Pendakian singkat ke Gunung Andong via Sawit 1726 MDPL


Tujuan pendakian Gunung Andong ini dipilih karena letaknya cukup dekat dari Yogyakarta dan juga gunung ini tidak begitu tinggi menurut kami. Kami berangkat dari Yogyakarta kira-kira jam set 7 pagi. Kami sengaja tidak camping karena memang niatnya hanya tik tok ( naik lalu turun langsung). Berbekal tanya ke teman, pendakian ke Andong ini membutuhkan waktu maksimal 2 jam untuk sampai di puncaknya. 

Sebelum tiba di area base camp Sawit, kami melewati Ketep Pass. Angin waktu itu kencang sekali, sampai plastik penutup tanah pun ikut terbang. Saya melihat atap-atap rumah penduduk ambruk dan rusak. Banyak pepohonan pun ikut tumbang di jalanan. Jun mulai mengurangi kecepatan motornya, karena angina semakin kencang. Di tengah perjalanan pun kami berjumpa dengan tim sar dan BPDP, mereka sepertinya sedang mengevakuasi. Beberapa warga berkumpul di depan rumah dan di jalanan. 

Saya mulai berpikir positive saja semoga di atas nanti anginnya tidak sekencang ini.

Kira-kira perjalanan menghabiskan waktu selama 2 jam. Tibalah kami di base camp Sawit yang letaknya di Dusun Sawit. Petunjuk ke base camp Sawit ini cukup jelas, saya pun hanya berbekal maps dari Google. Tanpa basa-basi, kami berhenti dan parker motor. 

Loketnya seperti wartel gitu kecil dan hanya ada satu petugas. 
“ Mas,  bayar buat 2 orang dan 1 motor ya”
“oiya mbak, totalnya tiga puluh ribu”

Saya pun menyerahkan uangnya dan menerima tiket masuk beserta kertas alur pendakian.

Gerbang pintu masuk pendakian

Oh iya di sini tidak perlu khawatir dengan kamar mandi ya, karena di sepanjang jalan menuju gapura pintu masuk hutan ada beberapa kamar mandi. Saya pun sebelum naik ke atas memutuskan untuk ke kamar mandi dulu. Setelah selesai kami berdua pun jalan menuju ke gapura. Gapura ini menjadi pintu awal pendakian sebelum akhirnya masuk ke hutan. Awal masuk ke gapura, jalanannya sudah baik pun sudah dipaving. Setelah itu start pendakian barulah dimulai. 

Pertama-tama saya masuk di area goa licin. Di sini saya hanya melewati beberapa anak tangga hingga akhirnya masuk ke are hutan. Menurut saya, treknya cukup nyaman dan tidak menyusahkan. Waktu itu saya lihat ada beberapa warung, hanya saja waktu itu warungnya tutup.

Pos 1

Kira-kira saya sudah berjalan selama 30 menit dan akhirnya tiba di pos 1 yaitu Pos Kemuning. Di Pos 1 ini hanya ada gubug kecil untuk tempat beristirahat. Saya menghela napas panjang dan sesekali memotret pemandangan. Di tengah perjalanan pun Jun mulai mengeluh karena angina semakin kencang dan pasir makin berterbangan masuk ke matanya. 

“ aduh mata ku kelilipan lagi nih, kamu bawa kacamata lebih gak?”
Aku pun menjawab “ aku ga bawa, kayaknya kamu perlu beli kacamata deh” 

Setiap ada pendaki turun saya agak menjauh karena takut terkena deburan pasirnya haha, ya meski saya pake kacamata tapi tetap saja, mata saya juga bias kemasukan pasir-pasir. 

Di pos 1 ini kami meghabiskan waktu kira-kira 5 menitan. Niatnya naik gunung ini cuma satu, untuk ngilangin kangennya naik gunung karena sudah setahun kami gak naik gunung. Setelah 5 menit berakhir, kami melanjutkan lagi perjalanan menuju pos 2. 

Jalanan menuju pos 2 ini mulai banyak menanjaknya dan jarang bonus seperti di awal saat mau ke Pos 1, jadi siapkan staminamu. Di tengah perjalanan angin makin kencang, pasir yang terbang ke langit pun terlihat jelas. 

Jun pun bilang ke saya “coba lihat itu, pasirnya lho terbang sampe ke atas-atas”
Kami berdua tetap melanjutkan perjalanan. Kira-kira butuh waktu 20-30 menit kami sudah tiba di pos 2 atau disebut dengan Pos Dewandaru.  Kami langsung duduk-duduk di gubug sambil melihat ke bagian atas. 

