Skip to main content

MENCARI KETENANGAN HATI DI PADANG RUMPUT GILI

Gili Trawangan adalah yang terbesar dari ketiga pulau kecil atau gili yang terdapat di sebelah barat laut Lombok. Trawangan juga satu-satunya gili yang ketinggiannya di atas permukaan laut cukup signifikan. Dengan panjang 3 km dan lebar 2 km, Trawangan berpopulasi sekitar 800 jiwa.(https://id.wikipedia.org/wiki/Gili_Trawangan)
Banyak sebagian mengira bahwa Gili Trawangan adalah tempat yang ramai sekali, padat, sesak, sehingga sebagian orang mengira mustahil di tempat ini mendapatkan ketenangan jiwa dan kenyamanan. Karena sudah menjadi tempat pariwisata terhits abis, sejak tahun 2011.
Namun ternyata di Gili Trawangan kalian bisa mendapatkan ketenangan yang maksimal loh.

Ayunan Ombak Sunset yang Ngehits
Siang-siang yang lagi sepi...
Sore itu usai istirahat dan makan-makan, kami memutuskan mengelilingi pulau Gili Trawangan dengan berjalan kaki. Ternyata di Pulau Gili masyarakat tetap menjalankan keseharian hidupnya seperti halnya masyarakat di pulau-pulau kecil lainnya. Meski mayoritas banyak didirikan hotel-hotel, bar-bar, kursus diving, restoran dan lainnya. Masyakat Gili tetap hidup seperti pada umumnya. Tetap ada sekolah, ada pasar lokal, ada masjid yang lumayan besar dan kalo saya gak salah lihat, ada pemakaman juga. 

Masjid di Gili Trawangan (sumber :http://mblusuk.com/279-Mblusuk-Gili-Trawangan.html)

Gili di sore itu membuat kami kagum, tetang keanekaragaman manusia yang masuk ke Pulau kecil ini. Mereka tetap bisa menerima satu sama lain, dan menghargai.
Kekaguman saya tak ada henti-hentinya dengan tempat ini. Tempat yang membuat suasana hati selalu damai dan tenang. Tanpa Polusi seperti layaknya di perkotaan.

asik tanpa polusii dan asrii !!

Jalan demi setapak kita lalui, dan ternyata di Gili ada Padang Rumputnya loh.

The Meaning Of LEYEH-LEYEH !!!!

Duduk-duduk sore disini, sambil membawa tikar kecil sepertinya suasananya  pas sekali.
Sepi dan tidak begitu ramai, seperti di pinggir-pinggir pantai.
Disini kalian tentu bisa merasakan kesejukan dan ketenangan yang luar biasa. Sambil menunggu matahari tenggelam dan melihat sapi atau kuda mencari rerumputan. 

Yogaa-yogaan ini mah

Mungkin rasanya seperti duduk-duduk di padang rumput Sumba, sambil melihat kuda-kuda yang sedang merumput atau berlarian.
Sekitar 20 menit kami disini dan hanya 1-2 orang yang lewat di tempat ini.
Mungkin tempatnya yang agak kedalam, melewati perkampungan dulu. Sehingga jarang orang tahu.

Sore-soree yang santaaaiii

Jadi Gili Trawangan tetaplah nyaman dan bisa menjadi tempat untuk menenangkan pikiran.

Gimana cara kesananyasih ?
1. Siap jalan kaki muterin gili
2. Blusuk-blusuk aja ntar nemu kok

Comments

  1. Aku kok gak nemu beginian ya pas kesini. Ini di belakang deketnya ayunan ombak sunset ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ga deket2 banget sih mas, ini di area perkampungan penduduknya 😁

      Delete
  2. Gili Trawangan sudah sangat terkenal sebagai destinasi wisata di Lombok.Tapi tidak ramai juga ya. Apa mungkin karena low seasons, Mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini dateng pas slse lebaran mbak, mungkin efek mainnya di perkampungan jadi agak sepi. Kalo dibagian yang dekat pantai atau depan pasti bakaln raamai 😁

      Delete
  3. Wah Gili Trawangan nya terlihat sepi sekali, beda sama saya ketika datang di long weekend bulan Mei yang lalu, rame parah!

