Halo Salam Mesra
Ahay..
Kali ini saya dan Jun berinisiatif icip-icip mesra espresso Indonesia.
Loh ?
Apa itu ?


Bagi para pecinta kopi dan penikmat kopi sejati pasti gemar icip-icip cita rasa berbagai kopinya Indonesia. Apalagi, Indonesia merupakan negara yang khas dengan hasil biji kopinya.
Dan gak bisa bohong kalau rasa kopi digiling itu lebih nikmat. 
Ya ya ya

Ternyata rasa kopi itu gak itu-itu aja. Kopi dari Sabang sampai Merauke tentu punya ciri khas yang bermacam-macam. 
Maklumlah, kan beda tempat tumbuh juga dan banyak faktor lainnya.
Sejujurnya kalau mau melihat secara detail, biji kopipun terlihat berbeda dan dari segi warna dan aromanya. *pastidong*
Kali ini kalau mau icip-icip mesra kopi Indonesia, dateng aja ke @45coffeeshopnginden.




Dijamin kalian akan bingung mau pilih dia atau dia *eh pilih aku deng*
76 rasa kopi tentu bikin kalian geleng-geleng. 
76 rasa kopi ini buanyak banget mulai dari aceh gayo, flores bajaw, flores manggarai, mandaeiling dan banyak lain *takhapal*
Hayo sekali duduk mau pesen berapa kopi ?
Haha
Intinya secukupnyalah jangan berlebih. *kalo traktir gpp berpahala* 
Oh ya buat kalian yang gak biasa bawa uang tunai, kalian bisa gesek debit loh asik kan. 
Dan jangan khawatir, soal harga terjangkau kok *asik*
Oh ya kali ini saya dan Jun lagi nyobain kopi Flores dan kopi Mandaeiling. Kebetulan yang kami pesan  kopi yang sudah disaring jadi tinggal glek deh huahaha
Ya dimulai dari kopinya dulu deh, baru  berangkat ke Floresnya asikk
Yuk langsung. 


Untuk Kopi Flores Manggarai menurut Jun, tidak begitu pahit, dengan sedikit rasa asam, dan aroma buah-buahan tropis khas kopi manggarai sangat terasa
Untuk Kopi Mandaeiling menurut saya ( Lidia), Wahh awal minum saya kok jatuh cinta ya rasanya tidak begitu pahit, aromanya harum, dan menurut saya ada rasa buah berrynya. ( pernah makan berry kan ? ya gt rasanya Hahah )
Kopi dihidangkan sekitar 150ml dengan cangkir yang imut mentik unyuk *hallah*

Tuang bubuk kopi yang telah selesai digiling

Yang saya lihat pembuatan kopi menggunakan sistem pour over, dimana setelah kopi digiling, sediakan pour over, letakan kertas filter dan masukkan biji kopi yang telah digiling. Basahi kertas filter dengan air panas, dan usahakan seluruhnya betul-betul panas, ini bertujuan untuk menghindari aroma kertas yang bisa aja tercampur dengan seduhan kopi dan supaya alat V60 dan wadahnya juga panas. 

Masukkan air sedikit demi sedikit dengan gerakan melingkar
Lalu masukkan bubuk kopi kedalam alat, dan buat lubang kecil ditengahnya, dan tuang air dari arah tengah dan dilanjutkan melingkar.
yeahh  *loisimoz berhasil Haha

Masukkan air, sesekali tunggu sebentar agar aroma tercium dan rasa lebih nikmat
 
Lalu tunggu dulu biar aromanya tercium dan tentu rasanya lebih nikmat.
Tunggu dan sampe terserap kopinya.


Setelah itu tunggu sampai selesai


Siap disajikan !!

Tips:
Cara menikmati kopi jangan lupa minum, dan rasakan ke langit-langit di lidah kalian.
Penasaran kan ?


Yeah
Jadi kapan kalian mau nyobain ? 

Yuk kemari 

 

Sudah mengunjungi candi cetho, jangan lupa tetap berjalan menuju timur candi cetho, karena masi ada 2 tempat lagi, yaitu pura saraswati dan candi kethek.
Untuk memasuki kawasan pura saraswati anda dikenai tarif masuk sebesar Rp.1500. seperti biasa karena kawasan ini letaknya diketinggian 1500mdpl jadi kabut-kabut tipis kerap menghampiri.

Candi Cetho setelah hujan
Puri saraswati atau Puri Taman Saraswati adalah bangunan baru yang dihibahkan dari Bupati Gianyar Bali, AA Gede Agung Barata untuk Bupati Karanganyar Hj. Rina Iriani S.R.N *cieee* sebagai bentuk kerjasama dan ikatan persaudaraan antaran masyarakat hindu bali dan hindu jawa.

Area Pura Saraswati
Kawasan puri saraswati ini masi dipergunakan untuk tempat beribadah bagi kaum  hindu.
Awal memasuki kawasan puri saraswati, suasana magis begitu terasa kental, disusul datangnya kabut-kabut menjadikan tempat pura ini begitu sakral, dan beribadahpun bisa menjadi nyaman dan tenang.

Patung Saraswati dan Beberapa Sesajen
Pura saraswati sangat jauh berbeda dengan candi cetho, meski letaknya berdekatan, namun di lokasi pura ini masi sangat terjaga, suasana selayaknya tempat peribadatan pada umumnya, sunyi dan magis. 

Pelataran Tempat Ibadah
Di ujung timur lagi, dekat dengan pura saraswati terdapat tempat pemandian, konon biasanya tempat pemandian ini digunakan untuk pensucian sebelum melakukan ibadah, meminta berkah, awet muda dan lainnya deh.
Eehh tempat pemandiannya ( Sendang Pundi Sari) ini terdiri dari satu ruangan dengan rambatan akar-akar pohon besar diatasnya. Jadi kelihatan horornya sih sebenernya. Di dalamnya ada kolam tempat air dan di dalam kolam banyak sekali uang koin-koin yang dilempar kedalamnya, dan bunga-bunga banyak.
Di sendang ini membuat bulu saya makin merinding entah mengapa, awal Jun ngajak masuk kedalam sendang tersebut saya betul-betul menolaknya, perasaan saya berubah drastis merasakan ada hawa-hawa yang lainnya. Jadi hanya jun saja yang masuk dan saya menunggu di luaran sendang (mungkin si Jun masih ada hubungan darah sama orang-orang hindu jawa kali ya, makanya berani aja) Hahahah..
 
Pemandian Saraswati
Pikirku awal-awal tempat itu tidak begitu membuat saya merinding eh gataunya saya takut sendiri..
Yang perlu diingat adalah para wisatawan harusnya mengerti akan peraturan-peraturan yang sudah ada, semisal memasuki pura dengan melepas sandal, toh apa susahnya sih. Lah beberapa dari wisatawan ada yang asal masuk tanpa memperhatikan peraturan yang ada. Misal melepas sandal, jangan berisik dan tetap sopan menghargai yang beribadah.
Meski tidak ada yang beribadah sih, tapi seengaknya kita harus saling menjaga dan menghormati yang utama.

Perhatian
Waktu itu saya sempat melihat ada orang terpeleset di Pura, dia pada waktu itu menggunakan sandal, pikirku mungkin terpelesetnya dia peringatan dari Dewi Saraswati atau ya sudahlah.

Saraswati hadiah dari Pulau Dewata
Kabut mulai tebal lagi, dan sore itu cepat sekali menjadi gelap. Dan pada akhirnya kami berdua bergegas kembali sebelum malam menjemput.

Yuk Kemari !