Namanya adalah Yogyakarta, kota dengan sejuta kenangan dan tempat wisata impian bagi banyak orang. Setiap mendengar kata Yogyakarta, saya langsung teringat akan sepenggal lirik

Pulang ke kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu

Di kota romantis tersebut, kamu bisa menemukan berbagai macam tempat wisata, kuliner, hingga kebudayaan yang ada. Bagi kebanyakan orang yang kurang tahu tentang Yogyakarta, banyak yang belum tahu harus pergi ke mana saat ke sana. Kebanyakan orang akan berwisata ke tempat-tempat populer yang itu-itu saja.

Tahukah kamu jika di candi di Yogyakarta tidak hanya Candi Prambanan dan Candi Sewu saja? Masih ada banyak candi yang bisa kamu jadikan tujuan belajar ragam sejarah candi sekaligus mengeksplor tempat wisata di Yogyakarta lainnya. Agar tidak mainstream seperti kebanyakan orang, cobalah untuk mengunjungi tempat wisata berikut ini

Istana Ratu Boko

sumber:ngetren.co.id

Tidak seperti candi yang lainnya, Istana Ratu Boko ini lebih menampakkan diri sebagai bangunan tinggal dari masa lampau. Terdapat beberapa bagian bangunan seperti kolam, batu berundak, candi pembakaran, pendopo, candi kolam, dan juga yang lainnya. Tempat wisata di Yogyakarta yang satu ini memang sudah mulai terkenal di seantero negeri. 
Hal tersebut semata-mata karena pemandangan senja di sana begitu memukau dengan suasana candi yang masih alami. Sempat diulas menjadi spot sunrise terbaik di blog traveloka, ternyata Istana Ratu Boko juga menjadi tempat menarik untuk merasakan senja yang berbeda. Namun pada sore hari, tiket masuk naik menjadi sebesar Rp. 100.000. Sedangkan untuk tiket pagi hari hanya Rp. 35.000 saja. Kebayang kan gimana spesialnya suasana sunset di candi ini!

Candi Abang

sumber:idntimes.com/tnovia
Candi yang satu ini adalah tempat yang tepat jika kamu ingin belajar sejarah sekaligus menyepi di alam yang sejuk. Yang unik dari Candi Abang yakni bahan baku pembuatan candi tersebut berasal dari batu bata merah dan berbentuk seperti piramida. Di puncak candi tersebut terdapat tangga untuk menuju sumur. Yang lebih unik lagi, di bagian luar candi tumbuh rumput hijau nan segar sehingga candi lebih tampak seperti gundukan bukit jika dari jauh.

Candi Ijo

Tampak sisi selatan bangunan Candi Ijo
 
Saya memotret dari atas candi Ijo.
Berada tidak terlalu jauh dari Istana Ratu Boko, Candi Ijo adalah destinasi berikutnya yang tak boleh kamu lewatkan.  Candi ini dinamakan Candi Ijo karena letaknya yang berada di atas bukit Gumuk Ijo. Candi yang unik ini memiliki susunan struktur bangunan keren serta relief unik. Ada juga prasasti berupa mantra yang kini berada di Museum Nasional Indonesia. Untuk masuk ke candi unik ini, pengunjung dikenakan tarif sebesar Rp.5000. Saya paling suka menikmati matahari tenggalam di sini, rona jingganya selalu menawan.


Candi Barong
sumber:wikipedia.org/ Crisco 1492
Candi Hindu ini adalah lokasi menarik yang belum begitu terjamah wisatawan karena akses yang masih sulit untuk menuju ke sana. Padahal pelataran Candi Barong ini begitu indah dikelilingi sawah dan tampak tebing breksi dari kejauhan. Jika sempat, cobalah untuk datang ke Dusun Sambisari, Sambirejo, masih di Kompleks Candi Prambanan.

Ternyata keunikan Yogyakarta itu ga ada habis-habisnya ya, Candi-nya saja masih ada banyak yang mungkin saja kamu belum pernah kunjungi. Karena itu, bagaimana kalau liburan yang akan datang kamu kembali ke Yogyakarta. Siapkan semua keperluan dari sekarang dan intip harga tiket dan penginapan siapa tau kamu beruntung dapat harga menarik yang nyaman buat kantong, memesan jauh-jauh hari pastinya bisa dapat harga yang lebih masuk akal kan?