    Nice info buat info kalau di Gili Trawangan ternyata ada padang rumput nya, saya tau nya disana cuma ada pantai dan bule-bule aja hahaha

    ReplyDelete
  4. berkali kali ke gili malah belum pernah sampai ke padang rumput nya, heuheuheu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha itu deket perkampungan. Maklum kami waktu itu jalan kaki yauda asal jalan 😁 eh nemu

      Delete
  5. artikel yang menarik, terimakasih..

    ReplyDelete

Post a Comment

Terimakasih Pembaca Mesra Berkelana
Yuk jangan lupa kasi komentarnya. Siapa tahu kita ketemu dan jadi jalan bareng.

Popular posts from this blog

Begini Cara Membuat Telur Asin Asap di Desa Sanankerto

Setelah mengunjungi Desa Wisata Poncokusumo, tibalah waktunya untuk berangkatmenuju Desa Wisata Sanankerto. Desa Wisata Sanakerto ini terletak di Kecamata Turen, Kabupaten Malang. 
Jadi, apabila kalian mampir ke Turen ( yang terkenal masjid jinnya itu)  jangan lupa sempatkan mampir ke Desa Wisata Sanankerto. *dekat kok*

Saya dan tim #EksplorDeswitaMalang diantar menuju lokasi pembuatan telur asin. Hari itu kami diizinkan melihat proses pembuatan telur asin dari awal. 


Oiya jangan lupa disini tidak hanya menjual telur asin biasa tapi ada telur asin asap juga loh dan jangan lupa ada bebek ungkepnya juga. 

Cara membuatnya begini :
Pertama-tama siapkan telur bebek ( ini mentah loh ya ) , pastikan telur bebeknya sudah dicuci bersih dan siap diproses pada tahap berikutnya.   Setelah itu siapkan batu bata yg telah dihancurkan, jangan lupa beri garam dalam batu bata tersebut, lalu bungkus telur bebek dengan olahan batu bata tersebut.Proses selanjutnya diamkan dan tunggu selama kurang …

Jangan Sampai Tertinggal Bus Titian Mas #28JamMataramPart1

Hari itu kami berdua memutuskan untuk segera memesan tiket bus untuk tujuan ke Mataram. Kenapa kami memilih menggunakan bus ? padahal waktu itu harga tiket pesawat dengan tiket bus tidak jauh beda, mungkin selisih sekitar lima puluh ribuan. Jawabannya adalah ?

Karena perjalanan menggunakan bus menurut kami lebih menyenangkan, dan memiliki waktu panjang dan sekaligus banyak yang bisa kami dapat di perjalanan *Azek* Tentu sebagian orang bertanya-tanya “ Tiket Cuma beda 50, kok ya capek-capek kayak orang susah “ “ Ribet, kelamaan “ Dan perkataan lainnya.. Hahaha


Setelah memesan tiket, penantian begitu panjang yang ditunggu-tunggu akhirnya selesai. Kami siap dan berangkat menuju kota yang dikenal dengan seribu masjid apalagi kalau bukan Kota Mataram.



Siang itu kami menunggu bus di Terminal Bungurasih, bus akan berangkat tepat pukul 16:00 Wib. Sudah sekitar 2 jam kami menunggu bis. Pukul 15:30 Wib kami tetap menunggu diruang tunggu, sambil melihat-lihat dan mencari dari jauh awak bus kami. Kurang …

[REVIEW by Jun] Si Ganteng Pollock

Halo semua, apa kabar? Pada tulisan saya kali ini. Saya akan menulis review atau lebih tepatnya pengalaman pribadi saat menggunakan sepatu gunung Eiger Pollock. Basa-basi dulu ya, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa sepatu sangat berperan penting dalam kegiatan petualangan khususnya pendakian gunung. Mungkin banyak yang meremehkan fungsi sepatu pada saat mendaki, dan memilih untuk memakai sandal saja, padahal sepatu sangatlah penting untuk menunjang keselamatan dalam pendakian. Saking pentingnya sepatu, sekarang ini sudah banyak sepatu yang dikhususkan untuk pendakian gunung. Lebih lanjut lagi, saking pentingnya sepatu bagi pendaki gunung, maka ada beberapa tips untuk memilih sepatu untuk pendakian. Diantaranya sebagai berikut: 1.Tips yang pertama adalah, usahakan memilih sepatu yang tipe mid cut atau high cut, untuk pendakian tidak disarankan menggunakan sepatu low cut. Bingung? Yaudah saya jelaskan, yang pertama adalah high cut, jenis sepatu ini memiliki ciri-ciri menutupi bagian tumit sam…