Di bulan Agustus 2019, paspor saya harus diperpanjang lagi. Sebelum melakukan perpajangan, saya membaca beberapa info tentang perpanjangan paspor. Di sana tertulis perpanjangan paspor cukup lah mudah dan simpel tidak seperti dahulu. 

Kini perpanjangan paspor hanya memerlukan data berupa fotocopy e-KTP dan membawa paspor yang lama. Tapi yang saya alami kemarin justru tidak demikian. Saya harus membawa fotocopy kartu mahasiswa (bawa asli juga), surat keterangan aktif mahasiswa, fotocopy e-KTP (bawa asli juga), cc akta lahir (bawa asli juga) dan bawa KK. Banyak ya, sama saya juga bingung kenapa jadi banyak gitu.

Pada hari Jum’at sore, saya sudah bersiap dan membuka aplikasi paspor online. Di sana, saya harus membuat akun terlebih dahulu. Setelah akun di verifikasi oleh pihak Imigrasi, saya pun bisa mulai untuk mengambil antrean untuk perpanjangan paspor. Kuotanya ini dibuka setiap Hari Jum’at mulai dari jam 14:00 WIB sampai Minggu 16:00 WIB.

Ini aplikasinya ada di android dan ios kok

Pas jam 2 itu saya langsung buka aplikasi, tapi saya bingung kok ya sudah penuh ada kuotanya. Saya cek lagi di kantor Imigrasi lainnya yang masih sekitar Surabaya dan ternyata semuanya penuh. Singkat cerita kira-kira jam 4 sore, saya buka lagi untuk cek satu persatu. Akhirnya saya dapat antrean di MPP Sidoarjo. Waktu itu saya mengambil jadwal hari Selasa jam 9:30 Pagi. 

Muncul ini lalu login. kalo belum punya akun bikin dulu.

Begini kira-kira cara daftarnya, masukkan beberapa data secara lengkap jangan sampe salah.

Nanti kalau sudah, bakal dapet email dan muncul ini. Itu tandanya sukses.

Pilih antrean paspor, lalu pilih mau mengurus di kantor yang mana. Biasanya kuota baru akan dibuka dari hari Jum'at 14:00 sampe Minggu jam 16:00 Wib. Tapi sering cek aja, siapa tau ada yang tiba-tiba cancel.

Pilih jumlah pemohonnya, pastikan pemohon masuk dalam 1 KK. Pilih tanggal kedatangan dan waktunya.


Nanti akan muncul data berikut, kuota yang tersedia berwarna hijau. Pilih tanggal lalu klik " Pilih ".



Selanjutnya akan muncul data berikut. Oh ya kalo sudah ambil antrean jangan dibatalkan ya, karena kalo dibatalkan kalian gabisa ambil antrean lagi dan harus nunggu selama 30 hari. 

Tiba hari Selasa, saya berangkat jam 9 dari rumah menuju lokasi Imigrasi. Sebelumnya saya sudah menyiapkan berkas, sesuai dengan info yang disampaikan oleh pihak Imigrasi, yaitu e-KTP beserta fotokopi, paspor lama dan fotokopinya.  Ketika tiba di lokasi saya langsung menunjukkan nomor antrean saya ke petugas saya diberi  map kuning dan beberapa formulir untuk diisi. 

Singkat cerita petugas bagian loket ini bertanya tentang pekerjaan saya, saya pun langsung bilang kalo statusnya masih Mahasiswa. Lalu petugas meminta saya untuk menunjukkan kartu mahasiswa dan akhirnya kartu mahasiswa tersebut harus difotokopi dan ikut dikumpulkan dalam berkas permohonan perpanjangan. Oh ya jangan lupa untuk membawa materai yang nantinya materai tersebut ditempelkan di surat pernyataan. 

Setelah semua formulir terisi, fotokopi kartu mahasiswa dan membeli materai di kantor pos. Saya berjalan menuju imigrasi. Sampai di Imigrasi, berkas saya letakkan di loket dicek  oleh petugas dan selanjutnya berkas tersebut diberikan kepada saya lagi. Saya diarahkan untuk menunggu duduk dan dipanggil untuk wawancara dan foto. Enaknya mengurus paspor di MPP Sidoarjo ini tidak ramai seperti di Kantor Imigrasi I di Juanda. Jadi semuanya serba cepat dan tidak perlu menunggu terlalu lama. 