Awalnya kami mencari jamu herbal di Mirota Batik, namun karena stok habis akhirnya kami menuju ke Pasar Bringharjo. Bermodalkan jamu yang sebelumnya sudah kami beli, kami pun akhirnya berkeliling pasar. Tiba di salah satu toko, kami pun bertanya:


Bu, punya jamu seperti ini tidak ?


Oh Jagawastu ya, itu pusatnya di Pakem Mbak, di Jakal KM 21 ke atas sana, itu perkebunan herbal gitu terus jual jamunya juga


Setelah mendapat info tersebut, kami memutuskan untuk berangkat Minggu pagi. Saya tentu mengajak Ce Ima. 


Kami berangkat dari Pogung sekitar jam setengah 8 pagi, tiba di lokasi sekitar jam 8 lebih. Kami bertiga langsung masuk ke Warung Jamu Godhog. Jamu-jamu ini siap dihidangkan, beragam khasiat dan rasanya. Tentunya sesuai cita rasa, setiap jamu yang dipesan bisa minta ditambah madu, telur bebek dan telur ayam kampung.


Sebelum kami memesan minuman, kami berjalan ke belakang dahulu melihat kebun herbal dan angsa-angsa yang sedang berenang. Lokasi Merapi Herbal ini cukup luas, terdapat kolam besar di belakang, untuk tempat angsa-angsa berenang. Ada meja-meja lesehan melingkar di pinggir kolam, tentunya bisa minum jamu sambil bersantai melihat angsa-angsa.



Waktu kami datang, kebun herbalnya ternyata tidak terlalu luas. Kebun masih dalam tahap pembenahan, pot-pot yang lama diganti dengan yang baru lebih berawarna. Beberapa pak kebun sedang sibuk memindahkan tanaman, ada yang sedang mengecat pot-pot dan merapikan kebun lainnya. 


Saya hanya mampir ke satu kebun. Kebun tanaman herbal ini tidak luas, mungkin ada 40an pot tanaman saja. Saya melihat beragam tanaman herbal, mulai dari kina, lidah buaya, lavender, kembang maghrib dan masih banyak yang lain. Setiap pot diberi keterangan nama tanaman sekaligus khasiatnya untuk tubuh. 



Merapi Farma Herbal ini tidak hanya menyediakan kebun herbal dan warung jamu godhognya, namun terdapat warung, musollah, kamar mandi, dan tersedia juga mancakrida (outbound).



Setelah puas berkeliling dan melihat-lihat. Kami bertiga kembali ke warung jamu godhog. Saya mengamati dengan jeli beberapa jamu godhog beserta khasiatnya. Bagi yang ketagihan, jamu racikan jamu godhog ini bisa dibeli dan diseduh di rumah. Bentuknya berupa daun-daun yang telah dikeringkan, lalu tinggal direbus. 


Penasaran dengan rasanya, saya pun mencoba jamu sehat wanita. Sehat wanita ini memiliki khasiat untuk menyegarkan tubuh, menghilangkan rasa lelah, letih dan lesu. Saat memesan, mbaknya menawarkan mau ditambah madu atau tidak. Saya pun mengiyakan untuk ditambah dengan madu. 


Setelah jamu jadi, akhirnya saya pun mencoba untuk minum. Jujur jamu yang saya pesan “Sehat Wanita” ini tidak dijelaskan racikannya terdiri dari daun apa saja, karena di katalog harga hanya tertera manfaatnya saja. Saat saya minum rasanya tidak pahit sama sekali, seperti jamu pada umumnya. Setelah meminum jamu, nantinya diberi penawar rasa pahit berupa segelas wedang jahe. Jamu-jamu yang tersedia ini kebanyakan disajikan dalam keadaan hangat. Untuk yang dingin hanya ada varian kunir asem dan rosella. 
 
Warung jamu godhog ini hanya menyediakan jamu dan camilan kecil-kecil. Untuk makanan beratnya, bisa pesan di warung belakang dekat dengan kebun. Sayang, saat saya ke sini, warung baru mulai buka dan masakan baru dimasak. 


Mungkin bagi yang ingin melihat kebun herbal sekaligus mencoba racikan jamu herbal. Berwisata ke Merapi Farma Herbal ini bisa menjadi pilihan saat sedang berkunjung ke Kota Yogyakarta. Jamu yang beragam sekaligus khasiatnya juga bermacam-macam.
Siapa sih yang gak suka menggunakan sandal? Hampir semua masyarakat Indonesia suka pakai sandal. Untuk kegiatan sehari-hari, di samping sandal jepit, orang Indonesia yang ‘selow’ juga sebagian ada yang mencoba mengenakan sandal sandal bermerek seperti Eiger yang terkenal tangguh dan berkualitas.

