Jan 18, 2020

Cerita Berkunjung ke Cimory Prigen

Karena lagi selow akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke Cimory yang letaknya di Prigen. Lokasinya juga gak terlalu jauh kalau misalnya berangkat dari Sidoarjo, Surabaya atau Malang dan sekitarnya. Lebih senengnya lagi karena letaknya agak di ketinggian, udaranya beneran seger banget. Aku menempuh waktu perjalanan sekitar satu jam, berangkat dari sekitaran Juanda dan langsung masuk tol Sidoarjo. 

Tiba di lokasi masih tampak beberapa pembangunan. Aku pun langsung masuk menuju loket untuk membeli tiket masuk. Tiket masuk ini per-orang dikenai tarif sebesar 20.000. Cukup murah sih, tapi aku belum tahu fasilitas apa saja yang akan didapatkan.  

Setelah membayar akupun langsung masuk turun ke bawah dan langsung di arahkan menuju museum susu. Di museum susu ini aku jadi tahu beragam proses pengolahan susu, membuat yoghurt dan lainnya. Sayangnya menurutku kurang menarik karena tidak ada pemandunya. Apabila ada pemandunya menurutku menjadi nilai plus, sehingga pengunjung tidak ribet hanya ribet dengan foto-foto saja, melainkan mendapatkan pengetahuan terkait susu. 




Aku pun hanya membaca sekilas-sekilas saja, karena pada saat itu ada beberapa rombongan yang sibuk berfoto sehingga menutupi tulisan yang hendak aku baca. Keluar dari museum menuju arah belakang, aku melihat beberapa patung sapi yang lucu dan super gemas. Aku belum tahu sih ini tempat nantinya digunakan apa, karena di sini banyak sekali yang berfoto-foto. Buatku yang menjadi nilai plus di sini karena udaranya sejuk dan enak sekali. 

Lanjut turun lagi ke bawah, aku bisa menukarkan tiketku ke tempat yoghurt. Jadi setiap satu tiket akan mendapatkan satu yoghurt berukuran kecil kira-kira 70 ml. Setelah itu barulah aku memasuki area semacam kebun binatang mini gitu. Di sini aku bisa melihat sapi-sapi yang bersih, domba, kuda, kuda poni, kelinci, unta, bebek, burung beo dan keledai. Di sini, pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan beberapa hewan, semisal ingin memegang atau memberi makan. Ets tapi memberi makannya ini, aku harus membeli tiket dulu dan membayar sebesar 5000. 

Lokasinya tidak begitu luas menurutku, mungkin karena baru buka selama 2 bulanan. Rasanya senang melihat pemandangan dan hewan-hewan lucu sambal menghirup udara segara.  Oh iya di sini tidak diperbolehkan membawa makanan dari luar, apabila lapar dan ingin makan atau sekedar ngemil. Di bagian atas berdekatan dengan loket, disediakan restoran Cimory.  Paling enaknya lagi bisa pilih duduk di pinggir sambal menikmati pemandangan hijau-hijau di sekitaran cimory. 

Menurutku beberapa makanan yang ku coba rasanya standart saja. Aku belum menemukan rasa yang wow gitu. Kalau sekedar ingin nyemil saja, juga bisa. Ya tinggal pesen susu hangat dan roti bakar. 

Fasilitas di sini menurutku lengkap dan bersih. Musolla juga lumayan luas kamar mandinya pun bersih,  sehingga tidak perlu khawatir lagi.  

Menurutku yang musti dicoba di sini adalah beli oleh-oleh MOMO ROLL, entah kenapa aku suka banget sama bolu susu ini. Rasanya lembut, cokelatnya tidak bikin enek. Oleh-olehnya juga bervarian kok mulai dari camilan ringan, sosis, susu dan masih banyak lainnya.



