Pengalaman Naik Kereta JOGLOSEMARKERTO

/ January 21, 2019


Semenjak di Jogja, saya semakin sering bepergian ke Semarang untuk mampir ke rumah Sepupu. Biasanya saya memilih untuk naik bis untuk ke Semarang. Namun, kini ke Semarang bisa juga dijangkau dengan menggunakan kereta api rute Yogyakarta- Semarang. Saya memilih perjalanan malam hari, karena harga tiket kereta api yang lebih murah cuma Rp. 44.000 dan perjalanannya lebih cepat sekitar 3 jam saja. 

Kereta JOGLOSEMARKERTO ini dibagi beberapa jam untuk keberangkatan dari Yogyakarta. Berikut jadwal keberangkatannya :

Harga Rp.44.000 mungkin harga pas baru buka rute. Sekarang jadi Rp. 48.000
Sedangkan yang berangkat dari Semarang, tiket JOGLOSEMARKERTO yang harga Rp. 40.000 ribuan itu hanya berhenti sampai Solo, tidak sampai Jogja. Sampai saat ini pun saya bingung mengapai PT. KAI membuat kebijakan seperti itu.  Sehingga beberapa kali, saya harus membeli dua tiket  JOGLOSEMARKERTO untuk 2 perjalanan, yakni Semarang- Solo dan Solo-Jogja.


Perjalanan kali ini saya bersama Jun berangkat menuju Semarang dengan memilih jam keberangkatan 19:40 Wib dari Stasiun Tugu Jogja. Kereta sudah tersedia, kami berdua langsung menuju gerbong pertama.

Saya kira kereta JOGLOSEMARKERTO ini bentuknya seperti kereta-kereta lokal. Tapi ternyata kereta JOGLOSEMARKERTO ini mirip dengan kereta LOGAWA, GAYA BARU MALAM dan beberapa kereta ekonomi lainnya. 


Karena kami terhitung sebagai pengguna awalan, kereta JOGLOSEMARKERTO ini cukup sepi sekali. Beberapa gerbong hanya terisi 10 orang saja. Saya juga sempat melihat ada segerombolan bocah yang pindah gerbong karena kedinginan akibat AC kereta. 

Toilet pun cukup bersih, seperti toilet kereta pada umumnya. Saya hanya beberapa kali melihat Prama dan Prami tampak beberapa kali saja menawarkan minuman hangat dan makan malam, tidak intens seperti biasanya. 
 
Jun sempat bilang ke saya di tengah perjalanan “ Wah, ini kayaknya kalo pagi lebih bagus lagi pemandangannya, malam gini gelap menyeramkan “ . Saya pun mengiyakan pernyataanya. Perjalanan menuju Semarang ini dari Jogja ditempuh kurang lebih 3 Jam dan tiba di Semarang kira-kira pukul 23:40 Wib.
Perjalanan pun berlanjut sampai tiba di Semarang dan disambut hujan lebat. 


*****

Perjalanan Pulang dari SEMARANG ke JOGJAKARTA dengan KERETA JOGLOSEMARKERTO 


Saat pulang kembali ke Jogja, kami akhirnya memesan tiket JOGLOSEMARKERTO lagi yakni tujuan Semarang – Solo Balapan dan tiket lanjutan Solo Balapan – Yogyakarta. Dari Semarang ke Solo, kami harus membayar tiket sebesar Rp.40.000, sedangkan Solo Balapan- Yogyakarta tarif tiket nya sebesar Rp. 32.000. 

Pilih yang SLOX ya jangan SLO aja tanpa X, karena kalian tidak akan menemukan jadwal ini kalo pake SLO.
Saat perjalanan pulang dari Semarang, gerbong kereta tentu lebih sepi lagi padahal ya posisi hari Minggu.  Gerbong yang kami naiki hanya berisi 5 orang, termasuk kami berdua.
Kami memilih JOGLOSEMARKERTO yang berangkat siang hari sekitar pukul 14;53 wib, karena waktu yang ditempuh cukup cepat hanya 2 jam. Pemandangan di siang hari ini cukup bagus sekali, kami melewati sawah-sawah, melihat gunung dan melewati beberapa stasiun kecil yang saya jarang sekali mendengarnya. 



