Skip to main content

Posts

Suasana Tenang di Kedai Kopi Aegis

Kira-kira sudah mau empat bulan saya tinggal di Jogja karena harus melanjutkan studi. Tak jarang setiap pekan saya sering ke kedai kopi untuk ngopi atau mengerjakan tugas-tugas kuliah. Karena saya sendiri cenderung susah mengerjakan tugas kuliah di rumah, maka dari itu kedai kopi selalu menjadi tujuan terakhir saya.
Kedai kopi di Jogja semakin banyak, apa iya gara-gara film “ Ada Apa Dengan Cinta 2’’ yang menampilkan set lokasi di kedai kopi ? Lama-lama Jogja cocoklah jadi tempat wisata kedai kopi, karena sangking banyaknya kedai kopi yang dibangun. Saat di Jogjapun, saya sudah mengunjungi 10 kedai kopi, baru 10 loh, dan masi banyak lagi yang belum saya kunjungi.
Saat di Surabaya, saya terbiasa ngopi ataupun nugas dengan Jun. Tapi karena kami LDR sementara, jadilah teman ngopi saya di Jogja itu gak jauh-jauh sama Mbak Aqid dan Mbak Nana, kadangpun disusul oleh Mas Sitam. Kami suka membuat rencana dadakan, melalaui ajakan di Twitter atau grup WA jadilah kami berangkat bertemu di kedai…
Recent posts

Fakta Unik Vietnam Sebelum Kamu Berlibur Ke Sana

Vietnam merupakan salah satu negara di Asia Tenggara dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Negara beribukota Hanoi ini pun juga mengembangkan sektor pariwisata sebagai pemasukan negara. 

Kota-kota tujuan wisata di Vietnam antara lain Kota Hanoi dan Kota Ho Chi Minh, kota terbesar di Vietnam. Selain itu daerah pantai di Vietnam merupakan tujuan utama wisatawan dan populer dengan tour pantainya.

Vietnam merupakan salah satu negara di Asia Tenggara dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Negara beribukota Hanoi ini pun juga mengembangkan sektor pariwisata sebagai pemasukan negara. Kota-kota tujuan wisata di Vietnam antara lain Kota Hanoi dan Kota Ho Chi Minh, kota terbesar di Vietnam. Selain itu daerah pantai di Vietnam merupakan tujuan utama wisatawan dan populer dengan tour pantainya. 

Namun, tahukah kamu bahwa Vietnam memiliki hal-hal unik yang perlu kamu ketahui sebelum kamu berlibur ke Vietnam?

Rumah Tinggi
Jika kamu berkunjung ke Vietnam, kamu akan menemukan rumah-rumah di daerah perkot…

Mengabadikan Sunset di Surabaya North Quay

Siapa yang tak suka memandang rona senja di pinggir laut saat matahari tenggelam ? lebih-lebih saat otak sedang penat dan membutuhkan penyegaran. Siang setelah berkeliling dengan mbak Aqied, kami melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan Tanjung Perak. Jarang sekali saya menikmati sunset di pelabuhan ini, karena jarak yang jauh dari rumah, membuat saya malas untuk kesana. Memasuki pintu loket, saya dikenai tarif sebesar Rp.5000 (lima ribu rupiah) sudah termasuk satu kendaraan bermotor dan saya.
Waktu itu hari sabtu, pelabuhan masi sepi. Sepertinya tidak ada jadwal keberangkatan atau memang para penumpang belum ada yang datang. Setelah sampai di parkiran, saya, mbak Aqied dan mbak Okta langsung berebut ingin saling berfoto di depan pelabuhan.

Jarang-jarang saya mendapatkan momen pas sepi-sepinya pelabuhan. Beberapa kali saya kesana, pelabuhan selalu ramai. Banyak orang memadati jalanan dan pintu masuk pelabuhan. Ada yang sedang tidur-tidur, membawa kasur lipat, membawa tikar dan seba…

Melihat Pasar Malam Sekaten di Yogyakarta

Pasar Malam Sekaten merupakan Tradisi yang sudah ada sejak zaman Kerajaan Demak (abad ke-16), Pasar Malam Sekaten ini diadakan setahun sekali menjelang Maulud Nabi.Tahun 2016 lalu, tepat di bulan Desember saya dan Jun merencanakan untuk pergi ke Yogyakarta. Tujuannya tak lain adalah ingin melihat Gerebeg Maulud berserta prosesi lainnya. Akhirnya kami memutuskan untuk berangkat sehari sebelum prosesi Gerebeg Maulud dimulai.
Karena Gerebeg Maulud dilaksanakan keesokan harinya, akhirnya saya memutuskan untuk melihat Pasar Malam Sekaten. Memang terlihat biasa saja, namun Sekaten punya keunikan tersendiri lebih-lebih Sekaten ini hanya ada di Yogyakarta.
Tahun ini 2017, saya dan Jun kembali lagi ke Pasar Malam Sekaten. Pasar Malam Sekaten ini letaknya di area Alun-Alun Utara dekat dengan Keraton. Kami berangkat lebih awal yaitu setelah maghrib agar bisa menikmati Pasar Malam Sekaten dengan santai dan tidak terlalu berdesak-desakan. Tapi yang lebih penting adalah tempat parkiran belum begitu …