Jan 4, 2020

Seminggu Keliling Pulau Bawean (Part II)

Hari Keempat
Hari keempat ini aku berencana untuk pergi ke Gili Noko. Gili Noko merupakan sebuah pulau kecil yang tidak berpenghuni. Untuk menuju ke sana, aku harus menyewa satu kapal kecil, satu kapal kecil ini bisa menampung hingga 10 orang. 1 kapal ini sekali jalan dan pulang pergi dikenai tarif sebesar 300.000. Nantinya aku harus buat janji dulu mau dijemput jam berapa untuk kembali dari Gili Noko menuju Pulau Bawean. 

Gili Noko

Sungguh, saat kapal mulai berjalan rasanya senang sekali. Apalagi lihat lautan yang luas dan bersih lautnya. Dari Pulau Bawean ke Gili Noko, aku butuh waktu sekitar 20 menitan. Saat kapal mulai merapat ke dermaga, rasanya hati makin seneng. Lautnya birunya cantik dengan hamparan pasir yang putih. Langsung lah aku pake baju renang dan main ke laut haha. Gak peduli mau gosong atau kepanasan yang jelas seru sekali. 

Gili Noko

Gili Noko

Di dekat Gili Noko ini juga ada satu pulau yang agak besar, namanya Gili Timur. Pulau ini juga berpenghuni, namun saat itu aku belum berkesempatan untuk berkunjung ke sana. 

Selepas bermain dan berlama-lama di Gili Noko, akhirnya pukul 3 sore kami kembali ke Pulau Bawean. Setiap malam di Pulau Bawean ini aku habiskan untuk bakar-bakar ikan, gak ada bosannya makan ikan setiap hari.



Hari Kelima
Waktu sore hari aku memutuskan untuk pergi ke Pulau Cina. Pulau Cina ini letaknya ada di depan persis Kampung Nyior-Nyior. Kira-kira pukul 3 sore, aku, Jun, Agik, Sidan dan Omnya Jun pergi ke Pulau Cina. Karena air telah surut akhirnya kami hanya berjalan kaki saja. 

Batu-batuan di Pulau Cina

Menurutku butuh tenaga extra untuk keliling Pulau Cina ini. Disamping medannya yang berbatu dan licin. Kakinya harus menapak yang kuat, kalau enggak ya terpeleset haha. Beberapa kali aku sudah terpeleset, kadangpun aku tertawa sendiri kalau sudah terpeleset. 


Awalnya aku dan teman lainnya berniat untuk melihat matahari tenggalam. Karena waktu sudah mepet, aku pun harus jalan cepat karena ternyata Pulau Cina ini luas juga. Butuh waktu sekitar 4 jam untuk keliling Pulau Cina. Padahal ini hanya keliling di pinggirannya lho, gak masuk ke dalam pulaunya. 
 
Pecahan keramik yang ditemukan di Pulau Cina

Konon menurut cerita, Pulau Cina ini dijuluki sebagai Pulau Cina karena ada pelaut yang terdampar dulunya di pulau ini. Singkat cerita ditemukanlah bekas-bekas pecahan piring atau gelas yang ada tulisan Mandarinnya. Sejak saat itulah pulau tersebut dijuluki sebagai Pulau Cina. 



Pulau Cina ini juga rekomended banget buat yang ingin merasakan snorkeling lho. Karena jujur coralnya bagus. Aku waktu itu cuma bisa lihat dari atas perahu dan belum berkesempatan untuk berenang xixi. 

Hari Keenam
Hari Keenam ini aku habiskan hanya di rumah saja dan melihat sunset dari warung. Kira-kira pukul 3 sore, aku berangkat menuju warungnya dan makan mie di warung pinggiran. Aku di sini sampai dengan matahari tenggelam. Banyak kapal-kapal juga sedang berhenti sejenak. 



Oiya sebelum-sebelumnya aku sudah keliling Pulau Bawean ini menggunakan sepeda motor. Mataku disuguhi beragam keindahan mulai dari laut, bukit, sawah-sawah dan pepohonan yang rindang, 

Selain bersantai, aku pun juga membantu tante dan mamanya Jun untuk membuat beberapa oleh-oleh khas Bawean. Semisal bikin pentol, bikin kue bolu, bikin petis, bikin ikan asin dan makanan lainnya. Karena keesokan harinya aku harus kembali ke Pulau Jawa.