22 Sep 2022

Suunto 3 : Pengalaman, Harga, Wort it atau ga ?



Di awal tahun 2019 saya kebingungan untuk memilih jam tangan yang bisa membantu, mengatur serta memantau aktivitas olahraga. Waktu itu, saya sudah tahu beberapa brand yang ya kira-kira budget saya bisa masuk untuk membeli jam tangan tersebut tanpa perlu menabung lama. Nah singkat cerita brand satu ini banyak sekali penggunanya, tapi dengan harga yang ditawarkan ya sekitar 500ribuan saya gak cukup yakin dengan ketahanannya. 

Pertimbangan ini cukup lama, sampai suatu hari saya menemukan keluh kesah teman saya di Twitter tentang jam tangan yang hendak saya pinang itu. Setelah kejadian tersebut saya pun mundur. Tapi suatu hari, saya tiba-tiba ingin membeli jam tersebut lagi. Faktornya tidak lain adalah karena murah dan kerabat saya pun ada yang pakai. Saya sempat berasumsi "kayaknya beneran bagus deh". Tapi lagi-lagi saya masih mengurungkan niat untuk membeli. 

Singkat cerita pertengahan tahun 2020, Jun memberi saya rekomendasi beberapa merek jam tangan. Jelas saya terkejut melihat harganya berkali-lipat dibanding dengan harga jam yang saya incar sendirinya. Dengan gaya marketing ala Jun, saya memulai riset brand satu ini yaitu Suunto. 

Awal ketertarikan dengan brand asal Finlandia ini dimulai dari melihat brand ambasadornya. Saya follow Brand Ambasador Suunto semuanya, mereka ada yang atlet,  ada juga yang memang antusias dalam berkegiatan outdoor. Saya pun melihat aktivitas mereka yang terbilang cukup ekstrim. Dengan kegiatan ekstrim tersebut, si jam tangan ini terlihat aman, baik aktivitas di lautan maupun di udara hingga di pegunungan es. Ya saya memang gak akan seekstrim mereka sih, tapi dari situ saya mulai sedikit percaya kalau jam tangan Suunto ini kualitasnya gak kaleng-kaleng. 



 Beberapa Ambassador yang saya follow



Setelah melihat aktivitas para Brand Ambassador di Instagram, saya mulai melihat review-review di Youtube, kebetulan jam tangan yang hendak saya beli ini masih keluaran baru, jadilah belum banyak mereview. Saya melihat bagaimana jam dibawa ke dalam suhu yang dingin, dibawa ke lautan, dibanting dan cara-cara lainnya untuk membuktikan bahwa jam tersebut ketahanannya tidak diragukan. 

Saya cukup berpikir lama sambil menabung, sampai akhirnya "oke dicoba dulu deh beli". Ya saya membeli SUUNTO 3.

Oiya waktu itu saya membeli jam Suunto itu secara online, karena kondisi masih pandemi. Setelah barang datang, saya langsung membuka dan mengoprasikan jam tersebut. Jangan lupa download aplikasi Suunto dulu di handphone, setelah itu lakukan pairing maka jam dan handphone akan terhubung. Oiya, ternyata semuanya berjalan dengan gampang, pun dalam perbarui software juga gak seribet yang dibayangkan. 






Kenapa SUUNTO 3. 

Pertama, Karena Suunto 3 termasuk keluaran baru di tahun 2020. Jadi edisi sebelumnya itu sudah ada yaitu Suunto 3 Fitness dan harganya jauh lebih murah dibanding Suunto 3. Namun pertimbangan saya, ternyata Suunto 3 yang baru ini ternyata lebih unggul dibanding sebelumnya. Kedua, karena saya bukan atlet atau yang akan berkegiatan di alam bebas setiap hari misal naik gunung setiap hari dan sebagainya. Maka Suunto 3 ini menurut saya cocok karena bisa seimbang antara harian dan aktivitas outdoor. Ketiga, sayapun juga senang karena di Suunto 3 ini menyediakan 83 aktivitas dari outdoor maupun indoor, mulai dari hiking, weight training, kayaking dan masih banyak lagi yang gak bisa disebutin karena gak hafal dan belum kepake semuanya. Jujur dengan beragam aktivitas outdoor tersebut, saya juga tertantang untuk mencoba semuanya.


Gimana Batreinya.

