Skip to main content

Mengenal Tari Beskalan

Indonesia selalu dikenal memiliki banyak ragam budaya, apalagi seni tari-menarinya. Malam itu saya diberi kesempatan untuk melihat langsung pementasan tari di Desa Sanankerto. Musik sudah mulai dinyalakan, itu tandanya penari mulai memasuki panggung dan segera menggerakkan anggota tubuhnya. 

Tarian yang saya lihat ini adalah Tari Beskalan, cukup terdengar asing bagi saya. Namun saat saya melihat gerakan tariannya, menurut saya tarian ini mirip-mirip dengan Tari Remo. Sang penari begitu luwes ( tidak kaku) dalam membawakan gerakan tariannya dan sangat anggun. 

Mulai menggerakan tangan - foto oleh jejakbocahilang.wordpress.com

Tari Beskalan adalah tarian tradisional yang berasal dari Malang. Tarian ini biasanya dipentaskan pada saat pembukaan acara-acara atau penyambutan tamu-tamu. Sehingga hal inilah yang menjadikan Tarian Beskalan menjadi banyak dikenal.

 
Penari dengan lincah membawakan tariannya 

Konon kostum yang dipakai oleh si penari ini memiliki beberapa filosofi, sehingga tidak hanya sekedar kostum saja namun banyak makna di dalamnya. 

Filosofinya :

1.    Sunggar atau bandana yang dikenakan oleh penari dilambangkan sebagai simbol kerajaan majapahit yang nyata dalam kehidupan 
2.    Bunga melambangkan kecantikan
3.    Bunga melati melambangkan harum yang wangi
4.    Adanya gunungan (sanggul)  ini melambangkan bahwa di Jawa Timur ini cukup terkenal dengan kerajaan majapahit.
5.    Illat-illatan ( semacam rompi depan yang digunakan setalah memakai kemben)  dan pedang menjadi simbol dalam tari beskalan
6.    Pemakaian celana dalam tarian beskalan ini melihat pada perkembangan zaman, dan untuk memudahkan penari dalam melakukan gerakan-gerakannya.



Dalam pertunjukannya, Tari Beskalan ini dimainkan 2 hingga 4 orang wanita. Pada saat acar tertentu hanya dimainkan oleh 2 orang saja, seperti saat saya menonton kali ini.
Dalam perkembangannya, kini Tari Beskalan cukup sering untuk dimainkan, misal pada acara-acara atau event tertentu, tidak seperti dahulu ketika tarian ini hanya dimainkan pada saat ada ritual-ritual khusus misal akan mendirikan bangunan, atau ritual penanaman tumbal yang sering disebut dengan sesajen. Tarian Beskalan ini dianggap sebagai wujud dari rasa syukur dan hormat kepada leluhur dan juga sebagai tolak bala’, diberikan rejeki yang melimpah serta tanah yang subur.

 
Tampak Kostum Tari Beskalan

Di Desa Sanankerto setiap hari libur atau minggu ada beberapa anak berlatih Tari Beskalan. 
Jadi, apabila ingin mencoba berlatih tari beskalan, coba saja mampir sebentar ke Desa Sanankerto.

Nb: Filosofi ini di dapat dari hasil tanya-jawab bersama kedua penari.


Info selengkapnya : 

 Alamat Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kab. Malang, Jawa Timur

Telp: 0838-4882-4802 (Mas Rudi)/ 08533-167-4242 (Mas Wahyudi)

Comments

Post a Comment

Terimakasih Pembaca Mesra Berkelana
Yuk jangan lupa kasi komentarnya. Siapa tahu kita ketemu dan jadi jalan bareng.

Popular posts from this blog

Jangan Sampai Tertinggal Bus Titian Mas #28JamMataramPart1

Hari itu kami berdua memutuskan untuk segera memesan tiket bus untuk tujuan ke Mataram. Kenapa kami memilih menggunakan bus ? padahal waktu itu harga tiket pesawat dengan tiket bus tidak jauh beda, mungkin selisih sekitar lima puluh ribuan. Jawabannya adalah ?

Karena perjalanan menggunakan bus menurut kami lebih menyenangkan, dan memiliki waktu panjang dan sekaligus banyak yang bisa kami dapat di perjalanan *Azek* Tentu sebagian orang bertanya-tanya “ Tiket Cuma beda 50, kok ya capek-capek kayak orang susah “ “ Ribet, kelamaan “ Dan perkataan lainnya.. Hahaha


Setelah memesan tiket, penantian begitu panjang yang ditunggu-tunggu akhirnya selesai. Kami siap dan berangkat menuju kota yang dikenal dengan seribu masjid apalagi kalau bukan Kota Mataram.



Siang itu kami menunggu bus di Terminal Bungurasih, bus akan berangkat tepat pukul 16:00 Wib. Sudah sekitar 2 jam kami menunggu bis. Pukul 15:30 Wib kami tetap menunggu diruang tunggu, sambil melihat-lihat dan mencari dari jauh awak bus kami. Kurang …

[REVIEW by Jun] Si Ganteng Pollock

Halo semua, apa kabar? Pada tulisan saya kali ini. Saya akan menulis review atau lebih tepatnya pengalaman pribadi saat menggunakan sepatu gunung Eiger Pollock. Basa-basi dulu ya, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa sepatu sangat berperan penting dalam kegiatan petualangan khususnya pendakian gunung. Mungkin banyak yang meremehkan fungsi sepatu pada saat mendaki, dan memilih untuk memakai sandal saja, padahal sepatu sangatlah penting untuk menunjang keselamatan dalam pendakian. Saking pentingnya sepatu, sekarang ini sudah banyak sepatu yang dikhususkan untuk pendakian gunung. Lebih lanjut lagi, saking pentingnya sepatu bagi pendaki gunung, maka ada beberapa tips untuk memilih sepatu untuk pendakian. Diantaranya sebagai berikut: 1.Tips yang pertama adalah, usahakan memilih sepatu yang tipe mid cut atau high cut, untuk pendakian tidak disarankan menggunakan sepatu low cut. Bingung? Yaudah saya jelaskan, yang pertama adalah high cut, jenis sepatu ini memiliki ciri-ciri menutupi bagian tumit sam…

Begini Cara Membuat Telur Asin Asap di Desa Sanankerto

Setelah mengunjungi Desa Wisata Poncokusumo, tibalah waktunya untuk berangkatmenuju Desa Wisata Sanankerto. Desa Wisata Sanakerto ini terletak di Kecamata Turen, Kabupaten Malang. 
Jadi, apabila kalian mampir ke Turen ( yang terkenal masjid jinnya itu)  jangan lupa sempatkan mampir ke Desa Wisata Sanankerto. *dekat kok*

Saya dan tim #EksplorDeswitaMalang diantar menuju lokasi pembuatan telur asin. Hari itu kami diizinkan melihat proses pembuatan telur asin dari awal. 


Oiya jangan lupa disini tidak hanya menjual telur asin biasa tapi ada telur asin asap juga loh dan jangan lupa ada bebek ungkepnya juga. 

Cara membuatnya begini :
Pertama-tama siapkan telur bebek ( ini mentah loh ya ) , pastikan telur bebeknya sudah dicuci bersih dan siap diproses pada tahap berikutnya.   Setelah itu siapkan batu bata yg telah dihancurkan, jangan lupa beri garam dalam batu bata tersebut, lalu bungkus telur bebek dengan olahan batu bata tersebut.Proses selanjutnya diamkan dan tunggu selama kurang …