(REVIEW) Eiger WS Transeat Jacket : Jaket Windproof untuk Wanita Petualang


Saya saat melakukan pendakian ke Gn.Prau 
Pengalaman tidak nyaman dalam menggunakan jaket saat sedang bertualang, membuat saya harus memutar otak dan mencari jaket yang pas dan cocok untuk dipakai saat berkegiatan outdoor. Beberapa tahun terakhir ini brand Eiger sedang bersemangat mengeluarkan seri “Women Series” nya. Karena jaket saya yang lama sudah waktunya diistirahatkan, akhirnya saya memutuskan untuk memilih brand ini untuk jaket saya.

Awalnya saya tidak terpikir untuk membeli jaket Eiger ini, atas saran dari Jun akhirnya saya memutuskan untuk membeli jaket ini dan juga karena keunggulan teknologinya yang cocok dan sesuai untuk wanita yang gemar berpetualang. 

Saat kemunculan jaket ini belum ada yang mereview sama sekali, namun saya memberanikan diri saja untuk membelinya, meski harganya lumayan di kantong untuk mahasiswa macam saya yaitu sekitar Rp.595.000. Warna yang disediakanpun ada 2 yaitu abu-abu dan biru, saya akhirnya memutuskan untuk membeli Eiger WS Transeat Jacket yang berwarna biru.

Eiger mengeluarkan dua model jaket seri Women Seriesnya, yang pertama Eiger WS Fly- Weight Wind Breaker Jacket, dan yang kedua Eiger WS Transeat Jacket. Nah pada kesempatan kali ini saya akan mereview seri Eiger WS Transeat Jacket

Eiger Transeat WS ini merupakan jaket windproof yang dirancang secara anatomis untuk para wanita yang senang melakukan kegiatan luar ruangan maupun aktifitas sehari-hari. Salah satu keunggulan jaket ini mampu menjaga tubuh dari paparan angin saat sedang melakukan kegiatan camping, hiking, trekking maupun kegiatan luar ruangan lainnya seperti berjalan ringan di kota-kota.

Bagian depan jaket beserta saku dada  

Bagian dalam jaket 

Bagian dalam jaket 

Bagian ujung lengan yang dapat disesuaikan 

Logo Women Series pada lengan sebelah kanan 


Eiger Transeat WS ini memiliki beberapa fitur diantaranya :
  • Tahan angin.
  • Teknik seam sealed di area kritis untuk menahan air agar tidak masuk melalui jahitan.
  • Penutup kepala yang dapat disesuaikan
  • Saku dada
  • Dua saku samping
  • Tali di bagian bawah jaket yang dapat disesuaikan
  • Ujung lengan yang dapat disesuaikan
  • Ada 2 Teknologi yaitu : Tropic Repellent dan Tropic Windblock


Material yang digunakan Eiger WS Transeat Jacket : Shell : Polyster, Lining, Polymesh & Taffeta.

Pertama-tama saya akan menjelaskan apa itu Tropic Repellent dan Tropic Windblock. Tropic Repellent merupakan salah satu teknologi yang ditawarkan oleh Eiger dalam brandnya. Tropic Repellent ini merupakan salah satu teknologi yang mampu membantu si pengguna jaket agar tetap dalam keadaan bersih dan kering karena daya serap cairan yang lebih pada bahan jaketnya, serta mencegah perubahan warna pada jaket. Sedangkan untuk Tropic Windblock, sesuai dengan namanya “wind” atau angin, teknologi dalam jaket ini berfungsi untuk menahan terpaan angin sekaligus mencegah dingin, sementara suhu yang ada di dalam tubuh tetap bisa keluar, sehingga tidak membuat pengguna berkeringat atau makin panas suhu tubuhnya.

Alasan saya memilih jaket ini adalah karena fitur yang ditawarkan lebih banyak daripada jaket seri Eiger WS Fly-Weight Wind Breaker Jacket. Bahannyapun lembut dan tidak kasar. Jujur saya agak berhati-hati dalam memilih jaket terutama untuk melakukan aktifitas outdoor yang harus beradu pada beberapa cuaca. Testimoni awal saya saat menggunakan jaket ini adalah nyaman, di siang haripun tidak terlalu panas meski menggunakannya saat berkendara ke kota-kota. 

Saya sering menggunakan jaket ini saat berkendara terutama di malam hari. Saya merasakan angin tidak masuk langsung ke dalam tubuh. Rasanya teknologi dalam jaket ini betul-betul berfungsi. Pernah juga saya pakai saat gerimis, dan hasilnyapun air tidak langsung masuk ke dalam tubuh saya, melainkan diserap oleh teknologi seam sealed yang ada di dalam jaket ini. Tapi jangan membayangkan jaket ini waterproof ya, karena memang jaket ini bukan jaket waterproof. Jadi apabila hanya gerimis saja  dan tidak hujan deras, maka tubuh tidak akan basah.