Awalnya saya gak ekspetasi banyak terhadap keawetan batre jam ini, apalagi digunakan setiap hari. Karena beberapa teman saya yang menggunakan brand lain pun mengeluh kalau malas menggunakan smart watch atau apapun itu karena harus mengecharge. Sepengalaman saya pribadi, dulu pernah saya pakai untuk naik gunung durasi 4 hari 3 malam. Ketika turun batre masih 50%. Kalau pemakaian harian dan olahraga 3-4x paling tidak harus dicas seminggu sekali. Nah kalau olahraganya cuma seminggu sekali atau gak sama sekali ya ngechargenya 2 Minggu sekali. Menurut saya ini awet sih karena ada beberapa brand, dimana kita harus ngecharge 2-3 hari sekali. 


Ketahanan.

Jam tangan ini pernah jatuh dari atas, saya juga lupa ketinggian berapa tapi untungnya tidak terjadi kerusakan maupun pecah kacanya. Kalaupun dibawa ke laut belum pernah, karena selama pandemi ini saya gak pernah snorkling maupun diving. Paling mentok ya berenang aja di kolam 2 Meter. Karena jam ini water resisten 30 Meter, jadilah tidak ada kendala.

Saat Naik Arjuno

Turun Arjuno, 22k langkah dari Lembah Kijang

Suunto 3 ini menawarkan beberapa fitur yang diunggulkan juga, misal training guide jadi ada jadwal kalo hari ini kita harus olahraga dengan durasi sekian menit. Lalu mobile notifications untuk tahu misal ada pesan atau apapun, tapi ya kita gak bisa jawab pesan itu. Sleep Quality yang ngecek gimana kualitas tidur kita. Ada juga stress dan recovery, jadi kalau kita setelah olahraga dan terasa yang capek sekali, nanti ada pengingat bahwa kita harus istarahat berapa jam dan gak boleh untuk olahraga. Saya pernah cek ketika turun dari Arjuno, ada pengingat di jam saya bahwa saya harus recovery 48 jam ya selama itu saya tidak diperkenankan untuk berolahraga dulu.


Suunto ini menurut saya softwarenya tidak ada kendala dan selalu mendapat updatean yang baru. Dulu jam ini tidak bisa untuk mengontrol lagu, nah sekarang karena dapet updatean software, jam ini bisa untuk mengontrol lagu. Misal saya sedang mendengarkan musik dan ingin menganti lagunya, nah gak perlu tuh ganti lagu lewat handphone, cukup klik tombol yang ada di jam tangan ini. 


Buat tipe Suunto 3, tracking GPSnya harus tersambung dengan hp. Jika enggak tersambung jadilah si jam gak tahu kita sedang lari dimana atau jalan dimana. Ini sih kekuranganya. Nah kalau mau yang bisa tracking GPS belilah yang tipe atasnya dan harganya 2x lipat dari jam ini. Tapi ya menurut saya tracking GPS ini belum jadi masalah, asalkan handphone dalam keadaan aktif ya jam tetap bisa membaca arah kita. Waktu saya naik gunung pun tidak bisa mendeteksi trackingnya jadi cuma terbaca kilometernya, waktu tempuh dan kecepatan. 


Oh ya untuk strap jam tanganya ini terbuat dari bahan karet tapi ada lobang-lobang banyak sehingga keringat tetap bisa keluar dan gak bikin gatal. Sepertinya hal ini sudah dipertimbangkan ya dari tim Suunto. 


Lari di sekitaran UGM



Intinya saya merasa puas dengan Suunto 3 ini, jika memang akan ganti, nantinya saya akan ganti ke tipe terbarunya atau di atas Suunto 3. Saya juga senang, berkat jam ini, saya makin rajin olahraga karena ada yang mengingatkan. Selain diingatkan oleh jam, saya juga terbayang-bayang karena jam ini belinya gak murah haha jadi ada merasa "wanjay dah beli jam mahal tapi gak olahraga". Akhirnya saya rajin deh olahraga sampai menjadi kebiasaan selama 2 tahunan lebih ini. ya cara orang menyemangati diri sendiri memang beda-beda nah syukurnya cara ini cukup ampuh bagi saya. 

Sekian review singkat Suunto 3 ini, semoga bermanfaat. :))

29 Agu 2022

The Volter Yogyakarta: Villa Modern dengan Suasana Sejuk dikelilingi Pepohonan


Sebulan yang lalu saya diajak oleh teman untuk bersantai sejenak di sebuah villa yang letaknya kira-kira 30 menit dari Malioboro, Yogyakarta. Saya berangkat dengan teman dari arah atas yaitu Kaliurang, ya  butuh waktu 45 menit, karena kami melewati ring road. 

