Pendakian singkat ke Gunung Andong via Sawit 1726 MDPL


Tujuan pendakian Gunung Andong ini dipilih karena letaknya cukup dekat dari Yogyakarta dan juga gunung ini tidak begitu tinggi menurut kami. Kami berangkat dari Yogyakarta kira-kira jam set 7 pagi. Kami sengaja tidak camping karena memang niatnya hanya tik tok ( naik lalu turun langsung). Berbekal tanya ke teman, pendakian ke Andong ini membutuhkan waktu maksimal 2 jam untuk sampai di puncaknya. 

Sebelum tiba di area base camp Sawit, kami melewati Ketep Pass. Angin waktu itu kencang sekali, sampai plastik penutup tanah pun ikut terbang. Saya melihat atap-atap rumah penduduk ambruk dan rusak. Banyak pepohonan pun ikut tumbang di jalanan. Jun mulai mengurangi kecepatan motornya, karena angina semakin kencang. Di tengah perjalanan pun kami berjumpa dengan tim sar dan BPDP, mereka sepertinya sedang mengevakuasi. Beberapa warga berkumpul di depan rumah dan di jalanan. 

Saya mulai berpikir positive saja semoga di atas nanti anginnya tidak sekencang ini.

Kira-kira perjalanan menghabiskan waktu selama 2 jam. Tibalah kami di base camp Sawit yang letaknya di Dusun Sawit. Petunjuk ke base camp Sawit ini cukup jelas, saya pun hanya berbekal maps dari Google. Tanpa basa-basi, kami berhenti dan parker motor. 

Loketnya seperti wartel gitu kecil dan hanya ada satu petugas. 
“ Mas,  bayar buat 2 orang dan 1 motor ya”
“oiya mbak, totalnya tiga puluh ribu”

Saya pun menyerahkan uangnya dan menerima tiket masuk beserta kertas alur pendakian.

Gerbang pintu masuk pendakian

Oh iya di sini tidak perlu khawatir dengan kamar mandi ya, karena di sepanjang jalan menuju gapura pintu masuk hutan ada beberapa kamar mandi. Saya pun sebelum naik ke atas memutuskan untuk ke kamar mandi dulu. Setelah selesai kami berdua pun jalan menuju ke gapura. Gapura ini menjadi pintu awal pendakian sebelum akhirnya masuk ke hutan. Awal masuk ke gapura, jalanannya sudah baik pun sudah dipaving. Setelah itu start pendakian barulah dimulai. 

Pertama-tama saya masuk di area goa licin. Di sini saya hanya melewati beberapa anak tangga hingga akhirnya masuk ke are hutan. Menurut saya, treknya cukup nyaman dan tidak menyusahkan. Waktu itu saya lihat ada beberapa warung, hanya saja waktu itu warungnya tutup.

Pos 1

Kira-kira saya sudah berjalan selama 30 menit dan akhirnya tiba di pos 1 yaitu Pos Kemuning. Di Pos 1 ini hanya ada gubug kecil untuk tempat beristirahat. Saya menghela napas panjang dan sesekali memotret pemandangan. Di tengah perjalanan pun Jun mulai mengeluh karena angina semakin kencang dan pasir makin berterbangan masuk ke matanya. 

“ aduh mata ku kelilipan lagi nih, kamu bawa kacamata lebih gak?”
Aku pun menjawab “ aku ga bawa, kayaknya kamu perlu beli kacamata deh” 

Setiap ada pendaki turun saya agak menjauh karena takut terkena deburan pasirnya haha, ya meski saya pake kacamata tapi tetap saja, mata saya juga bias kemasukan pasir-pasir. 

Di pos 1 ini kami meghabiskan waktu kira-kira 5 menitan. Niatnya naik gunung ini cuma satu, untuk ngilangin kangennya naik gunung karena sudah setahun kami gak naik gunung. Setelah 5 menit berakhir, kami melanjutkan lagi perjalanan menuju pos 2. 

Jalanan menuju pos 2 ini mulai banyak menanjaknya dan jarang bonus seperti di awal saat mau ke Pos 1, jadi siapkan staminamu. Di tengah perjalanan angin makin kencang, pasir yang terbang ke langit pun terlihat jelas. 

Jun pun bilang ke saya “coba lihat itu, pasirnya lho terbang sampe ke atas-atas”
Kami berdua tetap melanjutkan perjalanan. Kira-kira butuh waktu 20-30 menit kami sudah tiba di pos 2 atau disebut dengan Pos Dewandaru.  Kami langsung duduk-duduk di gubug sambil melihat ke bagian atas. 