Di pertengahan menuju pos 2

Pemandangan di pos 2 ini bagus sekali, cuaca lagi cerah tapi panas juga. Angin pun terasa hangatnya. Kami saling bergantian untuk berfoto-foto. Pemukiman penduduk terlihat bagus dari atas pos 2 ini. 

Jun bilang “ nanti kalo kita ga sampe puncak, angina semakin kencang kita balik saja ya”
Aku pun menjawab “ iya balik saja gamalasah” 
Jun menyauti “ Ya daripada kita sakit paru-paru pulang dari sini to, karena debu pasir masuk ke pernafasan”.

Saya mengambil petunjuk pendakian, untuk sampai ke puncak kami harus melewati 2 tempat lagi yaitu Pos 3 Watu Wayang dan camp area selanjutnya sampai deh di puncak Andong. Di tengah pos 3  dan camp area ada puncak makam. 

Setelah beristirahat kami melanjutkan lagi perjalanan ke pos 3. Kira-kira sudah jalan beberapa langkah, Jun meminta saya untuk putar balik dan turun karena angina makin kencang dan pasir makin terbang ke atas. 

“ ayo kita turun aja, angina makin kencang gak sehat ini, kamu yang turun dulu ya, biar pasirnya gak kena ke aku, nanti tunggu di pos 2”.
Saya pun menjawab “ oke turun”.

Berhubung saya turunnya agak lama jadilah Jun akhirnya mendahului saya.
Kami turun perlahan dan berakhir dengan foto-foto di tengah hutan. Meski gak sampe puncak, kami sudah senang sekali karena bias lihat pohon-pohon pinus dan dengar suara burung. Karena kami berangkat di hari Senin, Gunung Andong ini tidak terlalu ramai ya sepi-sepi aja gitu. 

Apabila kalian berencana ke Andong dekat-dekat ini usahakan pantau kondisi cuaca. Apabila kondisi di tengah jalan tidak memungkinkan,ya turun saja tidak perlu dipaksakan. 

Catatan :
Tiket masuk @person : Rp. 12.500
Tiket parkir @motor: Rp. 5000
Parkir @bus: Rp. 50.000
Parkir @mobil: Rp. 10.000 

Begini Perpanjangan Paspor dan Tips Membuat Paspor untuk Mahasiswa

Di bulan Agustus 2019, paspor saya harus diperpanjang lagi. Sebelum melakukan perpajangan, saya membaca beberapa info tentang perpanjangan paspor. Di sana tertulis perpanjangan paspor cukup lah mudah dan simpel tidak seperti dahulu. 

Kini perpanjangan paspor hanya memerlukan data berupa fotocopy e-KTP dan membawa paspor yang lama. Tapi yang saya alami kemarin justru tidak demikian. Saya harus membawa fotocopy kartu mahasiswa (bawa asli juga), surat keterangan aktif mahasiswa, fotocopy e-KTP (bawa asli juga), cc akta lahir (bawa asli juga) dan bawa KK. Banyak ya, sama saya juga bingung kenapa jadi banyak gitu.

Pada hari Jum’at sore, saya sudah bersiap dan membuka aplikasi paspor online. Di sana, saya harus membuat akun terlebih dahulu. Setelah akun di verifikasi oleh pihak Imigrasi, saya pun bisa mulai untuk mengambil antrean untuk perpanjangan paspor. Kuotanya ini dibuka setiap Hari Jum’at mulai dari jam 14:00 WIB sampai Minggu 16:00 WIB.

Ini aplikasinya ada di android dan ios kok

Pas jam 2 itu saya langsung buka aplikasi, tapi saya bingung kok ya sudah penuh ada kuotanya. Saya cek lagi di kantor Imigrasi lainnya yang masih sekitar Surabaya dan ternyata semuanya penuh. Singkat cerita kira-kira jam 4 sore, saya buka lagi untuk cek satu persatu. Akhirnya saya dapat antrean di MPP Sidoarjo. Waktu itu saya mengambil jadwal hari Selasa jam 9:30 Pagi. 

Muncul ini lalu login. kalo belum punya akun bikin dulu.

Begini kira-kira cara daftarnya, masukkan beberapa data secara lengkap jangan sampe salah.

Nanti kalau sudah, bakal dapet email dan muncul ini. Itu tandanya sukses.

Pilih antrean paspor, lalu pilih mau mengurus di kantor yang mana. Biasanya kuota baru akan dibuka dari hari Jum'at 14:00 sampe Minggu jam 16:00 Wib. Tapi sering cek aja, siapa tau ada yang tiba-tiba cancel.