Sejujurnya walaupun saya sudah 5 tahun tinggal di Jogja, saya cukup jarang untuk explore daerah Godean sekitar, seringnya mungkin hanya sekedar bersepeda saja kemudian kembali kota. Kami melewati jalanan Godean menuju sebuah Villa yang letaknnya masuk ke sebuah wilayah, yang menurut saya sangat asri dan sejuk. Meskipun letaknya tidak di Kaliurang yang terkenal dengan suhu dingin, daerah Gamping ternyata semakin menanjak ke atas, suasananya sangat asri tidak sepanas saat di daerah bawah seperti Malioboro sekitar. 

Kendaraan saya melaju melintasi sawah-sawah kemudian masuk ke perkampungan yang suasannya pun masih asri karena banyak sekali pepohonan tinggi di sekitarnya. Kira-kira pukul 11:00 siang, saya tiba di lokasi. Awalnya agak kebingungan mencari petunjuknya karena memang lokasinya agak masuk sedikit dari jalan utama. 






Menurut saya ini pilihan yang baik, karena terhindar dari suara-suara kendaraan lalu-lalang sehingga bisa beristirahat dengan tenang. Saat masuk ke area The Volter Yogyakarta, tidak perlu bingung dengan parkiran karena tempat parkirnya tidak sempit dan terdapat cctv di parkirannya. 




Saat masuk The Volter Yogyakarta, saya langsung melihat halaman yang luas, kemudian dari jauh saya melihat ada satu bangunan kotak dengan gaya modern, minimalis dan paduan warnanya abu-abu dan putih sehingga terlihat bersih. Saya berjalan masuk tanpa perlu menunggu penjaga, karena di sini tidak ada resepsionis sehingga semuanya dilakukan sendiri dan sistemnya serah terima kunci. 




Kemudian berjalan menuju kotak tersebut, terlihat dari luar ada meja untuk kerja, kemudian kasur dengan size king bed, kamar mandi dan ada mini kitchen. Saat masuk, baru terlihat jelas ada beberapa fasilitas seperti Speaker, Kulkas Mini, Microwave, Ac, TV. 




Begitu juga di dalam kamar mandinya terdapat bathtub, sehingga mau berendam dan bersantai juga bisa. Airnya pun bisa milih mau berendam air hangat atau dingin bisa juga. Saya senang sekali melihat desain kamar mandinya dengan paduan warna abu-abu, hitam dan putih yang tetap memberi nuansa dingin.




Saya juga sempat duduk dan membuka laptop untuk browsing sesuatu, wifinya lancar, kalaupun ingin mencoba work from home bisa nyoba bersantai di The Volter Yogyakarta. Di sekitar The Volter ini masih banyak pepohonan rindang, saya sempat merasakan udara setelah turunnya hujan dan rasa-rasanya sejuk sekali. Kalaupun senang dengan aktivitas Yoga, kalian juga bisa membawa matrass sendiri dan beryoga di depan kamar. 



Bagi yang senang berendam dan berenang, bisa juga berenang santai karena di area The Volter Yogyakarta ini disediakan pool. Disediakan juga firepit, jadi kalau malam hari ingin dinyalakan bisa juga sekedar menghangatkan diri. Menurut saya The Volter Yogyakarta cocok untuk siapa saja yang ingin rehat sejenak dan bersantai. Tidak jauh dari area The Volter Yogyakarta, juga terdapat beberapa tempat makan seperti Kandang Ingkung Resto & Kopi, bakmi Jawa dan Angkringan Jati Kencono dan lain-lain. 



Jika ingin mencoba menginap bisa hubungi kontak di bawah ini: 

The Volter Yogyakarta Jithengan, RT:03 RW:28 

Balecatur, Gamping, Sleman, Yogyakarta 

WhatsApp 0812-8855-885

27 Agu 2022

Tjuan Koffie: Ngopi dengan Vibes Jogja di Gresik

Sejak pandemi Covid-19, saya lebih banyak menghabiskan waktu di Gresik. Ketika sedang di Gresik kadang kangen juga dengan suasana ngopi di Jogja, yang saya lampiaskan dengan menyeduh sendiri di rumah, atau kadang terpaksa berangkat ke Jogja hanya karena pengen ngopi dengan suasana Jogja. Ya karena belum ada kedai kopi yang suasananya seperti di Jogja.

