Seminggu sebelum acara Garebeg dimulai, kami berdua akhirnya memutuskan untuk menonton serangkaian acara adat budayanya Yogyakarta. Tentu sebagian orang sudah paham, kalau Garebeg ini identik dengan perebutan gunungan. Konon kata banyak orang, barang siapa yang bisa mendapatkan gunungan dari Gerebeg Maulud ini maka hidupnya akan penuh dengan keberkahan.
Pagi itu sekitar pukul 10, kami sudah bergegas menuju keraton. Karena edisi Long Weekend, maka bersiaplah menghadapi lautan manusia, macet dan ramai yang tidak ada hentinya.
Nb. Jadi bagi yang gak suka keramaian, jangan kesini ya ! Serius pasti langsung pulang Hahah
Kami berdua menuju ke keraton, sekaligus bertemu dengan Mas Hanif insan wisata, setelah selesai berbincang di warung makan. Akhirnya kami bertiga jalan mencari spot untuk mengambil gambar.
Pandangan kami bertiga tertuju pada mobil tanki air. Akhirnya kami bertiga naik ke mobil tersebut. Waktu itu saya betul-betul merasakan bahagia yang tidak terkira, meski penuh sesak tapi akhirnya bisa melihat dengan jelas dari atas mobil. 
 
Suasana di Keraton saat Garebeg Maulud

Suasana Garebeg Maulud
Selang beberapa menit, akhirnya semua orang yang berada diatas mobil tanki air disuruh turun oleh aparat keamanan. Yah sedih deh..
Kemudian saya turun, dan yasudah penuh sesak lagi. Saya dibarisan nomor 2 dari depan. Jun dan Mas Hanif berada di barisan pertama. 

Pengaman acara Garebeg Maulud

Pengaman acara Garebeg Maulud
Menunggu cukup lama, rasanya tidak sabar dan penasaran. Tapi ya tetep harus dibuat bahagia. Lebih-lebih keadaan lambung sudah meronta alias lapar.
Setelah menunggu sekitar 40-50 menit, akhirnya para prajurit dari dalam keluar dengan kostum yang beraneka macam. 

Para prajurit keluar

Yang pertama keluar dengan kostum merah putih dengan topi runcingnya, pemimpin dibagian depan membawa bendera resmi Nagari Ngayogyakarta Hardinigrat. Bendera ini jarang sekali dikeluarkan kecuali di acara khusus semacam Garebeg Maulud. Sedangkan pasukan lainnya membawa beberapa senjata, seperti senapan panjang, tombak.

Para prajurit

Para prajurit

Para prajurit membawa tombak runcing
Selanjutnya disusul dengan pasukan prajurit berbaju putih dengan garis-garis merah dan menggunakan topi berwarna hitam. Seperti biasa dibagian depan terdapat pemimpin membawa bendera resmi, dan para pasukan lainnya membawa alat musik sambil dimainkan.

Garebeg Maulud, Para prajurit berbaju putih

Garebeg Maulud, Para prajurit berbaju putih

Garebeg Maulud, Para prajurit berbaju putih

Garebeg Maulud, Para prajurit berbaju putih
Selanjutnya ada prajurit menggunakan kostum berwarna abu-abu dan merah, beserta celana putihnya dan topi hitam lengkap membawa senapan. Disusul dengan pasukan yang sama sambil memainkan alat musiknya.

Garebeg Maulud, Para prajurit berbaju garis abu-abu

Garebeg Maulud, Para prajurit berbaju garis abu-abu

Garebeg Maulud, Para prajurit berbaju garis abu-abu
Selanjutnya sekawanan dari Kebun Binatang Gembiraloka pun turut meramaikan acara Garebeg Maulud. Ada gajah, dan kuda-kuda lainnya yang sudah cantik dan diberi aneka hiasan di badan mereka.

Gajah dari Kebun Binatang Gembiraloka turut meramaikan

Gajah ikut Garebeg Maulud

Kuda Cantik siap ikut Garebeg Maulud
Lalu lanjut, abdi dalem menggunakan blankon hitam, membawa tombak dan menggunakan baju berwarna putih dan jarik batiknya. Dan prajurit berbaju serba merah.

Garebeg Maulud dan sesepuhan 

Garebeg Maulud dan Sesepuhan

Garebeg Maulud, Para prajurit berbaju serba merah
Makin kesini makin ramai acaranya. Meskipun panas makin menjadi-jadi tetap saja antusias penonton gak kalah seru dengan supporter sepak bolah loh.
Tembakan kearah langit pun dilakukan, untuk menyambut gunungan yang akan dibawa ke Masjid Gede Kauman, dan Paku Alaman.

Gunungan di acara Garebeg Maulud

Gunungan yang siap dibawa ke Masjid Gede Kauman untuk didoakan
Ada 4 Gunungan yang disediakan, yaitu Gunungan Lanang, Gunungan Wadon dan Gunungan Gepak dan Pawohan. 1 diantaranya dibawa ke Paku Alaman. Sisanya dibawa ke Masjid Gede Kauman untuk didoakan dan dibagikan.

Gunungan di gotong oleh beberapa prajurit

Gunungan lainnya
Gunungan ini berisi dari hasil bumi. Yang saya lihat dibagian atas sendiri ada tumpukan telur-telur, daging ayam, dan sayur-sayuran beserta jajanan lainnya.
Gunungan ini melambangkan bahwa raja mengayomi rakyatnya dan memberikan kemakmuran bagi rakyatnya.

Gunungan di Garebeg Maulud 12 Desember 2016
Sejatinya banyak sekali makna yang terkandung dalam pelaksanaan Garebeg ini, bukan sekedar perayaan peringatan kelahiran Nabi Muhammad saja. Melainkan terkandung juga makna seorang raja yang berbagi hasil bumi untuk memakmurkan rakyatnya.

Yogyakarta, 12 Desember 2016