Skip to main content

Begini Cara Membuat Telur Asin Asap di Desa Sanankerto

Setelah mengunjungi Desa Wisata Poncokusumo, tibalah waktunya untuk berangkat menuju Desa Wisata Sanankerto. Desa Wisata Sanakerto ini terletak di Kecamata Turen, Kabupaten Malang. 

Jadi, apabila kalian mampir ke Turen ( yang terkenal masjid jinnya itu)  jangan lupa sempatkan mampir ke Desa Wisata Sanankerto. *dekat kok*


Saya dan tim #EksplorDeswitaMalang diantar menuju lokasi pembuatan telur asin. Hari itu kami diizinkan melihat proses pembuatan telur asin dari awal. 



Oiya jangan lupa disini tidak hanya menjual telur asin biasa tapi ada telur asin asap juga loh dan jangan lupa ada bebek ungkepnya juga. 


Cara membuatnya begini :

  1.  Pertama-tama siapkan telur bebek ( ini mentah loh ya ) , pastikan telur bebeknya sudah dicuci bersih dan siap diproses pada tahap berikutnya.  
  2. Setelah itu siapkan batu bata yg telah dihancurkan, jangan lupa beri garam dalam batu bata tersebut, lalu bungkus telur bebek dengan olahan batu bata tersebut. 
  3. Proses selanjutnya diamkan dan tunggu selama kurang lebih 3 harian.
  4. Setelah itu telur dibersihkan dan tahap selanjutnya telur siap direbus, waktunya kurang lebih sekitar 10-15 menit 
  5. Setelah itu tiriskan dan diamkan sebentar dulu, lalu siap di santap.
Siapkan telur bebek
Siapkan batu bata beserta beri garam

Balut telur dengan bata yang telah diberi garam
Letakkan dalam ember, tata dengan rapih ya agar tidak pecah


Nah untuk telur asin asapnya, ada tambahan lagi nih, dalam proses pembuatannya. Setelah melalui 5 tahapan tersebut telur asin diletakkan di dalam drum, meletakkannya harus hati-hati jangan sampai pecah. Masukkan telur kedalam drum dan telur siap di asap. 


Siapkan api, dan siap untuk di asapkan
Serabut kelapa siap dibakar


Proses pengasapan sendiri ini membutuhkan waktu kira-kira 6-8 Jam ( lumayan lama ya) . Karena proses yang lama dan lebih rumit ini, harga telur asin asap ini lebih mahal dikit yaitu Rp.3000-3500 perbutir telurnya. Sedangkan untuk telur asin biasa hanya dipatok harga Rp.2500. Untuk telur asin asap sendiri dia tahan lebih lama jadi tidak perlu khawatir kalau cepat basi.


Telur diasap hingga warnanya kecoklatan


Di rumah pembuatan telur asin ini sehari-hari bisa menghasilkan kira-kira 200 telur  dari 100 ekor bebek  (lumayan banyak ya). 


Nah untuk rasa telur asin asapnya ini menurut saya enak, rasanya lebih gurih dan panggang gitu, dan yang paling saya suka kuning telurnya begitu matang, tidak terlalu asin rasanya. 

Setelah asik icip-icip telur asinnya, rasanya gak afdhol rasanya kalau saya gak mencoba bebek ungkepnya. Bebek ungkepnya sendiri rasanya enak, dan dagingnya empuk sekali, paling nikmat makannya menggunakan sambal. Ps*bebek ungkepnya saya lupa foto ya karena keenakan hehe

Mbak Silviana mencoba telur bebek asap, tampak terlihat tekstur kuningnya lebih matang


Selain menjual telur asin, disini juga menyediakan bebek ungkepan yang telah di bumbu. Jadi, apabila ibuk-ibuk yang sibuk dan ingin tetap bisa memasak praktis, langsung saja pesan bebek ungkepnya. Bebek ungkepan ini tinggal di goreng saja, siapkan nasi hangat dan sambal (langsung makan).


Telur Asin dalam besek
Untuk pemasarannya sendiri baru di pasarkan sekitar Desa Sanankerto, Kab. Malang. Namun apabila ada wisatawan yang ingin mampir dan memesan telur asin disini bisa juga kok dengan langsung menghubungi kontak di bawah ini yak. 