Pilih jumlah pemohonnya, pastikan pemohon masuk dalam 1 KK. Pilih tanggal kedatangan dan waktunya.


Nanti akan muncul data berikut, kuota yang tersedia berwarna hijau. Pilih tanggal lalu klik " Pilih ".



Selanjutnya akan muncul data berikut. Oh ya kalo sudah ambil antrean jangan dibatalkan ya, karena kalo dibatalkan kalian gabisa ambil antrean lagi dan harus nunggu selama 30 hari. 

Tiba hari Selasa, saya berangkat jam 9 dari rumah menuju lokasi Imigrasi. Sebelumnya saya sudah menyiapkan berkas, sesuai dengan info yang disampaikan oleh pihak Imigrasi, yaitu e-KTP beserta fotokopi, paspor lama dan fotokopinya.  Ketika tiba di lokasi saya langsung menunjukkan nomor antrean saya ke petugas saya diberi  map kuning dan beberapa formulir untuk diisi. 

Singkat cerita petugas bagian loket ini bertanya tentang pekerjaan saya, saya pun langsung bilang kalo statusnya masih Mahasiswa. Lalu petugas meminta saya untuk menunjukkan kartu mahasiswa dan akhirnya kartu mahasiswa tersebut harus difotokopi dan ikut dikumpulkan dalam berkas permohonan perpanjangan. Oh ya jangan lupa untuk membawa materai yang nantinya materai tersebut ditempelkan di surat pernyataan. 

Setelah semua formulir terisi, fotokopi kartu mahasiswa dan membeli materai di kantor pos. Saya berjalan menuju imigrasi. Sampai di Imigrasi, berkas saya letakkan di loket dicek  oleh petugas dan selanjutnya berkas tersebut diberikan kepada saya lagi. Saya diarahkan untuk menunggu duduk dan dipanggil untuk wawancara dan foto. Enaknya mengurus paspor di MPP Sidoarjo ini tidak ramai seperti di Kantor Imigrasi I di Juanda. Jadi semuanya serba cepat dan tidak perlu menunggu terlalu lama. 


Waktu itu hanya menunggu 1 orang untuk dipanggil, setelah itu giliran saya. Tiba giliran saya, saya pun maju ke depan. Hanya ada 3-4 petugas, 2 wanita dan 2 laki-laki. Saya langsung menyerahkan berkas saya. Petugas mengecek kelengkapan berkas saya. Waktu itu kira-kira percakapannya begini 

Petugas : Mbaknya mau ke mana ini ? 
Saya  : Saya mau pergi ke xxx, November besok.
Petugas : Dalam rangka apa ?
Saya : Merayakan kelulusan kuliah
Petugas : Oh lah ini mana surat aktifnya ya, KKnya mana juga, akta lahir mana?
Saya : loh bukannya diinfokan oleh Imigrasi kalo misal perpajang hanya membawa itu saja ya ? Saya baca di twitter imigrasi begitu, pun 2 teman saya kemarin juga begitu, kenapa jadi sama seperti waktu awal saya membuat ya.
Petugas : Ya itu kan temanmu, kamu beda Mbak. Mbaknya ini S2 ya, kerja apa ?
Saya : Saya belum bekerja semua masih tanggungan orangtua. 
Petugas : Ah masa S2 dibayarin
Saya : ya memang begitu

Entah mengapa percakapan tersebut membuat saya agak gemas sama petugas. Sebetulnya pertanyaannya masih banyak. Mulai dari pekerjaan orangtua secara detail, kuliah di mana dll. Lalu 3 petugas lainnya pun datang menghampiri saya, mereka mengecek data dan memberikan banyak PR untuk memenuhi persyaratan administrasi. 

Beberapa yang harus saya penuhi diantaranya yaitu surat pernyataan kesanggupan orangtua, detail pekerjaan orangtua, paspor kedua orangtua, KK, e-KTP orangtua, surat aktif mahasiswa dan 2 lagi lainnya yang saya agak lupa. Saya terus meminta opsi agar diberikan keringanan, karena ini memang sifatnya hanya perpanjangan. Singkatnya saya diberi waktu 7 hari kerja untuk mengumpulkan data tersebut. Karena kuliah saya di Jogja, akhirnya saya meminta tolong teman saya agar menguruskan surat aktif mahasiswa saya. 