Di pertengahan menuju pos 2

Pemandangan di pos 2 ini bagus sekali, cuaca lagi cerah tapi panas juga. Angin pun terasa hangatnya. Kami saling bergantian untuk berfoto-foto. Pemukiman penduduk terlihat bagus dari atas pos 2 ini. 

Jun bilang “ nanti kalo kita ga sampe puncak, angina semakin kencang kita balik saja ya”
Aku pun menjawab “ iya balik saja gamalasah” 
Jun menyauti “ Ya daripada kita sakit paru-paru pulang dari sini to, karena debu pasir masuk ke pernafasan”.

Saya mengambil petunjuk pendakian, untuk sampai ke puncak kami harus melewati 2 tempat lagi yaitu Pos 3 Watu Wayang dan camp area selanjutnya sampai deh di puncak Andong. Di tengah pos 3  dan camp area ada puncak makam. 

Setelah beristirahat kami melanjutkan lagi perjalanan ke pos 3. Kira-kira sudah jalan beberapa langkah, Jun meminta saya untuk putar balik dan turun karena angina makin kencang dan pasir makin terbang ke atas. 

“ ayo kita turun aja, angina makin kencang gak sehat ini, kamu yang turun dulu ya, biar pasirnya gak kena ke aku, nanti tunggu di pos 2”.
Saya pun menjawab “ oke turun”.

Berhubung saya turunnya agak lama jadilah Jun akhirnya mendahului saya.
Kami turun perlahan dan berakhir dengan foto-foto di tengah hutan. Meski gak sampe puncak, kami sudah senang sekali karena bias lihat pohon-pohon pinus dan dengar suara burung. Karena kami berangkat di hari Senin, Gunung Andong ini tidak terlalu ramai ya sepi-sepi aja gitu. 

Apabila kalian berencana ke Andong dekat-dekat ini usahakan pantau kondisi cuaca. Apabila kondisi di tengah jalan tidak memungkinkan,ya turun saja tidak perlu dipaksakan. 

Catatan :
Tiket masuk @person : Rp. 12.500
Tiket parkir @motor: Rp. 5000
Parkir @bus: Rp. 50.000
Parkir @mobil: Rp. 10.000 

Begini Perpanjangan Paspor dan Tips Membuat Paspor untuk Mahasiswa

Di bulan Agustus 2019, paspor saya harus diperpanjang lagi. Sebelum melakukan perpajangan, saya membaca beberapa info tentang perpanjangan paspor. Di sana tertulis perpanjangan paspor cukup lah mudah dan simpel tidak seperti dahulu. 

Kini perpanjangan paspor hanya memerlukan data berupa fotocopy e-KTP dan membawa paspor yang lama. Tapi yang saya alami kemarin justru tidak demikian. Saya harus membawa fotocopy kartu mahasiswa (bawa asli juga), surat keterangan aktif mahasiswa, fotocopy e-KTP (bawa asli juga), cc akta lahir (bawa asli juga) dan bawa KK. Banyak ya, sama saya juga bingung kenapa jadi banyak gitu.

Pada hari Jum’at sore, saya sudah bersiap dan membuka aplikasi paspor online. Di sana, saya harus membuat akun terlebih dahulu. Setelah akun di verifikasi oleh pihak Imigrasi, saya pun bisa mulai untuk mengambil antrean untuk perpanjangan paspor. Kuotanya ini dibuka setiap Hari Jum’at mulai dari jam 14:00 WIB sampai Minggu 16:00 WIB.

Ini aplikasinya ada di android dan ios kok

Pas jam 2 itu saya langsung buka aplikasi, tapi saya bingung kok ya sudah penuh ada kuotanya. Saya cek lagi di kantor Imigrasi lainnya yang masih sekitar Surabaya dan ternyata semuanya penuh. Singkat cerita kira-kira jam 4 sore, saya buka lagi untuk cek satu persatu. Akhirnya saya dapat antrean di MPP Sidoarjo. Waktu itu saya mengambil jadwal hari Selasa jam 9:30 Pagi. 

Muncul ini lalu login. kalo belum punya akun bikin dulu.

Begini kira-kira cara daftarnya, masukkan beberapa data secara lengkap jangan sampe salah.

Nanti kalau sudah, bakal dapet email dan muncul ini. Itu tandanya sukses.