Alamat Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, 
Kab. Malang, Jawa Timur

Telp: 0838-4882-4802 (Mas Rudi)

08533-167-4242 (Mas Wahyudi)

Comments

  1. Jadi ingat waktu megang telur pas diasapi. Panas banget hahahahhaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahah aku belum nyoba sensasi melocot kepanasannya wkwkw

      Delete
  2. Rasanya enak yang telur asap, creamy gitu meski gak terlalu asin terus sedap juga baunya. Ohya aku sebenernya pengen nambah makan telurnya tapi sungkan sama orang-orang, masak anak gadis kalap kalau makan. Hahaha

    ReplyDelete
  3. Ingat telur asap yang panas mengepul, jadi ingat telurnya hanif....wkakwka

    ReplyDelete
  4. telur asin ini ya, hmm gak ada di luar negeri wkwk. kita seharusnya bangga inovasi makanan yang satu ini. favorit aku banget ini mbak, dimakan sama nasi anget gitu tok aja enake pol :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha iya harus bangga, jangan lupa sambel ulegnya , perpaduan yang pas

      Delete
  5. Sayangnya aku dr dulu gak suka telor asin. Jadinya cukup melihat proses pembuatan tanpa mencicipi. huhuhu eh btw emg proses dilumuri batu bata itu cm 3 hari yak? kirain sampai berminggu2. hahaha gak nyimak pas ini. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha aku juga kaget sih kok bentar amat, harusnya bisa sampai 2 minggu. Tp mungkin kadar garamnya lebih di banyakin sehingga lebih cepat :D

      Delete
  6. Jadi penasaran ama rasa telur asin diasap itu. Di sini belum ada soalnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah iya kah, nyobain aja mas, telur asap ini bisa tahan lama kok :D

      Delete
  7. saya juga suka telur asiinn hehee

    ReplyDelete
  8. Nek temenku dulu pas SMP bikin Telur Asin rasa-rasa, jadi rasanya nggak cuma asin, kalo nggak salah asin+pedes. Menang lomba Karya Ilmiah tingkat SMP. Bebek ungkepnya bikin penasaran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahh itu cah SMP wis bisa kreasi macem2 telur asin ya mas galant 😂.

      Enak bebek ungkepnya, tulangnya empuk juga bisa di kunyah haha

      Delete
  9. Penasaran sama bebek ungkepnya e...utuh kan bebek ungkepnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. bebeknya itu seinget saya potong2an mas. Mungkin kalo pesan yang utuh bisa juga :)

      Delete
  10. Telur asap sama telur asin harganya selisih 500-1000 rupiah aja ya, tapi belum pernah nyicip deh sebelumnya.

    Mungkin tulisan ini bisa menginspirasi bagi yang pingin resign karena susah cuti dan memulai bisnis..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak dwi, beda dikit harganya. Tapi kalo aku sih lebih suka yg asin.

      Haha iya, bisa juga buat bahan praktek anak2 smp gt.

      Delete
  11. Kirain telur asin itu langsung begitu saja. Eh tahu nya ada proses nya juga ya Mbak. Trus itu garam sama bata dijadiin satu ya untuk dibalurin ke telurnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bata sama garam dijadikan satu mas.

      Kalo prosesnya lama, biasanya bakalan asin gt

      Delete
  12. Aku suka telur asin. Dulu waktu kecil ada tetangga yang buat. Kalo lagi liburan sering ke sana main-main pakai bata halus yang dipake buat mengasinkan telur.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Idola telur asin banyak sekali haha

      Wah aku belum pernah nyobain mbak, kalo balurin telur dg batanya :(
      jadi pengen

      Delete
  13. Favorittt akuu ini telur asiin :D tp belum pernah cobaiin yg telur asin asaap, makin gurih yak rasanyaa? penasaran eh hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, makin gurih rasanya.
      Dan yg asap ini ga begitu asin sih, jadi cocok buat yg gak terlalu suka asin- asin

      Delete
  14. telor asin!! camilan favorit banget nihhh
    pernah diajarin buat waktu di SMP sihh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Ampun aku mah SMP blum nyoba buat2 gini mbak.
      Tentu seru ya, eh tapi kalo praktek gt apa iya di tunggu seminggu telurnya ?

      Delete
  15. jadi kepikiran usaha telur asin asap nie mbak setelah baca artikel njenengan....teman saya pernah coba buat dan setelah icip" rasane nendang asinnya hehehe soale dicampur dengan jahe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah mas, kalo di campur jahe aku blm pernah tau malahan.

      Iya mas, ternyata buat telur asin itu sbnernya gampang. Tinggal yaitu milih2 jenis telurnya aja.

      Delete
  16. mesjid jin gimana tuh Mbak ceritanya? aku bahkan ampe ga fokus sama telor asinnya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masjid Turen sih aslinya, orang2 banyak nyebut masjid jin. Soalnya masjidnya secara tiba2 bangunannya jadi begitu megah gt. Coba cek di google aja mbak :)

      Delete
  17. Hmm, bebek ungkepnya yang dimasak kuah pedes tuh, rasanya seperti masih nancep di kepala, duh siang-siang lagi baca ini, salah salah salah.