Tiba di Solo Balapan, karena kami belum tahu prosedur chek in di dalam gerbong akhirnya kami berdua lari dan turun menuju luar stasiun dan melakukan chek in lagi untuk keberangkatan menuju Yogyakarta. Kami berdua betul-betul berlari kencang karena takut tertinggal haha..
 
Kami memilih harga tiket Rp. 32.000

Nah beda lagi dengan pengalaman berikutnya, saya hanya melapor pada petugas yang bertugas di atas kereta ( istilahnya chek in dalam gerbong). Jadi, saya tidak perlu turun dan lari untuk chek in

Perjalanan dari Solo ke Jogja cukup cepat, sekitar 1 jam saja kurang lebih. Kami berdua tiba di Stasiun Jogja tepat pukul 18:55 Wib. Apakah kalian sudah mencoba  kereta JOGLOSEMARKERTO ?




Semenjak di Jogja, saya semakin sering bepergian ke Semarang untuk mampir ke rumah Sepupu. Biasanya saya memilih untuk naik bis untuk ke Semarang. Namun, kini ke Semarang bisa juga dijangkau dengan menggunakan kereta api rute Yogyakarta- Semarang. Saya memilih perjalanan malam hari, karena harga tiket kereta api yang lebih murah cuma Rp. 44.000 dan perjalanannya lebih cepat sekitar 3 jam saja. 

Kereta JOGLOSEMARKERTO ini dibagi beberapa jam untuk keberangkatan dari Yogyakarta. Berikut jadwal keberangkatannya :

Harga Rp.44.000 mungkin harga pas baru buka rute. Sekarang jadi Rp. 48.000
Sedangkan yang berangkat dari Semarang, tiket JOGLOSEMARKERTO yang harga Rp. 40.000 ribuan itu hanya berhenti sampai Solo, tidak sampai Jogja. Sampai saat ini pun saya bingung mengapai PT. KAI membuat kebijakan seperti itu.  Sehingga beberapa kali, saya harus membeli dua tiket  JOGLOSEMARKERTO untuk 2 perjalanan, yakni Semarang- Solo dan Solo-Jogja.


Perjalanan kali ini saya bersama Jun berangkat menuju Semarang dengan memilih jam keberangkatan 19:40 Wib dari Stasiun Tugu Jogja. Kereta sudah tersedia, kami berdua langsung menuju gerbong pertama.

Saya kira kereta JOGLOSEMARKERTO ini bentuknya seperti kereta-kereta lokal. Tapi ternyata kereta JOGLOSEMARKERTO ini mirip dengan kereta LOGAWA, GAYA BARU MALAM dan beberapa kereta ekonomi lainnya. 


Karena kami terhitung sebagai pengguna awalan, kereta JOGLOSEMARKERTO ini cukup sepi sekali. Beberapa gerbong hanya terisi 10 orang saja. Saya juga sempat melihat ada segerombolan bocah yang pindah gerbong karena kedinginan akibat AC kereta. 

Toilet pun cukup bersih, seperti toilet kereta pada umumnya. Saya hanya beberapa kali melihat Prama dan Prami tampak beberapa kali saja menawarkan minuman hangat dan makan malam, tidak intens seperti biasanya. 
 
Jun sempat bilang ke saya di tengah perjalanan “ Wah, ini kayaknya kalo pagi lebih bagus lagi pemandangannya, malam gini gelap menyeramkan “ . Saya pun mengiyakan pernyataanya. Perjalanan menuju Semarang ini dari Jogja ditempuh kurang lebih 3 Jam dan tiba di Semarang kira-kira pukul 23:40 Wib.
Perjalanan pun berlanjut sampai tiba di Semarang dan disambut hujan lebat. 