Pilih antrean paspor, lalu pilih mau mengurus di kantor yang mana. Biasanya kuota baru akan dibuka dari hari Jum'at 14:00 sampe Minggu jam 16:00 Wib. Tapi sering cek aja, siapa tau ada yang tiba-tiba cancel.

Pilih jumlah pemohonnya, pastikan pemohon masuk dalam 1 KK. Pilih tanggal kedatangan dan waktunya.


Nanti akan muncul data berikut, kuota yang tersedia berwarna hijau. Pilih tanggal lalu klik " Pilih ".



Selanjutnya akan muncul data berikut. Oh ya kalo sudah ambil antrean jangan dibatalkan ya, karena kalo dibatalkan kalian gabisa ambil antrean lagi dan harus nunggu selama 30 hari. 

Tiba hari Selasa, saya berangkat jam 9 dari rumah menuju lokasi Imigrasi. Sebelumnya saya sudah menyiapkan berkas, sesuai dengan info yang disampaikan oleh pihak Imigrasi, yaitu e-KTP beserta fotokopi, paspor lama dan fotokopinya.  Ketika tiba di lokasi saya langsung menunjukkan nomor antrean saya ke petugas saya diberi  map kuning dan beberapa formulir untuk diisi. 

Singkat cerita petugas bagian loket ini bertanya tentang pekerjaan saya, saya pun langsung bilang kalo statusnya masih Mahasiswa. Lalu petugas meminta saya untuk menunjukkan kartu mahasiswa dan akhirnya kartu mahasiswa tersebut harus difotokopi dan ikut dikumpulkan dalam berkas permohonan perpanjangan. Oh ya jangan lupa untuk membawa materai yang nantinya materai tersebut ditempelkan di surat pernyataan. 

Setelah semua formulir terisi, fotokopi kartu mahasiswa dan membeli materai di kantor pos. Saya berjalan menuju imigrasi. Sampai di Imigrasi, berkas saya letakkan di loket dicek  oleh petugas dan selanjutnya berkas tersebut diberikan kepada saya lagi. Saya diarahkan untuk menunggu duduk dan dipanggil untuk wawancara dan foto. Enaknya mengurus paspor di MPP Sidoarjo ini tidak ramai seperti di Kantor Imigrasi I di Juanda. Jadi semuanya serba cepat dan tidak perlu menunggu terlalu lama. 


Waktu itu hanya menunggu 1 orang untuk dipanggil, setelah itu giliran saya. Tiba giliran saya, saya pun maju ke depan. Hanya ada 3-4 petugas, 2 wanita dan 2 laki-laki. Saya langsung menyerahkan berkas saya. Petugas mengecek kelengkapan berkas saya. Waktu itu kira-kira percakapannya begini 

Petugas : Mbaknya mau ke mana ini ? 
Saya  : Saya mau pergi ke xxx, November besok.
Petugas : Dalam rangka apa ?
Saya : Merayakan kelulusan kuliah
Petugas : Oh lah ini mana surat aktifnya ya, KKnya mana juga, akta lahir mana?
Saya : loh bukannya diinfokan oleh Imigrasi kalo misal perpajang hanya membawa itu saja ya ? Saya baca di twitter imigrasi begitu, pun 2 teman saya kemarin juga begitu, kenapa jadi sama seperti waktu awal saya membuat ya.
Petugas : Ya itu kan temanmu, kamu beda Mbak. Mbaknya ini S2 ya, kerja apa ?
Saya : Saya belum bekerja semua masih tanggungan orangtua. 
Petugas : Ah masa S2 dibayarin
Saya : ya memang begitu

Entah mengapa percakapan tersebut membuat saya agak gemas sama petugas. Sebetulnya pertanyaannya masih banyak. Mulai dari pekerjaan orangtua secara detail, kuliah di mana dll. Lalu 3 petugas lainnya pun datang menghampiri saya, mereka mengecek data dan memberikan banyak PR untuk memenuhi persyaratan administrasi. 

Beberapa yang harus saya penuhi diantaranya yaitu surat pernyataan kesanggupan orangtua, detail pekerjaan orangtua, paspor kedua orangtua, KK, e-KTP orangtua, surat aktif mahasiswa dan 2 lagi lainnya yang saya agak lupa. Saya terus meminta opsi agar diberikan keringanan, karena ini memang sifatnya hanya perpanjangan. Singkatnya saya diberi waktu 7 hari kerja untuk mengumpulkan data tersebut. Karena kuliah saya di Jogja, akhirnya saya meminta tolong teman saya agar menguruskan surat aktif mahasiswa saya. 