    ReplyDelete
  18. Kau tahu? Pikiran luguku dulu mengatakan kalau membuat telur asin sesimpel memberi garam pada telur :'(

    ReplyDelete

Post a Comment

Terimakasih Pembaca Mesra Berkelana
Yuk jangan lupa kasi komentarnya. Siapa tahu kita ketemu dan jadi jalan bareng.

Popular posts from this blog

Manja-manjaan sama Wing Stop di Surabaya

Holaaa apakabar penggemar Ayam sejagad raya. Kalian haruss tauu WING STOP, chicken wings yang ciamik rasanya menyentuh hati ini udah ada di SURABAYA. Hayo dimana ? Yuk mari merapat, mampir mesra di SUTOS ( Surabaya Town Square) awal-awal agak ragu mau dateng kesini, passan lagi bokek /butuhdana/. Akhirnya setelah cari info kesana kemari.  Dan tadaa kami berdua coba cicip-cicip mesra di Wing Stop ini. Pas pertama masuk untuk tempat suasananya nyaman sih. Ya cocok untuk berlama juga 1-3 jam buat ngobrol dan makan mesra gitu.
Menu andalannya disini adalah Chicken Wingsnya ini yang bikin ketagihan /magerpulang/ disitu aja, makan chicken terus. Wah rasanya enaklah, rasanya juga macem-macem kok.  ada 9 rasa jadi kalian bisa pilih-pilih diantaranya ada rasa RED HOT CAJUN, MANGO HARBANERO, ASIAN SPICE, GARLIC PARMESAN, LOUSIANA RUB, HICKORY SMOKED BBQ, HAWAIIAN, LEMON PEPPER, TERIYAKI. 


Menu yang ditawarkan juga gak cuma chicken wings aja tapi ada dessert, fries, macem-macemlah.

Buat SoaL HARGA  Gausa…

Jangan Sampai Tertinggal Bus Titian Mas #28JamMataramPart1

Hari itu kami berdua memutuskan untuk segera memesan tiket bus untuk tujuan ke Mataram. Kenapa kami memilih menggunakan bus ? padahal waktu itu harga tiket pesawat dengan tiket bus tidak jauh beda, mungkin selisih sekitar lima puluh ribuan. Jawabannya adalah ?

Karena perjalanan menggunakan bus menurut kami lebih menyenangkan, dan memiliki waktu panjang dan sekaligus banyak yang bisa kami dapat di perjalanan *Azek* Tentu sebagian orang bertanya-tanya “ Tiket Cuma beda 50, kok ya capek-capek kayak orang susah “ “ Ribet, kelamaan “ Dan perkataan lainnya.. Hahaha


Setelah memesan tiket, penantian begitu panjang yang ditunggu-tunggu akhirnya selesai. Kami siap dan berangkat menuju kota yang dikenal dengan seribu masjid apalagi kalau bukan Kota Mataram.



Siang itu kami menunggu bus di Terminal Bungurasih, bus akan berangkat tepat pukul 16:00 Wib. Sudah sekitar 2 jam kami menunggu bis. Pukul 15:30 Wib kami tetap menunggu diruang tunggu, sambil melihat-lihat dan mencari dari jauh awak bus kami. Kurang …

[REVIEW by Jun] Si Ganteng Pollock

Halo semua, apa kabar? Pada tulisan saya kali ini. Saya akan menulis review atau lebih tepatnya pengalaman pribadi saat menggunakan sepatu gunung Eiger Pollock. Basa-basi dulu ya, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa sepatu sangat berperan penting dalam kegiatan petualangan khususnya pendakian gunung. Mungkin banyak yang meremehkan fungsi sepatu pada saat mendaki, dan memilih untuk memakai sandal saja, padahal sepatu sangatlah penting untuk menunjang keselamatan dalam pendakian. Saking pentingnya sepatu, sekarang ini sudah banyak sepatu yang dikhususkan untuk pendakian gunung. Lebih lanjut lagi, saking pentingnya sepatu bagi pendaki gunung, maka ada beberapa tips untuk memilih sepatu untuk pendakian. Diantaranya sebagai berikut: 1.Tips yang pertama adalah, usahakan memilih sepatu yang tipe mid cut atau high cut, untuk pendakian tidak disarankan menggunakan sepatu low cut. Bingung? Yaudah saya jelaskan, yang pertama adalah high cut, jenis sepatu ini memiliki ciri-ciri menutupi bagian tumit sam…