Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2017

Mengabadikan Sunset di Surabaya North Quay

Siapa yang tak suka memandang rona senja di pinggir laut saat matahari tenggelam ? lebih-lebih saat otak sedang penat dan membutuhkan penyegaran. Siang setelah berkeliling dengan mbak Aqied, kami melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan Tanjung Perak. Jarang sekali saya menikmati sunset di pelabuhan ini, karena jarak yang jauh dari rumah, membuat saya malas untuk kesana. Memasuki pintu loket, saya dikenai tarif sebesar Rp.5000 (lima ribu rupiah) sudah termasuk satu kendaraan bermotor dan saya.
Waktu itu hari sabtu, pelabuhan masi sepi. Sepertinya tidak ada jadwal keberangkatan atau memang para penumpang belum ada yang datang. Setelah sampai di parkiran, saya, mbak Aqied dan mbak Okta langsung berebut ingin saling berfoto di depan pelabuhan.

Jarang-jarang saya mendapatkan momen pas sepi-sepinya pelabuhan. Beberapa kali saya kesana, pelabuhan selalu ramai. Banyak orang memadati jalanan dan pintu masuk pelabuhan. Ada yang sedang tidur-tidur, membawa kasur lipat, membawa tikar dan seba…

Melihat Pasar Malam Sekaten di Yogyakarta

Pasar Malam Sekaten merupakan Tradisi yang sudah ada sejak zaman Kerajaan Demak (abad ke-16), Pasar Malam Sekaten ini diadakan setahun sekali menjelang Maulud Nabi.Tahun 2016 lalu, tepat di bulan Desember saya dan Jun merencanakan untuk pergi ke Yogyakarta. Tujuannya tak lain adalah ingin melihat Gerebeg Maulud berserta prosesi lainnya. Akhirnya kami memutuskan untuk berangkat sehari sebelum prosesi Gerebeg Maulud dimulai.
Karena Gerebeg Maulud dilaksanakan keesokan harinya, akhirnya saya memutuskan untuk melihat Pasar Malam Sekaten. Memang terlihat biasa saja, namun Sekaten punya keunikan tersendiri lebih-lebih Sekaten ini hanya ada di Yogyakarta.
Tahun ini 2017, saya dan Jun kembali lagi ke Pasar Malam Sekaten. Pasar Malam Sekaten ini letaknya di area Alun-Alun Utara dekat dengan Keraton. Kami berangkat lebih awal yaitu setelah maghrib agar bisa menikmati Pasar Malam Sekaten dengan santai dan tidak terlalu berdesak-desakan. Tapi yang lebih penting adalah tempat parkiran belum begitu …

Melihat Proses Pengolahan Bambu di Desa Sanankerto

Desa Sanankerto merupakan salah satu desa yang letaknya di Kabupaten Malang. Desa ini memiliki ciri khas tersendiri. Bergerak melalui potensi alamnya, kini Sanankerto merubah wajahnya menjadi lebih baik. Sanankerto cukup terkenal dengan kerajinan dari bambunya. Seperti namanya Desa Sanankerto ini diberi julukan sebagai Desa “ Boon Pring”.


Kini Sanankerto berani bergerak, bermodalkan tekad penduduknya beserta potensi alam, lambat laun Sanankerto mulai dikenal oleh banyak masyarakat. Selain memiliki tempat wisata  bernuansa hutan bambu, Sanankerto juga mengolah hasil bambunya menjadi beberapa kerajinan tangan, mulai dari miniatur pohon bambu, rakitan kapal, asbak rokok dan lain sebagainya.
Kerajinan tangan tersebut dibuat oleh para pemuda-pemuda asli Sanankerto. Para pemuda membuat kerajinan tangan ini dengan sendirinya tanpa ada kursus atau bantuan-bantuan dari luar Sanankerto. Mereka selalu berusaha membuat kerajinan dengan sebaik mungkin. Hal ini dilakukan agar para pemuda bisa aktif d…