Setelah lulus kuliah, malah pindah ke Gresik dan gak ada alasan lagi buat ke Jogja. Sempat juga ngopi di kedai kopi baru di Gresik, survey sana sini, tapi belum ada satupun kedai kopi yang suasananya jogja banget.

Sampai pada akhirnya, Januari kemarin seorang kawan sekolah dulu membuka kedai kopi baru di rumahnya. Beberapa hari setelah dibuka, saya ngopi kesana. Kesan pertama langsung mengingatkan saya ke kedai kopi favorit saya di Jogja, bangunan dengan nuansa warna putih dan dicampur dengan gaya "unfinish" tanpa cat, meja tinggi dari kayu dengan frame besi yang dicampur dengan tempat duduk beton, dan menu yang identik dengan kopi susu, kentang goreng, dan gorengan kekinian yang harganya sangat murah dibanding dengan UMR Gresik.


Untuk menunya, didominasi kopi yang dicampur susu, tapi pastinya ada juga menu kopi murni. Menu kopi susu ini memang cukup populer akhir-akhir ini, menggantikan kepopuleran kaopi single origin yang diseduh dengan cara manual. Mungkin, menu kopi susu ini dinilai lebih praktis dan menjangkau semua kalangan, jadi yang lambungnya gak kuat disiram kopi, bisa mencoba alternatif kopi susu.

Depan Bar (Indoor)


Sedangkan untuk kalian yang lambungnya sama sekali gak mau kenalan sama kopi, ada menu lain di Tjuan Koffie yang gak pake kopi, anggaplah menu yang rasanya juga favorit semua orang, mulai dari red velvet, matcha, coklat, dan bahkan teh pun juga ada. Harga minumannya mulai dari 14ribu hingga 20ribuan saja, Jogja banget harganya, ya walaupun masih banyak kedai kopi di Jogja yang agak lebih mahal dari itu. Kalau dibandingkan dengan kedai kopi di Gresik yang pernah saya coba, jelas Tjuan Koffie ini ibarat oase di tengah gersangnya perkopian Gresik yang itu-itu aja, apalagi dari segi kenyamanan tempat dan harga yang segitu.

Lantai atas (outdoor)

Untuk rasa, memang relatif di setiap lidah orang, jadi saya hanya akan mendeskripsikan sesuai lidah saya. Kategori kopi susu enak menurut saya cuma satu, rasa yang seimbang antara kopi dan susunya, dan yang paling penting tidak manis berlebihan. Menu di Tjuan Koffie memenuhi semua kategori enak itu. Kalau makanan ringan, saran saya sih cobain churrosnya, enak banget.

Lantai atas (semi outdoor)

Nah, di akhir, saya mau kasih tips kalau mau merasakan kenyamanan Tjuan Koffie. Dikarenakan berada di sebuah kota yang sungguh tropis, saran satu-satunya adalah jangan datang di siang hari, kecuali kamu betah tidak merokok di ruang berpendingin ruangan, karena satu-satunya tempat paling nyaman pada saat siang hari hanya ada di ruangan berpendingin yang menyatu dengan bar, dan kalau di ruangan itu vibes Jogjanya kurang. Saran saya, datanglah saat baru pertama buka, jam 9 pagi sampai jam 10 pagi misalnya, atau lebih baik lagi saat sore hari ketika matahari mulai condong ke barat, lebih baik dan lebih nyaman agi malam hari setelah sholat maghrib. Tapi yang mau ngopi malam harus datang lebih awal ya, karena kalau malam gampang penuh, ya gak heran sih kalau malam memang nyaman banget.


Oh iya, setiap akhir pekan di pagi hari, ada parkiran gantung sepeda yang bisa dimanfaatkan untuk pecinta gowes sehabis olahraga.

Jadi, sekian tulisan mengenai rekomendasi tempat ngopi di Gresik. Jangan lupa ngopi disini ya.

Rating tempat: 9.5/10 (bisa 10/10 saat malam atau kalau buka lebih pagi)
Rating minuman: 9.5/10
Rating makanan ringan: 9/10
Rating makanan berat: 7/10 (cuma nyoba dori sambal matah, tapi sambal matahnya kurang berasa)

Lokasi