Melihat Proses Pengolahan Bambu di Desa Sanankerto

Desa Sanankerto merupakan salah satu desa yang letaknya di Kabupaten Malang. Desa ini memiliki ciri khas tersendiri. Bergerak melalui potensi alamnya, kini Sanankerto merubah wajahnya menjadi lebih baik. Sanankerto cukup terkenal dengan kerajinan dari bambunya. Seperti namanya Desa Sanankerto ini diberi julukan sebagai Desa “ Boon Pring”.


Kini Sanankerto berani bergerak, bermodalkan tekad penduduknya beserta potensi alam, lambat laun Sanankerto mulai dikenal oleh banyak masyarakat. Selain memiliki tempat wisata  bernuansa hutan bambu, Sanankerto juga mengolah hasil bambunya menjadi beberapa kerajinan tangan, mulai dari miniatur pohon bambu, rakitan kapal, asbak rokok dan lain sebagainya.
Kerajinan tangan tersebut dibuat oleh para pemuda-pemuda asli Sanankerto. Para pemuda membuat kerajinan tangan ini dengan sendirinya tanpa ada kursus atau bantuan-bantuan dari luar Sanankerto. Mereka selalu berusaha membuat kerajinan dengan sebaik mungkin. Hal ini dilakukan agar para pemuda bisa aktif d…

Mencicipi Aneka Makanan di Pasar Gede Solo

Awalnya saya iseng, dan tercelutuk obrolan soal perjalanan. Dari obrolan perjalanan tersebut, keluarlah keinginan-keinginan naik kereta. Saya punya teman kebetulan dia berasal dari kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Dia bercerita bahwa selama hidupnya ia tidak pernah naik kereta api sama sekali, padahal ia sudah 4 tahun  tinggal di Jogja. 
Akhirnya melalui pertimbangan yang singkat, saya mengajak Sidah untuk naik kereta. Saya berpikiran untuk mengajaknya ke kota Solo, karena harga tiketnya yang murah, dan tidak perlu menginap. Jadi, kami melakukan perjalanan singkat di Solo selama 1 hari, dan sorenya kami balik ke Yogyakarta lagi. 
Sehari sebelum keberangkatan sidah sudah berpesan, “ Mol pokok aku manut kamu aja loh ya, semuanya yang nentuin kamu loh, aku gatau apa-apa ‘’. Dengan cepat saya membalas, “ beres deh santai ‘’. Malam harinya saya memikirkan rute perjalanan untuk besok, di kepala saya sudah banyak tempat yang ingin saya tuju.
Pagi harinya kami berkumpul jam set 7 pagi, namun …

Barang Bawaan dan Terminal Mandalika Mataram #28JamMataramPart3

Bus keluar dari kapal dan melanjutkan perjalanan lagi menuju Terminal Mandalika Mataram. Sebetulnya Mataram bukanlah tujuan akhir, Bus ini akan berhenti terakhir di Terminal Bima.

Jalanan demi jalanan sudah dilalui, akhirnya satu persatu penumpang turun, termasuk dua mbak-mbak yang duduk diatas sound system. Lagi-lagi saya mengantuk dan mulai lelah, nasi kotak yang saya dapat bus tadi pagi tidak saya makan. Mulut rasanya sudah pahit, badan juga mulai lelah dan ingin segera mandi.

Kurang lebih empat puluh menit perjalanan, akhirnya kamipun mengakhiri perjalanan dan tiba di Terminal Mandalika.Kami tidak turun didalam Terminal, kami turun di depan pintu masuk Terminal. Beberapa barang bawaan saya pegang dan saya bawa dengan erat, hal ini dilakukan untuk menghindari pengangkut barang yang terkadang meminta bayaran yang berlebihan.
Misal sudah diberi Rp.5000, minta tambahan Rp.10.000 dan seterusnya. 


Pengalaman ini juga pernah saya dapat dari ceritanya Mas Inggit (lajurpejalan.com) , waktu it…