Waktu itu hanya menunggu 1 orang untuk dipanggil, setelah itu giliran saya. Tiba giliran saya, saya pun maju ke depan. Hanya ada 3-4 petugas, 2 wanita dan 2 laki-laki. Saya langsung menyerahkan berkas saya. Petugas mengecek kelengkapan berkas saya. Waktu itu kira-kira percakapannya begini 

Petugas : Mbaknya mau ke mana ini ? 
Saya  : Saya mau pergi ke xxx, November besok.
Petugas : Dalam rangka apa ?
Saya : Merayakan kelulusan kuliah
Petugas : Oh lah ini mana surat aktifnya ya, KKnya mana juga, akta lahir mana?
Saya : loh bukannya diinfokan oleh Imigrasi kalo misal perpajang hanya membawa itu saja ya ? Saya baca di twitter imigrasi begitu, pun 2 teman saya kemarin juga begitu, kenapa jadi sama seperti waktu awal saya membuat ya.
Petugas : Ya itu kan temanmu, kamu beda Mbak. Mbaknya ini S2 ya, kerja apa ?
Saya : Saya belum bekerja semua masih tanggungan orangtua. 
Petugas : Ah masa S2 dibayarin
Saya : ya memang begitu

Entah mengapa percakapan tersebut membuat saya agak gemas sama petugas. Sebetulnya pertanyaannya masih banyak. Mulai dari pekerjaan orangtua secara detail, kuliah di mana dll. Lalu 3 petugas lainnya pun datang menghampiri saya, mereka mengecek data dan memberikan banyak PR untuk memenuhi persyaratan administrasi. 

Beberapa yang harus saya penuhi diantaranya yaitu surat pernyataan kesanggupan orangtua, detail pekerjaan orangtua, paspor kedua orangtua, KK, e-KTP orangtua, surat aktif mahasiswa dan 2 lagi lainnya yang saya agak lupa. Saya terus meminta opsi agar diberikan keringanan, karena ini memang sifatnya hanya perpanjangan. Singkatnya saya diberi waktu 7 hari kerja untuk mengumpulkan data tersebut. Karena kuliah saya di Jogja, akhirnya saya meminta tolong teman saya agar menguruskan surat aktif mahasiswa saya. 

Kantor-kantor Imigrasi sekarang sudah dilengkapi nomor WhatsApp jadi tinggal hubungi saja dan mereka cepat membalas dong. Beberapa berkas agak kesulitan untuk saya kumpulkan, akhirnya saya memilih opsi surat aktif saja. Pihak Imigrasi membolehkan. 

Minggu depan tepat di hari Senin, saya menuju imigrasi dan menyerahkan berkas yang kurang.  Waktu itu petugas laki-laki yang mengecek, akhirnya saya pun dipersilahkan duduk dan masih ditanya lagi untuk apa, ke mana, pekerjaan orangtua, dan pekerjaan saya apa. Tidak terlalu lama, saya disuruh untuk melepas kacamata dan foto, selanjutnya scan sidik jari. Setelah selesai proses semuanya, saya diberi kertas bukti pembayaran. Pembayaran ini bisa dilakukan di beberapa bank dan kantor pos. Saya memilih membayar di kantor pos. 

Tanyakan dulu sebelum mengambil paspor. Karena saya tidak dihubungi oleh pihak Imigrasi.

Saya diberi tahu oleh petugas bahwa paspor bisa diambil setelah 7 hari kerja. Sebaiknya hubungi via WhatsApp dahulu untuk memastikan apakah sudah tersedia apa belum. Petugas juga memberi tahu bahwa pengambilan paspor tidak perlu surat kuasa. Apabila paspor tidak bisa diambil oleh si pemilik, maka yang mengambil paspor haruslah anggota keluarga yang namanya tercatat di dalam KK. 

Selanjutnya saya berjalan menuju ruangan administrasi MPP yang isinya ada beberapa bank, kantor pos dan ruangan admin lainnya. Saya mengambil nomor antrean dan menunggu tepat di depan kantor pos. Nomor saya pun dipanggil akhirnya saya berjalan menuju kantor pos. Saya membayar 350.000 dan admin 2000 untuk paspor 48 halaman. 

Bukti yang harus dibawa saat mengambil paspor.
Sekian cerita pengalamanku perpanjangan paspor. Ternyata gak semua daerah punya sistem perpanjangan yang sama ya. 


Tips membuat paspor untuk Mahasiswa

Siapkan beberapa berkas sebagai berikut
  1. Akta Lahir asli maupun fotokopi
  2. KK asli maupun fotokopi
  3. e-KTP asli dan fotokopi ukuran A4 diperbesar
  4. Surat keterangan aktif mahasiswa 
  5. KTM asli dan fotokopi ukuran A4 diperbesar
  6. Bawa surat keterangan dari pihak kampus misal untuk keperluan studi di luar negeri, konfrensi dll. 
  7. Surat kesanggupan orangtua. (ini buat jaga-jaga kalau ditanya) 



Pada saat wawancara utarakan secara jelas tujuanmu. Misal saya kemarin bilang untuk liburan dan selanjutnya untuk keperluan study selanjutnya seperti Prosiding, kunjungan ke kampus-kampus,  Paper Conference.