengan olahan batu bata tersebut.Proses selanjutnya diamkan dan tunggu selama kurang …