5 Hal yang bisa dicoba saat berkunjung ke Desa Poncokusumo

Pagi itu setelah menginap di homestay  Ibu Suri, saya  bersiap berkeliling di Desa Wisata Poncokusumo. 

Nah, kalau sudah di Desa Wisata Poncokusumo apa saja yang bisa dilakukan ? 

1. Melihat Proses Pembuatan Keripik Pisang

Namanya Bapak Khoirul Anam, sebut saja Mbah. Mbah ini sudah merintis usaha Keripik Talas & Pisang sejak tahun 2014 bersama Istrinya. 

Awal mula saya dijelaskan mengenai talas, talas yang sudah siap dibuat bahan keripik adalah yang teksturnya empuk dan tidak keras. Lalu, saya melihat pisang-pisang berwarna hijau dan besar-besar. Pisang ini sudah siap diolah menjadi keripik pisang. 

Pisang yang siap diolah

Awal mula pisang dikupas dan dipotong tipis-tipis. Untuk pemotongan tipis-tipis ini sudah ada alatnya ya, jadi jangan potong pakai pisau karena gak akan selesai dengan cepat. 

Pak Anam memberikan contoh cara memotong pisang

Selesai dipotong, pisang tersebut dicuci hingga bersih sampai getahnya betul-betul hilang. Setelah dicuci bersih, pisang tersebut direndam kedalam perasa coklat, lalu setelah direndam kurang lebih 8 Jam, maka selanjutnya dipisah-pisah agar tidak lengket satu sama lain. Setelah itu digoreng deh, setelah digoreng lalu tahap selanjutnya dimasukkan lagi kedalam bubuk coklat. Tahap terakhir ya digoreng lagi.

Macam-macam keripik hasil olahan industri rumah tangga

Keripik-keripik di sini dijual dengan harga hanya Rp.10.000 rupiah untuk ukuran 100gr dan 300gr. 

Keripik coklat yang diperebutkan

Jujur saya sangat suka sekali dengan keripik pisang rasa coklat, menurut saya rasanya smooth sekali dan gak bikin enek kalau makan banyak-banyak haha *( kemarin jadi bahan berebut anak-anak )


2. Belajar Varietas Apel

Saya termasuk orang yang cuek dengan hal-hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan alam. Namun saat main ke kebun apel milik bapak Teguh di Poncokusumo ini, saya tertarik sekali mendengarkan penjelasan mengenai varietas apel. 

Kebun apel di Desa Poncokusumo

Dulu saya mengira bahwa apel yang ditanam di Indonesia ini tidak ada yang berwarna merah. Namun ternyata apel berwarna merah seperti apel dari luar itu ada.

Di Indonesia juga bisa ditanami apel merah.  

Apel-apel yang ditanam di kebun lahan milik bapak Teguh ini memiliki banyak varietas, mulai dari varietas Rom beauty, Royal Red, Ana, dan Sweet Mcary. 

Kalo gak salah ini apel jenis Royal Red

Agar pohon apel tetap terjaga kualitasnya, maka pak teguh selalu memberi pupuk kandang dari kotoran sapi. Jadi, di dalam kebun ini juga terdapat kandang sapi, fungsinya adalah agar dapat dengan mudah memberikan pupuk hasil kotoran ke pohon-pohon apelnya. 

Saya dan teman-teman sempat mendapatkan pertanyaan dari si Mbah, kira-kira diantara 2 apel yang besar dan yang kecil ini mana yang manis ? 

Lalu anak-anak sempat ramai dan menjawab bahwa buah apel yang besarlah yang memiliki rasa manis. 

Namun, si Mbah bilang bahwa apel yang kecillah rasanya yang paling manis. Selesai berdebat, sayapun penasaran dan akhirnya saya mencoba buah apel yang kecil itu, memang penampilannya tidak menarik hati. Setelah saya coba ternyata yang kecil ini manis sekali, dan yang besar agak masam. 

Saya jadi mendapatkan pelajaran, bahwa yang besar tidak selalu manis, dan yang kecil buruk rupa tidaklah selalu asam. 


3. Berkunjung ke Budidaya  Krissan 

Udara siang itu mulai memanas, saya dan tim #EksplorDeswitaMalang diantar ke tempat pengelolaan bunga krissan. 

Pak Misnan lambaikan tangan

Saya dipertemukan oleh bapak berumur 65th. Awalnya pekerjaan sehari-harinya adalah bertani dan sekaligus memilki beberapa hewan ternak. Semenjak Desa Wisata mulai digagas, pada akhirnya bapak ini di beri masukan oleh pihak kabupaten agar memulai menanam bunga krissan sekaligus dikelola dan dijual. 

Bunga krissan kuning

Bunga-bunga krissan ini baru ada sejak tahun 2014. Dengan tekad yang berani, akhirnya bapak membuka lahannya untuk menanam berbagai jenis bunga krissan. Satu tangkainya diberi harga Rp.900-1000, sangat murah bukan ? . Namun jangan di remehkan, si Bapak ini pertiga bulan sekali mampu mengantongi keuntungan sekitar Rp.25jt rupiah. 

Salah satu bunga krissan

Bunga-bunga yang berwarna kuning dan putih sering dipesan, Bapak juga menerima pesanan hingga ke luar negeri loh. Kesulitan-kesulitan terkadang kerap ditemui, misalnya ada serangan hama pada tangkai bunga, hingga pada bunganya sendiri. Penyakit yang sering adalah timbulnya bintik-bintik hitam pada bunga-bunga. 