Kantor-kantor Imigrasi sekarang sudah dilengkapi nomor WhatsApp jadi tinggal hubungi saja dan mereka cepat membalas dong. Beberapa berkas agak kesulitan untuk saya kumpulkan, akhirnya saya memilih opsi surat aktif saja. Pihak Imigrasi membolehkan. 

Minggu depan tepat di hari Senin, saya menuju imigrasi dan menyerahkan berkas yang kurang.  Waktu itu petugas laki-laki yang mengecek, akhirnya saya pun dipersilahkan duduk dan masih ditanya lagi untuk apa, ke mana, pekerjaan orangtua, dan pekerjaan saya apa. Tidak terlalu lama, saya disuruh untuk melepas kacamata dan foto, selanjutnya scan sidik jari. Setelah selesai proses semuanya, saya diberi kertas bukti pembayaran. Pembayaran ini bisa dilakukan di beberapa bank dan kantor pos. Saya memilih membayar di kantor pos. 

Tanyakan dulu sebelum mengambil paspor. Karena saya tidak dihubungi oleh pihak Imigrasi.

Saya diberi tahu oleh petugas bahwa paspor bisa diambil setelah 7 hari kerja. Sebaiknya hubungi via WhatsApp dahulu untuk memastikan apakah sudah tersedia apa belum. Petugas juga memberi tahu bahwa pengambilan paspor tidak perlu surat kuasa. Apabila paspor tidak bisa diambil oleh si pemilik, maka yang mengambil paspor haruslah anggota keluarga yang namanya tercatat di dalam KK. 

Selanjutnya saya berjalan menuju ruangan administrasi MPP yang isinya ada beberapa bank, kantor pos dan ruangan admin lainnya. Saya mengambil nomor antrean dan menunggu tepat di depan kantor pos. Nomor saya pun dipanggil akhirnya saya berjalan menuju kantor pos. Saya membayar 350.000 dan admin 2000 untuk paspor 48 halaman. 

Bukti yang harus dibawa saat mengambil paspor.
Sekian cerita pengalamanku perpanjangan paspor. Ternyata gak semua daerah punya sistem perpanjangan yang sama ya. 


Tips membuat paspor untuk Mahasiswa

Siapkan beberapa berkas sebagai berikut
  1. Akta Lahir asli maupun fotokopi
  2. KK asli maupun fotokopi
  3. e-KTP asli dan fotokopi ukuran A4 diperbesar
  4. Surat keterangan aktif mahasiswa 
  5. KTM asli dan fotokopi ukuran A4 diperbesar
  6. Bawa surat keterangan dari pihak kampus misal untuk keperluan studi di luar negeri, konfrensi dll. 
  7. Surat kesanggupan orangtua. (ini buat jaga-jaga kalau ditanya) 



Pada saat wawancara utarakan secara jelas tujuanmu. Misal saya kemarin bilang untuk liburan dan selanjutnya untuk keperluan study selanjutnya seperti Prosiding, kunjungan ke kampus-kampus,  Paper Conference. 


Asiknya Naik Blue Sea Jet dan Bisa Booking Online (Rute Bawean–Gresik)


Setelah seminggu di Bawean, tepat hari Rabu (24/7/2019) saya balik ke Pulau Jawa. Waktu itu kami semua tidak pilih-pilih mau naik kapal apa saat kembali ke Jawa. Karena ketersediaan kapal tidak dapat dipastikan sehingga kami pun tidak bisa memilih mau naik armada apa. 

Blue Sea Jet


Oiya saya pun dapat pesan dari Jun. kalau misal ingin pergi ke Bawean janganlah diburu waktu, karena ketersediaan transportasi tadi yang tidak bisa diperkirakan. Memang setiap kapal punya jadwal, tapi kadang jadwal tersebut tidak bisa dibuat patokan akurat. Semisal pengalaman saya kemarin saat berangkat, harusnya saya bisa berangkat hari Minggu tapi diundur menjadi Selasa dan diundur lagi menjadi Rabu. 

Singkat cerita saya masih terbayang dengan kapal sebelumnya yang saya naiki saat menuju Pulau Bawean. Sebelum berangkat balik pun saya tidak mau makan terlalu banyak, hanya 3 suapan karena takut muntah. Tiba di pelabuhan, saya sudah diberi tiket oleh Jun. Tiket yang saya pegang yakni Blue Sea Jet. Saya belum tau bentuk kapalnya bagaimana dan seperti apa. 

Kira-kira satu jam sudah di Pelabuhan, perut saya makin lapar. Di pelabuhan banyak sekali pedagang dan akhirnya saya memutuskan untuk makan bakso saja ya daripada sakit perut karena memang laper banget. 