 Mau naik gunung, kuliah (jangan ditiru), ke kondangan, bahkan ke seminar pun kadang ada yang pakai sandal Eiger. Model sandal Eiger terbaru yang selalu menampilkan hal-hal baru membuatnya terlihat tak pernah ketinggalan zaman. Mengapa harus sandal? Tidak bisa dipungkiri apabila sandal merupakan pilihan alas kaki terbaik yang bisa kita gunakan sehari-hari. 

Karena, dalam kehidupan sehari- hari kita terpaksa harus bongkar pasang sandal ketika akan masuk rumah karena sebagian besar rumah di Indonesia tidak membolehkan kita masuk rumah dengan menggunakan alas kaki, jadi akan terasa simple aja gitu. Sebaliknya, akan terasa ribet kalau hal seperti itu diterapkan pada sepatu kan? 

Karena alasan itu, banyak orang Indonesia yang lebih memilih menggunakan sandal atau sepatu sandal untuk beraktivitas. Hanya ketika berada di kantor yang membolehkan kita untuk tetap menggunakan alas kaki saat memasuki ruangan, maka kita membiasakan diri menggunakan sepatu selain agar terlihat lebih rapi.

Sandal Eiger terbaru



Kalau kita ngomongin soal sandal, setiap kita pasti pengen beli yang terbaik dan yang modelnya gak ketinggalan zaman. Jika harus memilih salah satu merek sandal, saya yakin banyak di antara kamu yang pasti menjatuhkan pilihan pada sandal Eiger. Mengapa?


1. Sudah sejak lama sandal Eiger dikenal sebagai salah satu sandal outdoor paling tangguh yang kualitas dan tingkat durabilitasnya Tidak diragukan lagi. Saya pernah punya sandal Eiger yang 3 tahun dipakai masih baik-baik saja, teman saya malah ada yang sampai 5 tahun, itu dipakai setiap hari ya.

2. Selain kuat dan tahan lama sandal ini juga terkenal gaya dan sporty. Setiap tahun pasti ada saja sandal Eiger model terbaru yang keluar sehingga Gayanya gak pernah ketinggalan zaman, selalu ada motif-motif sandal gunung terbaru dari Eiger, seri Black Borneo mislnya. 

3. Berkualitas dan nyaman dikenakan. Karena di desain oleh merek ternama, tidak mengherankan apabila sandal merk Eiger terutama, sandal Eiger model terbaru selalu didesain untuk memberikan kenyamanan pada kaki saat menggunakannya.

 4. Harganya sangat terjangkau. Sandal Eiger original jika dibandingkan dengan merek lainnya memang terkesan agak sedikit mahal. Tapi jika melihat kualitas dan tingkat durabilitasnya yang membuatnya bisa tahan lama saat dikenakan. Rasanya harga tersebut sangat pantas.

5. Karena agak sedikit mahal, maka sandal Eiger pun jadi salah satu sandal berkelas. Siapa sih yang gak suka lihat sandal berkualitas dan bermerek? Tidak hanya orang yang menggunakannya yang akan merasa bangga sama mereka yang melihat pun akan merasa senang. 

Selain berbagai alasan di atas, masih banyak alasan lain mengapa sandal Eiger selalu jadi pilihan utama. Tapi ngomong-ngomong soal sandal Eiger, di mana sih kita bisa membeli sandal Eiger terbaru yang murah dan modelnya lengkap?

Tempat beli sandal Eiger terbaru

Kalau kamu berencana beli sandal Eiger terbaru yang modelnya kekinian, saya sarankan kamu berbelanja di olshop Bukalapak

Kenapa berbelanja di online shop? Seperti alasan orang-orang yang lainnya, Saya menyarankan kamu berbelanja secara online karena rata-rata harganya murah dan bersaing, kita pun bisa dengan mudah memilih tanpa perlu repot Jalan ke sana kemari seperti saat di pasar, ukuran sandal Eiger yang konsisten juga akan memudahkan kita dalam memilih sehingga tidak perlu ragu saat memilih nomor tertentu.

Selain itu, diskon, voucher belanja, hingga ke cashback yang biasanya kita dapatkan saat promo adalah alasan lain mengapa saya mengajarkan kamu berbelanja di Bukalapak. Dijamin, harga yang akan kamu dapatkan jika berbelanja di Bukalapak bisa jauh lebih murah kalau kamu pandai menawar. Karena Bukalapak merupakan satu-satunya online shop yang menawarkan fitur tawar-menawar.