*****

Perjalanan Pulang dari SEMARANG ke JOGJAKARTA dengan KERETA JOGLOSEMARKERTO 


Saat pulang kembali ke Jogja, kami akhirnya memesan tiket JOGLOSEMARKERTO lagi yakni tujuan Semarang – Solo Balapan dan tiket lanjutan Solo Balapan – Yogyakarta. Dari Semarang ke Solo, kami harus membayar tiket sebesar Rp.40.000, sedangkan Solo Balapan- Yogyakarta tarif tiket nya sebesar Rp. 32.000. 

Pilih yang SLOX ya jangan SLO aja tanpa X, karena kalian tidak akan menemukan jadwal ini kalo pake SLO.
Saat perjalanan pulang dari Semarang, gerbong kereta tentu lebih sepi lagi padahal ya posisi hari Minggu.  Gerbong yang kami naiki hanya berisi 5 orang, termasuk kami berdua.
Kami memilih JOGLOSEMARKERTO yang berangkat siang hari sekitar pukul 14;53 wib, karena waktu yang ditempuh cukup cepat hanya 2 jam. Pemandangan di siang hari ini cukup bagus sekali, kami melewati sawah-sawah, melihat gunung dan melewati beberapa stasiun kecil yang saya jarang sekali mendengarnya. 



Tiba di Solo Balapan, karena kami belum tahu prosedur chek in di dalam gerbong akhirnya kami berdua lari dan turun menuju luar stasiun dan melakukan chek in lagi untuk keberangkatan menuju Yogyakarta. Kami berdua betul-betul berlari kencang karena takut tertinggal haha..
 
Kami memilih harga tiket Rp. 32.000

Nah beda lagi dengan pengalaman berikutnya, saya hanya melapor pada petugas yang bertugas di atas kereta ( istilahnya chek in dalam gerbong). Jadi, saya tidak perlu turun dan lari untuk chek in

Perjalanan dari Solo ke Jogja cukup cepat, sekitar 1 jam saja kurang lebih. Kami berdua tiba di Stasiun Jogja tepat pukul 18:55 Wib. Apakah kalian sudah mencoba  kereta JOGLOSEMARKERTO ?


Continue Reading
 
Wadaw pelosok dan sepi banget ini
Rencana awal bermula pada saat teman kami yang dari Jakarta ingin pergi ke pantai. Jun mencari-cari lewat google, kira-kira pantai apa yang kiranya bisa ditempuh dengan cepat, bagus, sepi dan tidak terlalu jauh dari lokasi kami.

Setelah menemukan tujuan yaitu Pantai Ngeden, akhirnya kami berangkat bersama dua teman kami Isna dan Yudha. Kami berangkat dari kossan Yudha yakni sekitaran ISI, Bantul pada pukul 14:00. 

Kami mengikuti arahan dari google maps dan lewat jalan dalam. Pemandangan sawah, perbukitan, sungai disajikan disetiap perjalanan. Saya posisi duduk dan dibonceng oleh Jun mulai merasakan capek karena duduk terlalu lama. Maklum sejujurnya saya lebih suka untuk membawa motor sendiri dibandingkan dengan dibonceng yang hanya duduk. 

Perjalanan kami lalui sekitar kurang lebih satu jam setengah. Memasuki perkampungan warga, disusul jalanan yang masih belum rata dan juga pekarangan warga. Banyak terlihat kandang-kandang sapi saat melewati jalanan menuju Pantai Ngeden. 

Arahan ke Pantai Ngeden ini tampak sangat jelas, papan penujuk jalan yang bercat dan tulisannya pun jelas. Tapi jangan mengharapkan lampu penerangan disetiap jalanannya ya, karena jalanan menuju pantai ini tidak ada lampu penerangannya sama sekali. Kondisi jalanan menuju pantai ngeden sudah lumayan baik, mobil pun bisa masuk sampai ke lokasi parkiran pantai ngeden. 

Jam 4;30 kami semua sampai di Pantai Ngeden. Pantainya sangat sepi, hanya terlihat beberapa motor kurang lebih 6 motor termasuk 2 motor kami dan juga 2 mobil. Saat masuk ke area pantai, kami tidak dikenai tarif retribusi masuk ke pantai, hanya saja kami dikenai tarif parker motor sebesar Rp.3000.