Petugas pelabuhan sudah mengumumkan bahwa penumpang kapal diharap melakukan check in tiket. Saya pun akhirnya masuk ke dermaga kapal dan mulai antri untuk chek tiket lagi sebelum masuk ke kapal. Tampak dari luar kapal yang saya tumpangi ternyata bagus dan saat masuk pun kapalnya bersih sekali dan wangi. 

Saya pun akhirnya bergegas mencari tempat duduk. Oiya kalau naik kapal ini duduknya sesuai dengan nomornya ya, gabisa asal duduk sembarangan. Kursi Blue Sea Jet ini punya formasi 3-6-6-3. Kapalnya sangat teratur dan di setiap kursi ada meja di depannya yang bisa dilipat. Di saku kursi ini ada beberapa informasi mulai dari standar keamanan hingga cara penggunaan wifi. Wow jangan salah, di Blue Sea Jet ini ada wifinya lho dan langsung bisa tersambung. Buat yang mau nonton film, kalian bisa download aplikasi Media Player Extreme dari Blue Sea Jet. 






Blue Sea Jet ini punya tiga kelas yaitu Executive, VIP dan VVIP. Waktu itu saya naik yang Executive dan sudah sangat nyaman. 

Semua petugas kapal mulai merapikan barang bawaan yang diletakkan di depan kursi penumpang. Jadi semua barang tas koper dan beberapa kardus diletakkan di bagian depan, semacam ada tempat kotak besar. 

Kira-kira 15 menit, petugas kapal pun mulai mengumumkan bahwa kapal akan segera berangkat menuju Pulau Jawa. Kapal mulai meninggalkan dermaga secara perlahan-lahan dan akhirnya kapal pun jalan dengan cepat. 

Karena saya berencana mengambil gambar Pulau Bawean dari jauh, akhirnya saya pun keluar bersama Jun ke deck kapal. Wow anginya terasa kencang dan kapal berjalan begitu cepat. Pulau Bawean terlihat makin menjauh dan makin tak terlihat. Saya berdiri di deck kapal sekitar 5-10 menitan, setelah itu saya masuk ke dalam dan duduk kembali. 

Perjalanan Bawean menuju Gresik ini ditempuh kira-kira 4 jam. Tapi bagi saya 4 jam ini tidak terasa, karena saya tinggal tidur, nonton tv di kapal dan mendengarkan lagu. Saya merasa naik Blue Sea Jet ini tidak terlalu banyak goyang, agak stabil dan cukup nyaman. Mungkin bagi yang pertama kali ingin naik kapal menuju Pulau Bawean, saya menyarankan naik Blue Sea Jet ini. 

Tiket Blue Sea Jet ini bisa didapatkan di Pelabuhan atau agen-agen tiket. Harga tiket yang saya beli ini Rp. 160.000. Naik kapal ini tidak dapat snack maupun minuman ya, jadi usahakan bawa air mineral sendiri. Di Blue Sea Jet sendiri tidak ada pedagang keliling. Kalau kalian ingin membeli snack, mie atau minuman langsung saja pergi ke kantin yang letaknya ada di depan. 

Secara keseluruhan saya tidak mengeluhkan apa-apa saat naik Blue Sea Jet ini. Semoga kapan-kapan kalian bisa mencoba :D 

Catatan : 
Buat yang mau naik Blue Sea Jet sekarang bisa pesan lewat online klik website blueseajet.com 


Masukkan keberangkatan dan  tujuan 

Tanggal keberangkatan, kalau mau pesan PP bisa klik return. 




Klik jenis penumpang di sini ada “ Adult, Child dan Infants ”

Setelah itu akan muncul berikut, pilih salah satu misal Executive atau VIP. Selanjutnya  to klik Proceed checkout.


Setelah itu masukkan data diri yaitu Nama, email, no hp dan negara. Setelah data sudah diisi klik metode pembayaran. Metode pembayaran ini ada beberapa opsi misal ATM Transfer,  Alfa Group, Kredivo, Paypal (USD) atau Credit Card (IDR).  Setelah pilih lanjut ke “ Proceed to Payment” alias proses membayar. 

Pilihan metode pembayaran



Buka email lalu muncul pemberitahuan berikut

Catatan yang perlu diingat. 