Saya dan Imama di Ledok Sambi ( 3/9/18).

Ajakan Ce Ima ini, mengantar saya menuju Ledok Sambi di Minggu pagi (3/9/18). Ledok Sambi ini letaknya di Desa Sambi, Kaliurang, Yogyakarta. Desa Sambi merupakan salah satu desa wisata yang terletak di Kaliurang. Kami berangkat menuju Ledok Sambi tepat pukul 6.00 WIB. Dari Pogung, kami berangkat menuju area Jl. Kaliurang Km. 19,2.

Saya mengira berangkat pukul 6 ini terlalu pagi, karena saat masuk ke suatu perkampungan saya mendapati ibu-ibu sedang menyapu halaman dan membakar sebagian sampah-sampahnya.

Motor melaju memasuki perkampungan sambil mengikuti arah dari petunjuk yang dipasang di pinggir jalan. Tiba di lokasi, beberapa pemuda sedang membersihkan area Ledok Sambi.

Kami berdua memasuki area Ledok Sambi. Mba Imama berusaha memastikan, apakah Ledok Sambi sudah boleh dimasuki atau belum.

Mba Imama : " Mas ini boleh masuk ta ? " 
Mas : " Mbanya mau ngapain ya ? Survey atau Rekreasi ? "
Mba Imama : " Saya mau main-main saja Mas. " 
Mas : " Oh, yasudah masuk saja, silahkan Mba

Kami akhirnya memutuskan untuk masuk. Sebelum masuk, di depan ada kotak untuk retribusi seikhlasnya. Awal masuk, rasanya senang sekali. Udara segar, area yang cukup sepi dan sangat memberikan ketenangan.

Imama sedang merendam kakinya

Suara air yang mengalir, membuat otak kembali tenang dan segar kembali. Ternyata banyak pilihan kegiatan yang bisa dilakukan di Ledok Sambi, misalnya bermain air di pinggiran ledok, mencoba beberapa paket outbound, bermain river tubing dan lainnya.




Kami terus berjalan mengelilingi area Ledok Sambi. Udaranya yang segar serta pemandangan sawahnya, mengantar ingatan saya pada Ubud, Bali.




Dari kejauhan tampak segerombolan mahasiswa yang sedang bersiap untuk melakukan aktifitas outbound. Saya pun juga mendapati meja-meja panjang, tempat galon dan terop-terop yang sepertinya tempat ini pun cocok dijadikan sebagai tempat untuk menggelar wedding party.

Yang paling saya sukai adalah di sini tidak ada warung yang berjualan, sehingga ledok cukup terjaga kebersihannya. Letak warungnya pun berada di atas sebelum memasuki area ledok. Setelah lama berdiam diri dan bermain air di pinggiran ledok. Kami pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke kota.





Note :
* Arahan sudah jelas bisa dicek di Google Maps
* Tidak ada tarif tetap, apabila ingin bermain di sekitaran ledok, cukup masukkan uang ke kotak retribusi.
* Jaga kebersihan
* Ada kamar mandi
Maghrib tiba di kawasan Desa Wisata Bejiharjo, saya dan Mba Aqid disambut oleh Mas Ariff, Mas Aji dan Mas Hanif. Kami membicarakan trip untuk keesokan harinya  sekaligus makan malam di depan operator Dewa Bejo. Dewa Bejo merupakan operator resmi wisata di Desa Bejiharjo. Paket berwisatanya beragam, mulai dari susur Gua Pindul, Gua Gelatik, Gua Sriti, Gua Kristal, Gua Tanding, Rafting Sungai Oyo dan Offroad Pindul. 

Tempat Menginap yang nyaman 

Setelah selesai makan malam, kami diantar oleh Mas Arif ke rumah untuk beristirahat. Rumah penginapan ini tidak terlalu besar, namun cukup  untuk menginap sekeluarga paling tidak diisi 4-8 orang. Fasilitas yang ditawarkan terdiri dari 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang tamu, dapur, halaman dan teras untuk menjemur pakaian. 

Malam hari saya menghabiskan waktu untuk mengobrol bersama-sama, sesekali saya keluar dan duduk di teras melihat bulan. Udara malamnya dingin menusuk, membuat kami semua tiba-tiba lapar mendadak. Akhirnya kami memutuskan untuk mencari makan, namun usaha kami sia-sia karena warung di sini sudah banyak yang tutup.

