Skip to main content

Barang Bawaan dan Terminal Mandalika Mataram #28JamMataramPart3

Bus keluar dari kapal dan melanjutkan perjalanan lagi menuju Terminal Mandalika Mataram. Sebetulnya Mataram bukanlah tujuan akhir, Bus ini akan berhenti terakhir di Terminal Bima.


Jalanan demi jalanan sudah dilalui, akhirnya satu persatu penumpang turun, termasuk dua mbak-mbak yang duduk diatas sound system.
Lagi-lagi saya mengantuk dan mulai lelah, nasi kotak yang saya dapat bus tadi pagi tidak saya makan. Mulut rasanya sudah pahit, badan juga mulai lelah dan ingin segera mandi.


Kurang lebih empat puluh menit perjalanan, akhirnya kamipun mengakhiri perjalanan dan tiba di Terminal Mandalika.Kami tidak turun didalam Terminal, kami turun di depan pintu masuk Terminal. Beberapa barang bawaan saya pegang dan saya bawa dengan erat, hal ini dilakukan untuk menghindari pengangkut barang yang terkadang meminta bayaran yang berlebihan.

Misal sudah diberi Rp.5000, minta tambahan Rp.10.000 dan seterusnya. 


Bawa barang bawaanmu dengan baik

Pengalaman ini juga pernah saya dapat dari ceritanya Mas Inggit (lajurpejalan.com) , waktu itu di Bima mas Inggit pernah dimintai uang secara paksaan, dan kondisi keuangan sudah menipis, jadi Mas inggit menggertak kuli barang tersebut. Awalnya sudah diberi uang, tapi masi mengeluh kurang. Padahal tidak minta dibawakan barangnya.

Setelah turun dengan selamat, akhirnya kami berjalan menuju ke warung untuk membeli beberapa kebutuhan sekaligus mencari informasi mengenai angkot yang akan kami tumpangi nanti. Setelah mendapatkan informasi saatnya kami mulai berjalan kaki untuk keluar dari Terminal Mandalika.


Kami berjalan untuk sampai ke sisi jalan raya tempat bemo lewat. Setelah itu kami menunggu bemo berwarna putih, setelah mendapatkan bemo dan bernego harga, dapatlah harga deal Rp.12000  perorang rute dari Jalanan depan masuk Terminal Mandalika sampai Pelabuhan menuju Gili Trawangan.

Sangat murah meriah

Karena perjalanan cukup jauh, pertama melewati perkotaan disusul masuk ke hutan yang berkelak-kelok dan lainnya.

Waktu tempuh kami sangat lama, saat hendak menuju pelabuhan karena bemo ini berhenti-berhenti terus untuk mengambil barang-barang yang akan diantar ke Gili. Sampai-sampai pada akhirnya Jun sudah mulai lelah dan kesal sendiri dengan bapak supir.

Saya sampai ingat betul, melewati Toko MJM saja sudah lebih dari 6x sampai saya mulai hafal dengan jalanan itu. Tapi bagaimanapun juga harus tetap bersabar.

Setelah kurang lebih satu jam berputar-putar keliling, akhirnya mobilpun berhenti di pertokoan sepeda. setelah bapak supir memasukkan beberapa barang, Jun akhirnya bertanya " Pak, mau sampai kapan ini ? Masih lama ya "

Pak supir, " Oh, engga ini sungguhan yang terakhir, habistu berangkat, tunggu ya "

Dengan wajah yang sudah mulai lelah Jun hanya menganggukkan kepala.

Dan pada akhirnya mobilpun berjalan menuju pelabuhan.


Tips 
  • Sebelum turun dari bis, chek barang-barang kamu agar tidak ada yang tertinggal di bis.
  • Saat turun di Terminal Mandalika, usahakan bawa barang-barangmu dengan baik, pastikan tidak terbawa oleh kuli barang (dibawakan) dan minta upah. karena terkadang mereka bisa meminta upah dengan harga tidak wajar. (Kecuali memang minta dibawakan ya)
  • Saat turun di Terminal Mandalika, sebaiknya turun di depan Gerbang saja, agar nantinya saat keluar mencari bemo, kamu tidak terlalu berjalan jauh.
  • Pilihlah angkutan/ bemo yang ramai agar kamu cepat diantarkan sampai ke Tujuanmu, karena kalau sepi seperti saya tadi (kosong penumpang), bisa-bisa bemo/angkutan tersebut memilih ngetem dulu dan menunggu penumpang. 