Selanjutnya akan muncul kode pembayaran. Setelah dibayar selesai deh :D Selamat mencoba 

Naik Express Bahari Yuk (Rute Gresik - Bawean)


Saya terhitung jarang naik kapal, maka naik Express Bahari ini menjadi pengalaman pertama. Saya menuju pelabuhan Gresik hari Selasa  (12/7/19) pukul 12:00 Wib. Pada waktu itu kapal dijanjikan berangkat pukul 14:00 Wib. Akhir cerita karena kapal datang tidak tepat waktu, berujunglah keberangkatan kapal ditunda besok.

Ya jujur saya agak kecewa sih, tapi ya mau bagaimana lagi. Kalau terlalu sore berangkat, tentu ombak akan semakin tinggi dan berbahaya. Ya sudah, akhirnya kami kembali pulang dan menginap 1 malam lagi di Gresik. Waktu itu saya pasrah sih, kalau seandainya tidak jadi berangkat ya balik ke Yogyakarta. Kalo jadi, ya Alhamdulillah haha

Pagi-pagi buta Saya, Jun dan Sidah berangkat ke Pelabuhan. Oiya di trip kali ini, saya tidak bertiga lho tapi ada Agi dan mamanya Jun. Kami janjian dengan mamanya Jun dan Agi di Pelabuhan pukul 6 pagi.

Pagi-pagi saya sudah mengosongkan perut. Mulai dari buang air besar hingga tidak makan sama sekali. Kecuali tetap minum air putih, itu pun saya batasi. Saya sangat berjaga-jaga agar tidak kebelet ke belakang sama sekali wkwk. Memang saya agak repot urusan buang air, kalo tidak pas malah berujung mual-mual. Etapi lain cerita kalau saya di Gunung ya, saya malah menikmati dalam buang hajat haha.

Tiba di Pelabuhan, kami semua menunggu kepastian. Sempat cemas juga, karena beberapa oleh-oleh yang akan dibawa ke Bawean, pas kemarinnya sudah kami masukkan ke dalam kapal. Takut terlalu panas dan berujung basi. Pagi-paginya Jun mengecek keadaan barang-barang yang telah dimasukkan ke dalam kapal. Untunglah, semua barang dalam keadaan aman seperti semula.

Saya sesekali melihat kapal yang bersandar di dermaga. Berharap bahwa hari ini bisa berangkat dan selamat sampai tujuan.

Petugas pelabuhan mengeluarkan toanya persis seperti kemarin saat menggumumkan bahwa kapal tidak bisa berangkat. Dalam hati saya berdoa, semoga kapal hari ini bisa berangkat.

Petugas mulai mengangkat toa yang dipegangnya dan memberikan arahan agar kami masuk ke dalam pelabuhan. Kami berbaris untuk mulai dilakukan pengecekan tiket kapal. Hati saya gembira, itu artinya saya siap berangkat ke Utara.

Saya langsung mengambil barisan. Di depan saya ada Sidah dan belakang saya penumpang lainnya. Saat dilakukan pengecekan tiket, saya tidak perlu menunjukkan KTP. Petugas langsung menyobek bagian di tiket saya. Saya pun langsung diperbolehkan masuk ke dalam.

Kami semua berjalan menuju kapal Express Bahari. Kapal ini terdiri dari 3 lantai yang terdiri dari 3 ruangan eksekutif dan 1 ruangan VIP. Kebetulan saya mendapat kursi ruangan A, sehingga saya pun harus turun 2x ke bagian bawah.

Dari luar bagian kapal tampak bagus. Namun saat masuk ke dalam, suasana kapal seperti layaknya naik bis mira atau kereta ekonomi logawa. Aroma khas kapal pun terasa. Saya bergegas menuju kursi dan meletakkan barang-barang di bawah kursi.

Waktu itu saya kerasa lapar sekali. Tapi saya menahan ya daripada saya makan lalu muntah haha

Sebelum berangkat, semua penumpang diajak untuk melantukan doa bersama. Saya masih ingat doa yang dilantukan yakni doa naik kendaraan. Karena mayoritas muslim, kami pun berdoa sesuai dengan doa dalam agama Islam.


Kapal pun berangkat. Saya mulai mendengarkan musik dan menutup mata. Saat di kapal tidak banyak aktivitas yang saya lakukan. Saya hanya melihat penjual megi (mie : dalam bahasa Bawean) menawarkan dagangannya dan beberapa orang sibuk bersendawa dan muntah.

Tiba-tiba awak kapal pun mengumumkan kalau kapal akan tiba kira-kira 30 menit lagi. Saya tertawa saya kira bakal kurang 5 menit lagi. Terasa lama sekali haha karena saya juga takut kalo muntah nantinya.