Saya kaget pantainya sepi sekali, hanya tampak beberapa orang saja bermain-main pasir pantai, dan juga orang-orang yang membawa alat memancing. Kami berempat berjalan menuju tempat tertinggi di pantai. Untungnya cuaca tidak mendung, langit tampak cerah dan warna birunya jelas. Warna laut juga terlihat jelas hijau kebiru-biruan, aah rasanya saya ingin berenang saya menceburkan diri. 

Tampak Villa di atas bukit

Saat berjalan saya melihat jalanan setapak menuju rumah yang dibangun di atas bukit. Karena saya penasaran akhirnya saya bertanya ke mbak penjual dan ternyata rumah tersebut merupakan villa pribadi milik orang. 

Saya berjalan dengan semangat menantikan senja di Pantai Ngeden. Senja dengan percampuran warna langit antara biru, jingga dan ungu yang menebar di langit. Suasana deburan ombak yang kencang dan bau air laut yang khas. 

Saya duduk lama di tebing sekitaran pantai Ngaden, melihat sekitar sekaligus melihat orang-orang sedang melempar umpannya untuk memancing. Di sela-sela duduk, Jun mengajak saya turun ke bawah untuk membasuh wajah menggunakan air laut. 

Ahh segarnya, akhirnya merasakan air laut. Kata Jun. 



Saya memotret dia yang sedang asik bermain air laut, membasuh rambutnya menggunakan air laut.
Batu-batuan pantai saya pijaki, bayangan saya cukup buruk apabila pantai ini suatu saat batu-batuannya dicat warna-warni seperti batuan-batuan di beberapa tempat rekreasi yang mulai ngehits.  Semoga ini tidak terjadi, ya. 

Setelah menemani Jun turun ke bawah, kami berdua kembali ke atas. Saya tetap duduk disalah satu batu sambil memutar lagu “ Langit dan Laut ‘’ milik Banda Neira. Mendapati senja matahari yang tidak seperti biasanya, warnanya sempurna. Disela-sela tenggelam matahari, saya melihat nelayan dengan perahunya melewati sinar Matahari yang mulai menurun.

Matahari mulai menurun, adzan pun mulai terdengar. Langit mulai gelap dan kami pun akhirnya memutuskan untuk pulang.

Sampai jumpa Senja, akhirnya kutelanjangi indah tubuhmu di Pantai Ngeden tanpa keluh kesah, dan dengan penuh gairah.

Catatan 
Pantai Ngeden lokasinya di Gunungkidul, apabila ingin ke Ngeden kalian bisa siapkan waktu sekitar 2 jam jika berangkat dari Yogyakarta. Alat Transportasi Mobil atau Motor bisa digunakan jika ingin ke Pantai Ngeden. Tidak ada biaya retribusi, pengunjung hanya dikenai tarif parkir untuk motor atau mobil.
Di sana disediakan kamar mandi yang berbayar, apabila haus dan lapar kalian bisa beli jajanan di beberapa warung. 
Sebaiknya lebih berhati-hati apabila pulang terlalu malam, karena jalanan sekitaran Pantai Ngeden belum diberi lampu penerangan. Akses sinyal juga belum begitu baik, kecuali beberapa provider.




Jujur, dulu cari tiket pesawat memang sulit dan butuh tenaga yang ekstra. Tentunya kita sendiri lebih terbiasa membeli tiket di offline travel agent (OTA) di kota tempat kita tinggal atau dengan mengunjungi online travel agent, saat ini beli tiket pesawat bisa dilakukan di toko online (olshop) yang kerap menawarkan diskon dan promo.

Harga tiket pesawat murah di toko online seperti, Bukalapak (BL) bisa didapat dengan lebih mudah dan lebih sering. Pasalnya, toko online seperti BL selalu saja ikut menggelar promo-promo. Promo menarik lainnya seperti : promo harbolnas, promo Natal dan Tahun Baru, promo 9.9, 10.10, dan 11.11. Promo 9.9 adalah promo dilangsungkan pada tanggal 9 bulan 9, begitu seterusnya untuk angka-angka yang lainnya.