Comments

  1. Kapan ya terminal-terminal di berbagai daerah bisa seaman dan senyaman stasiun atau bahkan bandara?
    Padahal termina adalah pintu kedatangan suatu daerah. Jika di awal saja sudah macam begitu bukan kah akan dicap seperti itu selawasnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, rasa-rasanya masi nyaman di Stasiun mlahan 😂, makanya banyak org mending naik kereta timbang bus

      Delete
    2. Cuma terminal Solo yang menurut saya paling nyaman Mas. :D

      Delete
    3. Bungurasih ini lumayan sih, tp paling ngeri kalo high season haha banyak yg nawarin garasi 😂

      Delete
  2. kalau di umur mbak yang sekarang kayaknya udah nggak kuat lagi perjalanan darat yang jauh dengan bus dan turun di terminal Lid, selain fisik juga faktor keamanan sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, itu dulu juga iseng kok wkwkw aslinya naik pesawat ya bisa aja, harganya loh beda 30rb aja klo sama pesawat 😂

      Delete
  3. Jadi membayangkan jika berpergian sendirian kemudian dikejar-kejar sama kuli barang T.T aku kan orangnya ga enakan ya... huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan dibayangkan mbak huhahaa lagian gak aman juga kalo cewek sendirian 😂 apalagi dg darat dan lintas pulau
      Kalau seandainyapun sendirian, mending naik pesawat aja 😂

      Delete
  4. Kalo baca Gili Trawangan langsung keinget tiket promo yg dulu terpaksa gak kepake.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terimakasih Pembaca Mesra Berkelana
Yuk jangan lupa kasi komentarnya. Siapa tahu kita ketemu dan jadi jalan bareng.

Popular posts from this blog

Begini Cara Membuat Telur Asin Asap di Desa Sanankerto

Setelah mengunjungi Desa Wisata Poncokusumo, tibalah waktunya untuk berangkatmenuju Desa Wisata Sanankerto. Desa Wisata Sanakerto ini terletak di Kecamata Turen, Kabupaten Malang. 
Jadi, apabila kalian mampir ke Turen ( yang terkenal masjid jinnya itu)  jangan lupa sempatkan mampir ke Desa Wisata Sanankerto. *dekat kok*

Saya dan tim #EksplorDeswitaMalang diantar menuju lokasi pembuatan telur asin. Hari itu kami diizinkan melihat proses pembuatan telur asin dari awal. 


Oiya jangan lupa disini tidak hanya menjual telur asin biasa tapi ada telur asin asap juga loh dan jangan lupa ada bebek ungkepnya juga. 

Cara membuatnya begini :
Pertama-tama siapkan telur bebek ( ini mentah loh ya ) , pastikan telur bebeknya sudah dicuci bersih dan siap diproses pada tahap berikutnya.   Setelah itu siapkan batu bata yg telah dihancurkan, jangan lupa beri garam dalam batu bata tersebut, lalu bungkus telur bebek dengan olahan batu bata tersebut.Proses selanjutnya diamkan dan tunggu selama kurang …

Jangan Sampai Tertinggal Bus Titian Mas #28JamMataramPart1

Hari itu kami berdua memutuskan untuk segera memesan tiket bus untuk tujuan ke Mataram. Kenapa kami memilih menggunakan bus ? padahal waktu itu harga tiket pesawat dengan tiket bus tidak jauh beda, mungkin selisih sekitar lima puluh ribuan. Jawabannya adalah ?

Karena perjalanan menggunakan bus menurut kami lebih menyenangkan, dan memiliki waktu panjang dan sekaligus banyak yang bisa kami dapat di perjalanan *Azek* Tentu sebagian orang bertanya-tanya “ Tiket Cuma beda 50, kok ya capek-capek kayak orang susah “ “ Ribet, kelamaan “ Dan perkataan lainnya.. Hahaha


Setelah memesan tiket, penantian begitu panjang yang ditunggu-tunggu akhirnya selesai. Kami siap dan berangkat menuju kota yang dikenal dengan seribu masjid apalagi kalau bukan Kota Mataram.



Siang itu kami menunggu bus di Terminal Bungurasih, bus akan berangkat tepat pukul 16:00 Wib. Sudah sekitar 2 jam kami menunggu bis. Pukul 15:30 Wib kami tetap menunggu diruang tunggu, sambil melihat-lihat dan mencari dari jauh awak bus kami. Kurang …

[REVIEW by Jun] Si Ganteng Pollock

Halo semua, apa kabar? Pada tulisan saya kali ini. Saya akan menulis review atau lebih tepatnya pengalaman pribadi saat menggunakan sepatu gunung Eiger Pollock. Basa-basi dulu ya, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa sepatu sangat berperan penting dalam kegiatan petualangan khususnya pendakian gunung. Mungkin banyak yang meremehkan fungsi sepatu pada saat mendaki, dan memilih untuk memakai sandal saja, padahal sepatu sangatlah penting untuk menunjang keselamatan dalam pendakian. Saking pentingnya sepatu, sekarang ini sudah banyak sepatu yang dikhususkan untuk pendakian gunung. Lebih lanjut lagi, saking pentingnya sepatu bagi pendaki gunung, maka ada beberapa tips untuk memilih sepatu untuk pendakian. Diantaranya sebagai berikut: 1.Tips yang pertama adalah, usahakan memilih sepatu yang tipe mid cut atau high cut, untuk pendakian tidak disarankan menggunakan sepatu low cut. Bingung? Yaudah saya jelaskan, yang pertama adalah high cut, jenis sepatu ini memiliki ciri-ciri menutupi bagian tumit sam…