Setelah 30 menit berlalu. Awak kapal menyampaikan kalau kapal akan tiba di Pelabuhan Bawean sebentar lagi. Hati pun gembira akhirnya sukses tidak muntah hahah . .


Setelah bersandar di pelabuhan Bawean. Saya pun berjalan menuju jendela kapal. Air lautnya sungguh bening sekali. Saya pun juga melihat pulau yang di kelilingi hutan-hutan yang masih lebat. Benar kata Mba Imama, kalo Bawean ini kayak di film Jurasic World haha.

Setelah menunggu barang bawaan, saya turun dari kapal dan keluar dari Pelabuhan.

CATATAN PENTING !

Bagaimana cara membeli tiket Express Bahari ?

Untuk pemesanan tiket bisa langsung datang aja ke kantor, loket pelabuhan dan agen penjualan resmi kapal cepat Express Bahari atau bisa juga dilakukan pemesanan tiket via telpon dengan menghubungi nomor call centre masing-masing cabang yang telah tersedia. ( Kalau kemarin saya lewat kantornya ) 

Call Center Express Bahari Alamat :Jln. Pahlawan No.36, Tlogobendung (Kode Pos: 61111)



Jadwal Kapal kira-kira begini : 

Hari Selasa, Kamis dan Minggu : Pukul 09.00 – 12.00


Harga Tiket :  ± Rp. 150.000

Tapi kadang kala, beberapa jadwal tersebut jadi tidak pasti atau ada perubahan karena cuaca sedang tidak baik.

Pengalaman datang ke ART JOG 2019

Sudah dua tahun saya tinggal di Yogyakarta dan baru kemarin lah saya ada waktu untuk datang ke ART JOG 2019. Saya datang saat pembukaan tepat di tanggal 25 Juli. Suasananya cukup ramai sekali, beragam pengunjung mulai dari tua muda datang ke ART JOG 2019. Pembukaan ART JOG 2019 ini didatengin oleh Ibu Mentri Sri Mulyani, tepat jam 20:00 Wib ART JOG 2019 resmi dibuka. Dewasa dikenai tarif sebesar Rp. 50.000 sedangkan anak-anak dari usia 3-12 thn dikenai tarif sebesar Rp. 25.000. 

Beberapa teman saya bilang, bahwa setiap tahunnya ART JOG punya tema masing-masing. Nah kalau saya llihat-lihat ART JOG 2019 kali ini temanya tentang bumi membumi. Saya kerap menjumpai beberapa karya seni yang bersinggungan dengan tanah, daun, ranting dan beragam lainnya. 

Penampilan di ART JOG 201
Karya yang terbuat dari kumpulan bambu







Oya, saya juga menjumpai aneka karya dari Lulu Lutfi  Labibi yang dipakai oleh para model. Sayangnya saya tak sempat lihat perfom tarian dari Miss Indonesia. Karena harus mengantri dulu sebelum masuk ke depan. 










ART JOG 2019 ini terdiri dari 3 lantai dan semua karyanya tentu bisa dinikmati dengan baik. Saat itu saya tidak membaca secara cermat seluruh karyanya karena petugas telah memberi aba-aba untuk segera berganti dan keluar. Intinya di ART JOG 2019 ini banyak pesan-pesan untuk menjaga bumi, misal saat saya masuk ke ruangan seni di bawah ini di dalamnya memberikan pesan untuk tetap menjaga dengan baik ekosistem laut. Ada juga seniman yang fokus menggunakan sampah plastik sebagai media hiasnya dan masih banyak yang lainnya. 


Tenang saja, ART JOG 2019 ini masih buka dari tanggal 25 Juli sampai 25 Agustus 2019. Jadi masih ada waktu kok buat yang berminat untuk datang dan menikmati karya-karya para seniman saat di ART JOG 2019. 

Catatan : 
Berlokasi di Jogja National Museum, Jl. Ki Amri Yahya, no. 1, Yogyakarta.
Buka dari Jam 10:00 - 21:00 Wib

Merehat diri sejenak di Curug Nangka


Mendengar kata Bogor, tentu yang terlintas di kepala adalah kota hujan. Bogor memang benar adanya disebut sebagai kota hujan. Saya pernah beberapa hari mencoba untuk nginap sejenak di Bogor, menjauh dari riuhnya Jakarta.

Awalnya saya gak percaya kalo Bogor bakalan diguyur hujan meski pada bulan April harusnya sudah masuk musim kemarau. Pernah juga saya terjebak banjir karena hujan 3 hari berturut-turut tidak ada hentinya. Mulai dari pagi hingga malam dan kembali ke pagi hari.