Karena kita sudah berada di penghujung tahun dan mendekati tahun baru, sebagian besar kita pasti merencanakan liburan ke tempat tertentu. Tapi buat kamu yang kebetulan hingga saat ini belum tahu mau liburan tahun baru ke mana?

Kamu bisa memilih 5 negara destinasi liburan tahun baru populer di bawah ini, yang harga tiket pesawatnya lumayan murah jika membeli di toko online Bukalapak.


5 negara yang menarik dan populer sebagai tujuan liburan tahun baru

1. Malaysia

Di Malaysia beberapa tempat yang menarik untuk merayakan tahun baru diantaranya:

     Menara kembar Petronas atau KLCC

     Di wilayah Penang yang terkenal dengan jembatannya yang panjang serta menawan

     Di Kawasan Bukit Bintang

     Putra Jaya yang merupakan kawasan kompleks pemerintahan Malaysia, serta

     Dataran Merdeka


2. Thailand

Berlibur untuk mengisi tahun baru ke Thailand juga cukup seru dan menyenangkan. Karena beberapa tempat berikut ini merupakan tempat paling menakjubkan untuk menikmati suasana pergantian tahun yang meriah. Beberapa pilihannya antara lain:

     Chiang Mai yang terkenal dengan sebagai tempat menikmati tahun baru bernuansa lampion

     Bangkok

     Asiatique bangkok

     Phuket

     Sungai Chao Phraya


3. Taiwan

Harga tiket pesawat menuju Taiwan juga cukup terjangkau sehingga saya


sengaja menyertakan negara ini sebagai pilihan selanjutnya, yang bisa kamu pertimbangkan jika ingin mencari tempat menikmati suasana tahun baru yang meriah.

Tempat-tempat menarik di Taiwan yang sebaiknya kamu kunjungi saat tahun baru diantaranya adalah:

     Taipei 101, yang menjadi salah satu gedung pencakar langit yang selalu menghadirkan nuansa meriah setiap tahun baru

     Pelabuhan Keelung

     Kota Taoyuan yang selalu diremehkan dengan pagelaran musik dan kehadiran artis-artis populer

     Kota Hsinchu adalah alternatif tempat merayakan tahun baru dengan suasana konser yang meriah

     Kamu juga bisa mempertimbangkan Sun Moon Lake - Nantou, jika ingin menikmati meriahnya pesta menyambut tahun baru dengan kembang api

4. Jepang

Di Jepang 5 tempat paling populer untuk merayakan tahun baru diantaranya adalah:

     Tokyo Disneyland dan Tokyo Disneysea (Chiba)

     Yokohama Hakkeijima Sea Paradise (Kanagawa)

     Nagashima Spa Land yang selalu menghadirkan pertunjukan musik atau konser serta kemeriahan kembang api
     Huis Ten Bosch (Nagasaki)

     Universal Studios Japan di Osaka
 
5. Korea


Bagi kamu yang selama ini memimpin memberikan untuk berwisata ke Korea, saat ini mimpimu akan semakin mudah diwujudkan karena toko online seperti Bukalapak menyediakan tiket pesawat murah dengan rute ke Seoul.

Di Korea, beberapa tempat yang selalu ramai dikunjungi untuk merayakan tahun baru antara lain:

     Bosingak, Jongno-gu, Seoul

     Busan yang terletak di ujung timur Semenanjung Korea

     Pulau Jeju yang memiliki pemandangan indah, serta

     Jeongdongjin yang terkenal dengan pantai romantisnya


Jika ingin menikmati serunya tahun baru di negara-negara yang telah saya sebutkan di atas, kamu bisa mengecek tiket pesawat promo di toko online Bukalapak. Karena menjelang akhir tahun seperti ini, biasanya banyak sekali promo-promo menarik yang bisa kamu nikmati. Tapi ingat, cobalah untuk mencari dan membeli dengan menggunakan aplikasi Bukalapak. Karena apabila menggunakan browser, biasanya kita tidak bisa menikmati diskon maupun cash back yang mereka tawarkan.