Kantor-kantor Imigrasi sekarang sudah dilengkapi nomor WhatsApp jadi tinggal hubungi saja dan mereka cepat membalas dong. Beberapa berkas agak kesulitan untuk saya kumpulkan, akhirnya saya memilih opsi surat aktif saja. Pihak Imigrasi membolehkan. 

Minggu depan tepat di hari Senin, saya menuju imigrasi dan menyerahkan berkas yang kurang.  Waktu itu petugas laki-laki yang mengecek, akhirnya saya pun dipersilahkan duduk dan masih ditanya lagi untuk apa, ke mana, pekerjaan orangtua, dan pekerjaan saya apa. Tidak terlalu lama, saya disuruh untuk melepas kacamata dan foto, selanjutnya scan sidik jari. Setelah selesai proses semuanya, saya diberi kertas bukti pembayaran. Pembayaran ini bisa dilakukan di beberapa bank dan kantor pos. Saya memilih membayar di kantor pos. 

Tanyakan dulu sebelum mengambil paspor. Karena saya tidak dihubungi oleh pihak Imigrasi.

Saya diberi tahu oleh petugas bahwa paspor bisa diambil setelah 7 hari kerja. Sebaiknya hubungi via WhatsApp dahulu untuk memastikan apakah sudah tersedia apa belum. Petugas juga memberi tahu bahwa pengambilan paspor tidak perlu surat kuasa. Apabila paspor tidak bisa diambil oleh si pemilik, maka yang mengambil paspor haruslah anggota keluarga yang namanya tercatat di dalam KK. 

Selanjutnya saya berjalan menuju ruangan administrasi MPP yang isinya ada beberapa bank, kantor pos dan ruangan admin lainnya. Saya mengambil nomor antrean dan menunggu tepat di depan kantor pos. Nomor saya pun dipanggil akhirnya saya berjalan menuju kantor pos. Saya membayar 350.000 dan admin 2000 untuk paspor 48 halaman. 

Bukti yang harus dibawa saat mengambil paspor.
Sekian cerita pengalamanku perpanjangan paspor. Ternyata gak semua daerah punya sistem perpanjangan yang sama ya. 


Tips membuat paspor untuk Mahasiswa

Siapkan beberapa berkas sebagai berikut
  1. Akta Lahir asli maupun fotokopi
  2. KK asli maupun fotokopi
  3. e-KTP asli dan fotokopi ukuran A4 diperbesar
  4. Surat keterangan aktif mahasiswa 
  5. KTM asli dan fotokopi ukuran A4 diperbesar
  6. Bawa surat keterangan dari pihak kampus misal untuk keperluan studi di luar negeri, konfrensi dll. 
  7. Surat kesanggupan orangtua. (ini buat jaga-jaga kalau ditanya) 



Pada saat wawancara utarakan secara jelas tujuanmu. Misal saya kemarin bilang untuk liburan dan selanjutnya untuk keperluan study selanjutnya seperti Prosiding, kunjungan ke kampus-kampus,  Paper Conference. 


Asiknya Naik Blue Sea Jet dan Bisa Booking Online (Rute Bawean–Gresik)


Setelah seminggu di Bawean, tepat hari Rabu (24/7/2019) saya balik ke Pulau Jawa. Waktu itu kami semua tidak pilih-pilih mau naik kapal apa saat kembali ke Jawa. Karena ketersediaan kapal tidak dapat dipastikan sehingga kami pun tidak bisa memilih mau naik armada apa. 

Blue Sea Jet


Oiya saya pun dapat pesan dari Jun. kalau misal ingin pergi ke Bawean janganlah diburu waktu, karena ketersediaan transportasi tadi yang tidak bisa diperkirakan. Memang setiap kapal punya jadwal, tapi kadang jadwal tersebut tidak bisa dibuat patokan akurat. Semisal pengalaman saya kemarin saat berangkat, harusnya saya bisa berangkat hari Minggu tapi diundur menjadi Selasa dan diundur lagi menjadi Rabu. 

Singkat cerita saya masih terbayang dengan kapal sebelumnya yang saya naiki saat menuju Pulau Bawean. Sebelum berangkat balik pun saya tidak mau makan terlalu banyak, hanya 3 suapan karena takut muntah. Tiba di pelabuhan, saya sudah diberi tiket oleh Jun. Tiket yang saya pegang yakni Blue Sea Jet. Saya belum tau bentuk kapalnya bagaimana dan seperti apa. 