Meski terminal Baranangsiang ini terkenal macet dicampur debu dan polusi kopadjanya, tetap saja Bogor ini banyak sisi sejuknya.

Oiya saya ingat sekali, makanan favorit saya saat main ke Bogor adalah aneka asinan. Mulai dari asinan mangga, pala yang asam kecut dan makan oncom haha

Asinan Bogor.  Sumber: id.wikipedia

Saya suka sekali menyusuri jalanan pasar-pasar induk di Bogor. Pagi-pagi hari saya mencari kue lupis dan makan soto di pasarnya. Tapi, dari keseluruhan itu yang saya suka lagi dari Bogor adalah kekayaan alamnya.

Sebelum menuju wisata alamnya Bogor, teman saya menawarkan banyak Curug untuk kami jelajahi. Saya awalnya bingung, sebenarnya Curug ini apa ya ? Ternyata orang Bogor menyebut Air Terjun dengan sebutan Curug. Filosofinya bagaimana bisa disebut dengan Curug pun, saya tidak tahu sampai saat ini.

Peta Curug Nangka Sumber : @adreka_75

Curug Nangka sumber : Instagram @adreka_75

Setelah berpikir panjang, akhirnya pilihan saya jatuh pada Curug Nangka. Karena dulu belum ada angkutan online dan kami berangkat ber-4, akhirnya kami memilih untuk naik angkutan umum dan berpindah-pindah dari satu angkutan ke angkutan yang lain. 

Rasanya nyaman sekali, hampir setiap hari  kami naik angkutan umum. Tapi beruntungnya, angkutan umum di Bogor ini bersih dan meriah. Rasanya saya seperti tidak naik angkot haha beda jauh lah dengan di Surabaya.

Perjalanan ditempuh dari Terminal Baranangsiang ke Curug Nangka, kurang lebih satu setengah jam. Untungnya lalu lintas tidak begitu padat, karena kami memilih hari aktif hihi.

Makin lama, udara makin terasa sejuk saat mulai memasuki pegunungan Halimun Salak. Waktu itu Curug Nangka sangat sepi, hanya ada kami ber-4 dan sepasang kekasih. Curug Nangka ini cocok untuk wisata keluarga, karena medan yang ditempuh tidak terlalu berat. Membawa keluarga pun tentu tidak akan kerepotan. Airnya segar sekali, wajib lah kalian mandi di sini atau minimal celup-celupin kaki aja.

Saya bersama teman-teman saya kebetulan membawa perbekalan. Akhirnya kami makan rujak sambil melihat air terjun dan celupin kaki. Di sini saya menghabiskan waktu kira-kira 3 jam. Gak terasa lho sudah siang. Karena takut gak kedapetan angkot dan malah jalannya makin jauh, akhirnya kami memutuskan untuk balik sebelum sore datang.

Oiya karena dulu villanya belum sebanyak sekarang, makanya kami memilih untuk pulang saja ke kota. Etapi karena sekarang sudah banyak sekali villa maupun hotel dan pesan pun gampang tinggal buka aplikasi Pegipegi. Ada baiknya sepulang dari curug langsung rehat sejenak di Villa atau pun hotel yang lokasinya tidak jauh dari curug.

Karena dulu belum ada sistem cari penginapan secara online, jadinya pasti ribet banget kalo harus keliling dulu dan keburu capek gitu. Nah sekarang sudah ada nih Pegipegi.com

Buat cari mau menginap di villa mana, caranya gampang tinggal download aplikasi Pegipegi lalu pilih Hotel dan klik bagian hotel lalu pilih Villa Bogor, nah nanti akan muncul beragam villa di puncak dan bisa pilih-pilih sesuai budget kamu. 

Tampak bagian depan aplikasi pegipegi
Di bagian ini kamu bisa pilih bagian hotel untuk mencari Villa untuk staycation :D, sebetulnya gak Villa aja sih, kereta api juga bisa, pesawat dan terpenting jangan lupa masukkan kode promo biar dapet kode potongan.

Nah dari sini kelihatan kan ? Kalo Villa di Bogor tuh banyak banget 

Coba pilih Villa di Puncak 


Nah ketemu deh, langsung aja transaksi dan bayar. Jangan lupa kode vouchernya biar dapet diskon :D



Mudah bukan ?

Jadi kapan lagi teman-teman mau nyobain bobo Villa di puncak dekat dengan Curug hihi.


ps : perjalanan dilakukan tahun 2008