Pada kegiatan hiking, saya mengujinya di pendakian Gn. Prau, Wonosobo, Jawa Tengah. Setibanya di Pos 4 pada ketinggian 2.565 mdpl, saya mengeluarkan jaket ini dan memakainya. Saat saya berjalan menuju tempat didirikannya tenda, kabutpun mulai datang bersamaan dengan angin yang kencang. Saya merasakan jaket ini mampu menahan terpaan angin dengan baik.

Pada saat malam haripun sekitar pukul 11 malam, saya keluar tenda untuk mengantarkan teman saya buang hajat. Suasana malam itu sangat dingin sekali, dingin ini terasa pada kaki saya, karena saya hanya menggunakan sandal tanpa kaos kaki. Tapi syukurlah badan saya tetap aman dari terpaan angin karena Eiger WS Transeat Jacket, dan jaket inipun saya pakai saat tidur sampai keesokan paginya. 

Pagi sekitar jam 4, saya keluar tenda lagi dan terpaan anginnya lebih kencang daripada jam 11 malam. Pandangan saya disekitar semakin meredup karena kabut yang makin pekat, dan tentu udaranya semakin dingin dan lebih dingin dari jam 11. Kondisi tubuh saya tetap terjaga dengan baik dan angin tetap terhalang oleh teknologi dalam jaket ini.


Tampak jelas kantong di bagian depan 

Saya saat di Batu Ratapan Angin, Wonosobo, Jawa Tengah

Saat packingpun, Eiger WS Transeat Jacket ini tidak terlalu memakan banyak tempat dan tidak menggelembung sampai susah untuk dilipat, karena ukuran keril saya hanya 25l jadi sangat cukup. Dari beberapa keunggulan yang sudah ditawarkan Eiger WS Transeat Jacket, untuk kekurangannya bagi saya adalah tidak adanya saku dada di bagian dalam, karena menurut saya saku di bagian dalam ini lebih memberikan keamaan untuk meletakkan beberapa barang yang sekiranya tidak dimasukkan ke dalam tas. Selebihnya saya merasa nyaman dan enak dipakai untuk beberapa kegiatan outdoor.

Semoga review ini dapat membantu ~ 

9 comments:

  1. Pas liat penampakan jaketnya, mak cliiing aku juga langsung suka. Apa mungkin juga didukung oleh model yang memadai ya? wkwk

    Harganya? mmm untuk meminangnya perlu memecah celengan jago :p
    Oh tapi nilai plus-plus banget juga kalau dipacking enggak makan tempat :))
    Kayanya kalau ada warna merah, waww banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. duh mba, model abal² ini wkwkw

      ๐Ÿ˜‚ ncen perlengkapan ngeluyur nih mehong² mba

      ini juga atas saran Jun ๐Ÿ˜‚ aku mah manut aja

      Iya aslinya kalo ads merah atau maroon pasti ku pilih itu wkwkw kalo biru agak girly

      Delete
  2. Tulisan tentang jaketnya malah duluan yang keluar hahaha.. Ditunggu cerita pendakian lengkapnya :D

    ReplyDelete
  3. Wadoooh ini kadoable banget nih buat bebeb. Mbuh bebeb sing endi pokok e bebeb sek lah.
    Ha tapi reganya kok segitu duh mak :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. jare gajimu isok nggo makani aku sebulan mas ? ini mah kecil wkwkw

      Yo lang ndolek bebebmu mass wkwkw

      Delete
  4. Dari dulu ku blm pernah punya jaket yg proper. Semua lungsurannya mas chandra. Dia yg beli baru ku dapat yg lawas, anaknya nrimoan banget aku tu. Tapi pengen juga beli jaket yg proper. Mung kok yo stengah yuta hiks...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Sa ancen panutanqu serba nerimoan wkwkw

      Ya semoga nanti Mba Sa suatu saat jadi Brand Ambasadornya ben dikasih haha Amin

      Delete
  5. Batu Ratapan Angin :(
    2 kali berturut-turut ke Telaga Warna ga pernah sampai di sana, pasti belok ke titik yang lain xD emang dasar bandelan.

    Wah, kalau yang waterproof belum ada nih kak? Maunya cari yang sekalian gitu biar gausah lagi bawa jas hujan hehehe.

    Anyway saya suka banget jenis warna birunya. Adem dan ga mencolok, it's just beautiful. Plus modelnya yang simpel tapi manisss.

    ReplyDelete

Terima Kasih Pembaca Mesra Berkelana

Tinggalkan komentarmu dan kita makin saling akrab ~