Pagi harinya kami bersiap menuju operator Dewa Bejo. Kami mengawali pagi dengan sarapan di warung depan operator. Setelah sarapan, kami langsung menuju operator dan bersiap untuk susur Sungai Oyo. 

Bagi yang tidak bisa berenang tidak perlu khawatir karena sebelum susur diwajibkan untuk memakai pelampung terlebih dahulu dan tentunya ada pendamping yang sudah bersertifikat. Jarak operator Dewa Bejo menuju Sungai Oyo sedikit jauh, sehingga kami harus naik jeep untuk menuju lokasi.Tidak sedikit warga mancanegara yang menggunakan operator Dewa Bejo. Saat itu saya berbarengan dengan beberapa wisatawan dari Malaysia.

Keceriaan saat susur Sungai Oyo. Foto oleh : insan wisata
Susur Sungai Oyo. Foto oleh : Insan Wisata

Karena kondisi saat itu arus sungai tidak terlalu deras, akhirnya kami terpaksa ditarik oleh pemandu. Jarak yang ditempuh untuk susur Sungai Oyo ini lumayan panjang jadi saya pun puas.
Pemandu sempat menawarkan kami untuk berhenti dan loncat dari tebing, Mba Aqid dan Mas Hanif pun mencoba untuk loncat. Saya yang takut ketinggian memilih untuk melihat mereka dari bawah. Karena saya penasaran akhirnya saya memutuskan untuk naik ke atas juga dan berujung..


TIDAK JADI LONCAT DONG KARENA BANYAK DRAMA 

HUEHUE

Siang makin panas dan rasanya ingin cepat-cepat cari tempat berteduh. Susur Sungai Oya pun terus berlanjut, sambil mendengarkan suara burung berkicau dan bambu-bambu yang tertiup angin.

Sampai akhirnya tak terasa sudah tiba di lokasi garis akhir. Saya turun dari ban dan berjalan menuju ke pos untuk naik jeep menuju operator lagi.


Setelah tiba di operator perjalanan berlanjut lagi menuju ke Gua Pindul. Bahagianya adalah saat itu saya berkunjung ketika hari kerja, sehingga kondisi Gua Pindul tidak ramai dan relatif lebih santai dan nyaman.

Tampak sepi, berkunjung di hari kerja. Foto oleh : Insan Wisata

Dari operator ke Gua Pindul, saya harus berjalan kaki sekitar 5 menit sambil membawa ban dan tentunya bersama pemandu. Saya menikmati sekali susur Gua Pindul ini, tidak ramai dan bisa fokus mendengarkan pemandu menceritakan isi dalam Gua Pindul tersebut. Mulai dari stalaktit yang tumbuh hingga beragam cerita mitos yang bisa dipercaya atau tidak. 

Susur Gua Pindul ini kurang lebih menghabiskan waktu sekitar 45-60 menit, terkandung kondisi dalam Gua, mungkin kalau ramai bisa menghabiskan waktu lebih lama karena harus antri.
Di penghujung akhir susur Gua, pemandu menawarkan untuk loncat dan berfoto di area dalam Gua  yang atapnya agak terbuka. Namun saya memilih untuk duduk dan menikmati suasana sejuknya dalam Gua. 

Suasana sejuk di dalam Gua Pindul. Foto Oleh : Insan Wisata

Perjalanan susur Sungai Oyo dan susur Gua Pindul pun berakhir, badan mulai pegal dan kami semua kembali ke rumah untuk beristirahat. 


Tips

  1. Menuju Desa Wisata Bejiharjo, Kabupaten Gunungkidul dapat ditempuh menggunakan kendaraan mobil atau sepeda motor. Kondisi jalanannya bagus jadi aman, disarankan untuk berangkat di sore hari apabila ingin menginap atau berangkat di pagi hari tanpa menginap. (Arah dari UIN Kalijaga menuju Desa Bejiharjo sekitar 41 Km).
  2. Paket wisata Dewa Bejo bisa diakses melalui laman http://desawisatabejiharjo.net/ , tinggal klik “pesan” lalu konfirmasi ke operator. Pemandu yang berpengalaman serta bersertifikat menjadikan perjalanan tidak akan mengkhawatirkan.   
    Cara pemesanan tinggal kunjungi web, lalu klik pesan 
  3. Setelah klik pesan, maka akan muncul form ini lalu isi.

  4. Apabila ingin bermalam dan sewa rumah  atau konsultasi masalah paket wisata bisa langsung hubungi Mas Arif  berikut : 085741973511 atau 081227923007