Jadi, mau tak mau bapak harus rajin dan teliti merawat satu persatu bunga-bunganya. 
Bapak memiliki 2 karyawan. Jadi untuk merawat seluruh bunga ini hanya memerlukan 3 orang saja.Oiya, bunga-bunga ini ditanam di dalam suatu ruangan, menurut saya sih cukup panas sekali. Rasa-rasanya seperti di oven haha

Bapak juga sempat memiliki ide untuk membuka pengelolaan bunga krissan ini menjadi objek wisata.

Jadi tunggu saja ya !



4. Memetik Buah Jeruk

Setelah petik apel, jangan lupa sempatkan mampir ke kebun jeruk yang lokasinya masi di area Desa Sanankerto. Jeruk yang ditanam di sini terdiri dari 2 jenis, yaitu jeruk batu 55 dan jeruk keprok siem. 

Ranting diberi kapur agar tidak diserang hama

Untuk jeruk batu 55 ini rasanya sangat asam dan banyak airnya sedangkan keprok siem manis.Jeruk batu 55 ini memiliki kisah, pemberian nama 55 ini dilakukan di petak 55 dan lokasinya di Batu, sehingga hal inilah yang menyebabkan jeruk tersebut diberi nama jeruk Batu 55.


Jeruk Batu 55

Jeruk-jeruk ini biasanya dijual perkilonya antara Rp.10.000-16.000 tergantung dari mutu buahnya.Menanam jeruk ternyata susah-susah gampang. tanaman jeruk sering kali dihinggapi kutu krisen, sehingga mau tidak mau petani harus rajin menggosok batang pohon jeruk dan rantingnya menggunakan kapur.
  


5. Bersantai di Ledok Ombo

Ledok Ombo merupakan area camping ground yang lokasinya  di Desa Poncokusumo dan tempat ini baru di buka pada tahun 2015. Ledok Ombo merupakan milik perhutani, dan merupakan hutan pinus. Untuk masuk kemari setiap pengunjung dikenai tarif Rp.5000, apabila ingin ngecamp maka biayanya tergantung berapa lama akan menginap, misal ingin menginap 3 malam maka harus membayar Rp. 15.000.

Selamat datang di Ledok Ombo

Ledok Ombo ini memiliki berbagai fasilitas yaitu bisa bermain outbond, mencoba jalur downhill atau sekedar duduk santai sambil memesan kopi. Di Ledok Ombo juga terdapat rumah pohon, nah rumah pohon ini sebagai tempat yang ngehits dan cocok buat berfoto.
Ledok Ombo

Bagi pengunjung Ledok Ombo sendiri tak perlu takut akan fasilitas karena musolah dan kamar mandi tentu sudah disediakan, jadi ga perlu repot-repot ya. Habiskan waktu seharian di sini juga oke kok. Jadi, kapan mau nyoba ke Ledok Ombo ?

Info selengkapnya bisa menghubungi :

Desa Wisata Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Cp : 0851-0502-5770 ( Pak Khoirul Anam / Pak Mbah )



21 comments:

  1. Tambahan juga, bisa nyicipin keripik, makan apel dan jeruk, lanjut ngopi di Ledok Ombo buahahahahaha.
    Tak ketinggalan makan siomay waktu berjalan ke Ledok Ombo :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahah seruput kopii dan ngunyah somay 😂😂

      Delete
  2. Itu pisang kepok atau pisang apa ya Mbak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh seingetku pisang raja sih haha aku lupa :')

      Delete
  3. Asik banget bisa metik jeruk secara langsung, dulu pernah lagi SD aja. Jadi kangen metik jeruk langsung :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha memang menyenangkan mas, dulu saya pernah gt juga waktu smp. paling seru petik-petik gt nebak mana yang manis

      Delete
  4. Jadi inget dulu kalau mau lebaran gini buat kripik pisang, aku gejatah motong2 pisang, persis alat2nya gt,

    Banyak bgt potensinya ya..mantab bgt

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah iyakah mas ? alatnya mirip parutan gitu ya.

      Delete
  5. Wah... asyik-asyik kegiatannya.
    Terutama makan kripik, apel dan jeruknya. :D
    Terus nyantai ditemani segelas kopi, beuh... mantap banget tuh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha semoga bisa jadi refrensi mas, apabila ingin berkunjung ke Ds, Poncokusumo

      Delete
  6. Luar biasa, explore lg wisata di poncokusumo, masih banyak yg blom up date itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asik memang berwisata ke Desa, rasanya seperti balik ke masa kecil. Sepertinya perlu wktu yang agak banyak lagi untuk mampir ke Poncokusumo

      Delete
  7. Luar biasa, explore lg wisata di poncokusumo, masih banyak yg blom up date itu

    ReplyDelete
  8. Wahhhh banyak ya yang jual keripik pisang, mungkin terinspirasi dari blog saya yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha syukur kalo gt, blognya bisa memberi inspirasi banyak :D

      Delete
  9. udah lama nggak main ke sini tampilan blognya udah berubah mbak, keren dan seger. Ngiler lihat keripik pisang dan buah apelnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha terima kasih mbak sudah mau mampir ke sini lagi, saya juga lupa-lupa ingat haha..
      Haha iya coba main dan mampir ke Ds. Poncokusumo ya di Kabupaten Malang

      Delete
  10. Aku ngakak baca kalimat pembukanya. WKwkwkwkwk

    ReplyDelete
  11. Belum pernah yg metik apel itu 😄. Klo kebun jeruk malah pernahnya di bwi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah aku baru tahu kau di BWI ada petik²nya hahah

      Delete

Terima Kasih Pembaca Mesra Berkelana

Tinggalkan komentarmu dan kita makin saling akrab ~