Kira-kira satu jam sudah di Pelabuhan, perut saya makin lapar. Di pelabuhan banyak sekali pedagang dan akhirnya saya memutuskan untuk makan bakso saja ya daripada sakit perut karena memang laper banget. 

Petugas pelabuhan sudah mengumumkan bahwa penumpang kapal diharap melakukan check in tiket. Saya pun akhirnya masuk ke dermaga kapal dan mulai antri untuk chek tiket lagi sebelum masuk ke kapal. Tampak dari luar kapal yang saya tumpangi ternyata bagus dan saat masuk pun kapalnya bersih sekali dan wangi. 

Saya pun akhirnya bergegas mencari tempat duduk. Oiya kalau naik kapal ini duduknya sesuai dengan nomornya ya, gabisa asal duduk sembarangan. Kursi Blue Sea Jet ini punya formasi 3-6-6-3. Kapalnya sangat teratur dan di setiap kursi ada meja di depannya yang bisa dilipat. Di saku kursi ini ada beberapa informasi mulai dari standar keamanan hingga cara penggunaan wifi. Wow jangan salah, di Blue Sea Jet ini ada wifinya lho dan langsung bisa tersambung. Buat yang mau nonton film, kalian bisa download aplikasi Media Player Extreme dari Blue Sea Jet. 






Blue Sea Jet ini punya tiga kelas yaitu Executive, VIP dan VVIP. Waktu itu saya naik yang Executive dan sudah sangat nyaman. 

Semua petugas kapal mulai merapikan barang bawaan yang diletakkan di depan kursi penumpang. Jadi semua barang tas koper dan beberapa kardus diletakkan di bagian depan, semacam ada tempat kotak besar. 

Kira-kira 15 menit, petugas kapal pun mulai mengumumkan bahwa kapal akan segera berangkat menuju Pulau Jawa. Kapal mulai meninggalkan dermaga secara perlahan-lahan dan akhirnya kapal pun jalan dengan cepat. 

Karena saya berencana mengambil gambar Pulau Bawean dari jauh, akhirnya saya pun keluar bersama Jun ke deck kapal. Wow anginya terasa kencang dan kapal berjalan begitu cepat. Pulau Bawean terlihat makin menjauh dan makin tak terlihat. Saya berdiri di deck kapal sekitar 5-10 menitan, setelah itu saya masuk ke dalam dan duduk kembali. 

Perjalanan Bawean menuju Gresik ini ditempuh kira-kira 4 jam. Tapi bagi saya 4 jam ini tidak terasa, karena saya tinggal tidur, nonton tv di kapal dan mendengarkan lagu. Saya merasa naik Blue Sea Jet ini tidak terlalu banyak goyang, agak stabil dan cukup nyaman. Mungkin bagi yang pertama kali ingin naik kapal menuju Pulau Bawean, saya menyarankan naik Blue Sea Jet ini. 

Tiket Blue Sea Jet ini bisa didapatkan di Pelabuhan atau agen-agen tiket. Harga tiket yang saya beli ini Rp. 160.000. Naik kapal ini tidak dapat snack maupun minuman ya, jadi usahakan bawa air mineral sendiri. Di Blue Sea Jet sendiri tidak ada pedagang keliling. Kalau kalian ingin membeli snack, mie atau minuman langsung saja pergi ke kantin yang letaknya ada di depan. 

Secara keseluruhan saya tidak mengeluhkan apa-apa saat naik Blue Sea Jet ini. Semoga kapan-kapan kalian bisa mencoba :D 

Catatan : 
Buat yang mau naik Blue Sea Jet sekarang bisa pesan lewat online klik website blueseajet.com 


Masukkan keberangkatan dan  tujuan 

Tanggal keberangkatan, kalau mau pesan PP bisa klik return. 




Klik jenis penumpang di sini ada “ Adult, Child dan Infants ”

Setelah itu akan muncul berikut, pilih salah satu misal Executive atau VIP. Selanjutnya  to klik Proceed checkout.


Setelah itu masukkan data diri yaitu Nama, email, no hp dan negara. Setelah data sudah diisi klik metode pembayaran. Metode pembayaran ini ada beberapa opsi misal ATM Transfer,  Alfa Group, Kredivo, Paypal (USD) atau Credit Card (IDR).  Setelah pilih lanjut ke “ Proceed to Payment” alias proses membayar. 

Pilihan metode pembayaran



Buka email lalu muncul pemberitahuan berikut

Catatan yang perlu diingat. 


Selanjutnya akan muncul kode pembayaran. Setelah dibayar selesai deh :D Selamat mencoba